Stunting adalah kegagalan pertumbuhan atau gagal tumbuh di 1000 hari kehidupan pertama. Yang mana 1000 hari pertama kehidupan tsb merupakan masa keemasan untuk pertumbuhan si buah hati. Stunting adalah kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau dengan kata lain, tinggi badan anak berada di bawah standar acuan kurva pertumbuhan yang dibuat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Ciri dari Stunting

Ada 2 macam pertumbuhan. Yaitu pertumbuhan fisik dan pertumbuhan intelektual. Pada ciri stunting, pertumbuhan fisik yang terjadi antara lain tinggi badan tidak sama dengan anak seusianya dan dalam pertumbuhan intelektual seperti IQ, cara berfikir serta kecerdasannya tidak sama dengan teman sebayanya.

Stunting bisa dideteksi dengan cara pemeriksaan rutin selama kehamilan. Dari situ bisa dilihat pertumbuhan dan perkembangan janin, ukuran perut, ukuran kepala, ukuran kaki dan ukuran badannya apakah sesuai dengan usia kehamilan atau tidak.

Stunting Identik dengan Tinggi Badan

Seperti yang telah dijelaskan diatas, stunting adalah gagal pertumbuhan. Artinya si buah hati tidak tumbuh sesuai usianya secara optimal. Yang mana seharusnya si buah hati sama tingginya dengan anak seusianya tapi ternyata tidak. Yang kedua, selain berat badan ada pula berkaitan dengan IQ.  Anak dengan stunting akan mengalami penurunan tingkat kecerdasan, gangguan berbicara, dan kesulitan dalam belajar. Akibatnya, prestasi anak di sekolah akan buruk. Dampak lebih jauh dari stunting adalah pada masa depan anak, di mana ia akan sulit mendapatkan pekerjaan ketika dewasa.

Apakah ada Kaitannya antara Stunting dengan Faktor Genetik?

Perlu Bunda ketahui, anak yang pendek karena stunting dengan anak yang pendek karena genetik itu berbeda. Kalau genetik tidak identik dengan IQ nya. Sementara kalau anak yang pendek karena stunting, kondisi badannya pendek dan IQ nya juga lebih rendah.

Apakah Bunda yang Stunting Berpotensi Memiliki Anak yang Stunting Juga?

Bunda yang mengalami stunting mempunyai unsur gizi yang kurang dalam tubuhnya. Sehingga memiliki potensi yang besar melahirkan anak yang juga stunting.

Ada 3 Hal Utama yang Menyebabkan terjadinya Stunting

  1. Asupan gizi selama kehamilan yang kurang

Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan, yaitu semenjak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan protein.

Stunting pada anak bisa disebabkan oleh masalah pada saat kehamilan, melahirkan, menyusui, atau setelahnya, seperti pemberian MPASI yang tidak mencukupi asupan nutrisi.

  1. Pola asuh yang buruk

Pola asuh yang kurang baik juga ikut berkontribusi atas terjadinya stunting. Buruknya pola asuh orang tua sering kali disebabkan oleh kondisi ibu yang masih terlalu muda, atau jarak antar kehamilan terlalu dekat.

  1. Lingkungan yang kotor

Selain nutrisi yang kurang dan pola asuh yang buruk, stunting juga bisa disebabkan oleh kebersihan lingkungan yang kotor, sehingga anak sering terkena infeksi dari kuman dan bakteri.

Pencegahan Stunting

  1. Berikan asupan gizi untuk diri Bunda dengan makanan 4 Sehat 5 Sempurna, selain itu konsumsi juga makanan penambah darah, asam folat, vitamin, kalsium. Dan setelah lahir, usahakan untuk menyusui bayi dengan ASI eksklusif. Karena pada ASI terkandung multivitamin yang baik dan mudah sekali dicerna oleh bayi.
  2. Melalui pola asuh, berikan pola asuh dan perilaku yang sehat dan baik
  3. Jaga kebersihan rumah, sanitasi, dan lingkungan agar buah hati dapat tumbuh sehat dan terhindar dari stunting.

Seluruh ciri-ciri anak stunting ini sebenarnya adalah dampak dari kurangnya nutrisi, seringnya terkena penyakit, dan salahnya pola asuh pada 1000 hari pertama kehidupan, yang sebenarnya dapat dicegah namun tidak dapat diulang kembali.

Tetapi perlu diingat, tidak semua anak yang pendek itu disebut stunting ya Bun. Olehkarena itu, Bunda dan Ayah wajib memeriksakan buah hati ke Posyandu atau Puskesmas secara rutin, agar kenaikan berat badan dan tinggi badannya dapat dipantau. Dan untuk Bunda yang sedang hamil, yuk cegah terjadinya stunting dan rutin USG Kehamilan untuk memantau lebih dalam perkembangan janin.

Semoga infonya bermanfaat, nantikan informasi Kehamilan Sehat berikutnya ya..

Berikut ini mengenai penyebab stunting pada anak dan ciri-cirinya, oleh dr. Eko Setiawan SpOG

Source :

Youtube Kehamilan Sehat (QnA Stunting oleh dr. Eko Setiawan)
Alodokter.com