Sumber Foto : Buka Review

Tahukah Bunda, kalau ibu hamil rentan mengalami penyakit gigi dan mulut? Radang gusi dan sakit gigi saat hamil mungkin terlihat sepele. Namun, ternyata sakit gigi ini bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin lho. Lalu, mengapa ibu hamil rentan mengalami sakit gigi saat hamil? Apa saja dampaknya bagi janin? Daripada bingung, yuk simak ulasan berikut ini.

Mengapa Ibu Hamil Rentan mengalami Sakit Gigi?

Berdasarkan data dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), gingivitis (radang gusi) menjadi salah satu penyakit yang umum menyerang ibu hamil. Biasanya kondisi ini menyerang di trimester awal kehamilan yaitu pada bulan kedua dan memuncak sekitar bulan ke delapan. Gingivitis atau radang gusi termasuk infeksi mulut yang diakibatkan oleh bakteri. Kondisi ini bisa membuat gusi bengkak dan mudah berdarah. Jika tidak diobati, gingivitis bisa menyebar ke seluruh bagian mulut lainnya.

Kadar hormon progesteron yang terlalu tinggi dapat memicu pertumbuhan bakteri di area mulut, sehingga tak menutup peluang Bunda bisa mengalami sakit gigi saat hamil.

Selain itu, perbedaan pH air liur pada ibu hamil dengan wanita yang tak hamil berbeda. Wanita hamil memiliki pH air liur yang lebih asam. Bila tidak dibersihkan dengan baik, tentu mulut akan menjadi tempat terbaik berkembangnya bakteri penyakit.

Perubahan sistem kekebalan tubuh yang terjadi juga dapat menjadi salah satu faktor resiko timbulnya berbagai masalah sakit gigi saat hamil. Tubuh jadi kurang kuat melawan semua bakteri penyebab radang gusi dan sakit gigi yang dialami.

Penyebab Utama Sakit Gigi selama Masa Kehamilan

Namun, secara spesifik ada hal-hal khusus terkait penyebab utama sakit gigi selama masa kehamilan. Dilansir dari Tooth Pain Remedies, setidaknya ada 4 penyebab utama sakit gigi pada masa kehamilan. Berikut adalah 4 penyebab utama yang sebaiknya Bunda ketahui:

  1. Reaksi dari Mual dan Muntah saat Hamil

Selama kehamilan, mual dan muntah atau Morning Sickness merupakan hal yang umum terjadi pada ibu hamil. Hal ini secara langsung menyebabkan berbagai macam kuman dan bakteri dari cairan muntahan tersebut menempel pada rongga gigi Bunda yang semula sehat. Alhasil, rasa sakit pada gigi saat menjalani masa kehamilan menjadi sesuatu yang sangat mungkin.

  1. Kekurangan Kalsium dalam Masa Kehamilan

Saat hamil, tubuh ibu hamil berpotensi kehilangan banyak asupan nutrisi dan juga kalsium. Hal tsb akan mengakibatkan Bunda mengalami berbagai gangguan sakit gigi, seperti tooth enamel demineralization dan kerusakan gigi lainnya.

  1. Pregnancy Gingivitis

Seperti pembahasan diawal, gangguan ini merupakan hasil dari perubahan hormonal selama hamil yang membuat gigi menjadi sensitif pada bakteria sehingga terjadilah radang gusi. Saat hal tersebut terjadi, Bunda tentu akan merasakan sakit gigi yang teramat sangat. Selain itu, Bunda akan melihat bahwa gusi pun juga berubah warnanya menjadi merah dan sedikit membengkak.

  1. Pola Makan saat Masa Kehamilan

Setiap perubahan fisik yang terjadi selama masa kehamilan tentu sangat memengaruhi keadaan psikologi ibu hamil yang ditandai dengan nafsu makan. Sebagai contoh, jika sebelumnya Bunda sangat memerhatikan jenis makanan untuk diet, saat masa kehamilan Bunda jadi ingin makan lebih banyak.

Bukan hanya itu, ibu hamil juga pasti akan memiliki satu atau beberapa jenis makanan tertentu yang diidamkan. Biasanya, makanan tersebut cenderung memiliki rasa yang enak dengan kandungan gula yang tinggi.

Alhasil, nggak usah dipertanyakan lagi, rutinitas Bunda melahap jenis makanan tersebut akan memberi kadar gula yang tinggi untuk diterima oleh gigi Bunda saat mengunyah. Hal inilah yang meningkatkan terjadiny kemungkinan sakit gigi Bunda saat hamil.

Dampak yang Terjadi jika Ibu Hamil Mengalami Gangguan Gigi dan Mulut

Meski kelihatannya sepele, radang gusi dan sakit gigi saat hamil bisa menimbulkan dampak buruk bagi perkembangan janin yang sedang Bunda kandung. Infeksi bakteri ini bahkan dapat membahayakan janin. Dampak buruk yang bisa dialami janin jika sang Bunda mengalami sakit gigi saat hamil, yaitu keguguran, prematur, dan berat lahir rendah.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics and Gynecology mengungkap kasus radang gusi yang membahayakan janin. Penelitian menemukan kasus wanita berusia 35 tahun yang melahirkan bayi tak bernyawa di minggu 39 kehamilan.

Setelah ditelusuri, para ahli menemukan bakteri penyebab gingivitis yang masuk ke aliran darah, paru-paru dan juga perut bayi. Kondisi inilah yang diduga menjadi penyebab utama kematian bayi.

Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut saat Hamil

Untuk menghindari berbagai resiko berbahaya pada Bunda dan janin akibat kesehatan gigi dan mulut yang buruk, mulai sekarang perhatikan juga kesehatan gigi dan mulut Bunda ya. Berikut berbagai cara yang bisa Bunda praktikkan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut saat hamil, diantaranya :

  • Menyikat gigi dua kali sehari dengan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Membersihkan gigi dengan dental floss (benang khusus membersihkan gigi) untuk mengangkat sisa makanan di sela-sela gigi.
  • Gunakan cairan pembersih mulut bebas alkohol.
  • Menyikat lidah untuk membersihkan bakteri dan sisa makanan yang terjebak di dalam papila lidah.
  • Mengunyah permen karet yang mengandung xylitol 2 hingga 3 kali sehari untuk mengurangi plak di gigi dan menyegarkan mulut.
  • Rutin pergi ke dokter gigi untuk memeriksakan dan bila perlu melakukan pembersihan ekstra seperti mengangkat karang gigi.
  • Membatasi asupan makanan dan minuman yang mengandung gula.

Source :
Hellosehat.com
Popmama.com