Kehamilan Sehat

Kehamilan Sehat : Bagaimana Mewujudkannya??

KEHAMILAN SEHAT

Usia kehamilan ibu dihitung dari tanggal hari pertama haid terakhir. Usia kehamilan tersebut dibagi menjadi tiga bulanan yang dikenal dengan trimester, yaitu trimester pertama (usia kehamilan sampai dengan 14 minggu), trimester kedua (usia kehamilan 14-28 minggu), serta trimester ketiga (usia kehamilan 28-40 minggu/sampai kelahiran).

Apa saja yang terjadi pada janin di kehamilan trimester pertama?  

Pertumbuhan janin pada trimester pertama sangat luar biasa, karena terjadi proses pembentukan organ secara lengkap yang dikenal dengan proses organogenesis. Pada usia kehamilan 5 minggu pertama terjadi pembentukan bumbung saraf janin, otak, tulang belakang, jantung, dan bakal lengan dan kaki. Jantung janin sudah berdenyut dan terlihat jelas. Pada usia kehamilan 7-8 minggu bakal kedua bola mata, lensa mata, dan retina mulai terbentuk. Usia kehamilan 9-10 minggu terjadi pembentukan kedua telinga, kedua lengan dan kaki,  jari-jari, serta organ kelamin. Terjadi pematangan girus-girus otak janin. Pada usia 11-14 minggu kedua kelopak mata terbentuk, mata sudah bisa menutup dan jenis kelamin dapat terlihat. Pada usia 12 minggu panjang janin sekitar 6-7 cm dan terjadi proses penulangan pada tulang-tulang panjang janin.

Apa saja pemeriksaan kehamilan di trimester pertama? 

Pemeriksaan kehamilan pada trimester pertama bertujuan untuk mengetahui usia kehamilan dan masalah yang menyertainya. Pertama kali dilakukan wawancara pada ibu hamil untuk mengidentifikasi adanya masalah kesehatan atau penyakit pada ibu misalnya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes mellitus/gula darah, penyakit paru, dan sebagainya.  Dilakukan pemeriksaan tekanan darah, tinggi badan dan berat badan untuk menilai status gizi, pemeriksaan fisik berupa pemeriksaan organ tertentu seperti adanya kekurangan sel darah merah pada kehamilan/anemia (ditandai dengan mata dan kulit yang pucat), pemeriksaan organ paru, jantung, perut, panggul, dan sebagainya.

Pemeriksaan penunjang penting berupa pemeriksaan ultrasonografi  untuk mengidentifikasi kehamilan normal, menilai lokasi kehamilan, menilai kehidupan janin dengan melihat denyut jantung janin, menilai usia gestasi, adanya kehamilan kembar, serta mengetahui adanya masalah dalam pembentukan organ janin. Pemeriksaan ultrasonografi pada trimester pertama penting dilakukan karena informasi yang didapatkan sangat banyak. Dengan pemeriksaan ultrasonografi dapat dipastikan bahwa kehamilan tersebut normal  dan bukan kehamilan mola hidatidosa (hamil anggur). Dapat dipastikan bahwa lokasi kehamilan tidak berada di luar kandungan. Perlu diketahui bahwa kehamilan di luar kandungan memiliki insidens dua persen atau 2 dari 100 kehamilan. Insidens tersebut semakin tinggi pada kehamilan pada ibu yang memiliki riwayat infeksi panggul, keputihan, penggunaan obat-obat penyubur, dan sebagainya.

Pemeriksaan ultrasonografi usia kehamilan 5 minggu memperlihatkan adanya kantung kehamilan di dalam rahim. Usia kehamilan dapat dihitung dari ukuran diameter kantung kehamilan tersebut. Pemeriksaan ultrasonografi yang dilakukan melalui vagina (atau dikenal dengan transvaginal) pada usia 5 minggu terlihat dengan jelas adanya janin dengan aktivitas denyut jantung janin yang dapat dihitung dan diamati. Panjang janin yang dikenal dengan istilah crown-rump length dapat diukur. Usia kehamilan yang dihitung berdasarkan panjang janin tersebut sangat akurat dengan selisih kesalahan hanya 3-4 hari. Adanya kehamilan kembar dan kegagalan kehamilan trimester pertama seperti kehamilan tanpa janin atau blighted ovum dapat diidentifikasi dengan pemeriksaan ultrasonografi.

Pemeriksaan lain pada kehamilan trimester pertama berupa pemeriksaan laboratorium seperti kadar sel darah merah, hemoglobin, gula darah, pemeriksaan urin, hepatitis, pap smear, pemeriksaan infeksi menular seksual seperti sifilis, gonorrhea, dan lain-lain sesuai dengan indikasi yang ditemukan oleh dokter. Bila ada kelainan dari hasil pemeriksaan laboratorium maka dokter akan memberikan terapi.

Apa saja keluhan kehamilan trimester pertama pada ibu dan cara mengatasinya? 

Hasil konsepsi berupa janin yang tertanam ke dalam rahim ibu dipelihara oleh hormon kehamilan, yaitu beta hCG (human chorionic gonadotrophin), progesteron, dan estrogen. Tingginya kadar hormon beta hCG pada kehamilan trimester pertama menyebabkan sebagian ibu hamil mengalami keluhan mual-muntah. Keluhan mual muntah tersebut diperparah bila lambung ibu kosong terlalu lama. Ibu hamil trimester pertama merasa cepat lapar dan cepat kenyang. Tips untuk mengatasi masalah tesebut adalah dengan makan sedikit-sedikit tiap 2-3 jam (makan porsi kecil namun sering). Bila terjadi mual-muntah pada pagi hari, biasanya disebabkan asam lambung yang meningkat karena lambung terlalu lama kosong selama tidur (6-8 jam). Tips mengatasinya adalah dengan makan dahulu sebelum tidur atau pada saat terbangun malam. Makanan kecil/selingan yang dapat dikonsumsi ibu hamil tidak harus nasi tetapi dapat berupa biskuit, sereal, susu, roti, kue, buah, serta makanan kecil lainnya.

Rahim ibu hamil juga mulai membesar. Ukuran rahim sebelum hamil adalah sebesar telur ayam kampung. Pada usia kehamilan 12 minggu rahim sudah membesar seukuran buah peer sehingga menekan kandung kemih didepannya. Hal itu menyebabkan ibu hamil trimester pertama mengalami keluhan sering buang air kecil. Selain itu ibu hamil juga mengalami pertambahan volume darah, denyut nadi, peningkatan curah jantung, serta peningkatan kerja ginjal sehingga produksi urin meningkat. Hal itu memperparah keluhan sering buang air kecil. Tips untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan sering buang air kecil tiap 1-2 jam, serta TIDAK BOLEH menahan pipis. Bila sudah terasa ingin buang air kecil maka ibu hamil diasarankan untuk segera melakukannya. Bila ditahan maka hal itu menyebabkan infeksi di kandung kencing sehingga buang air kecil terasa sakit dan anyang-anyangan. Ibu hamil perlu diberitahu bahwa sering pipis ke kamar mandi adalah hal yang wajar.

Tingginya kadar hormon progesteron dan estrogen menyebabkan adanya garis-garis hitam atau flek-flek hitam pada kulit perut atau wajah ibu hamil. Beberapa ibu hamil juga mengalami keluhan pembengkakan gusi karena pengaruh tingginya hormon kehamilan. Hal itu adalah proses yang wajar terjadi selama proses kehamilan.

Hal yang penting harus dilakukan pada ibu hamil trimester pertama adalah menjaga kecukupan gizinya. Nutrisi atau gizi yang cukup seperti vitamin-vitamin dan zat-zat mikronutrien diperlukan dalam pembentukan organ janin. Nutrisi ibu harus tercukupi bahkan jauh-jauh hari sebelum hamil karena pada saat sudah telat haid sebenarnya usia kehamilan sudah mencapai 4-5 minggu dan proses organogenesis sudah dimulai. Nutrisi yang penting berupa vitamin A, B, C, asam folat, vitamin D, vitamin E, mikronutrien seperti kalsium, zat besi, zinc, mangan, cuprum, selenium. Zat-zat tersebut banyak ditemukan di sayur-sayuran hijau, buah-buahan, ikan, daging, telur, susu.

Apa yang terjadi  pada janin di kehamilan trimester kedua?

Yang terjadi di kehamilan trimester kedua adalah penyempurnaan dari proses organogenesis yang terjadi di trimester pertama. Janin bertambah besar ukuran dan panjangnya serta fungsi organnya mengalami pematangan. Pada usia kehamilan 14-20 minggu kepala janin tegak, girus-girus otak mengalami pematangan, serabut-serabut saraf mengalami pematangan.  Sistem saraf dan indera sensorik berkembang. Stimulus lokal dapat merangsang gerak janin, seperti membuka mulut, menekuk kaki. Gerak pernapasan janin dapat diidentifikasi. Ginjal janin mulai memproduksi urin kira-kira 10 ml/hari pada usia 18 minggu. Usia kehamilan 21-24 minggu kuku janin terbentuk, telinga luar dan dalam berkembang sehingga janin dapat mendengar suara dalam rahim,  dan korda spinalis mengalami mielinisasi sehingga fungsi sel-sel sinaps pada sel neuron menjadi semakin baik. Gerakan menelan janin dapat terlihat. Pada usia kehamilan 25-28 minggu terbentuk lanugo (bulu-bulu halus) janin, mata janin menjadi sensitif terhadap cahaya dan janin dapat terlihat menutup mata bila dirangsang dengan cahaya. Sebagian besar air ketuban dihasilkan dari urin janin sehingga jumlah air ketuban akan bertambah banyak.

Apa pemeriksaan kehamilan di trimester kedua?

Pada kehamilan trimester kedua, struktur dan organ janin sudah cukup besar untuk dapat diidentifikasi dengan pemeriksaan ultrasonografi. Bentuk muka janin terlihat jelas dari pemeriksaan ultrasonografi. Gerakan janin seperti menelan, gerakan pernapasan janin seperti gerakan turun-naik diafragma janin, gerakan membuka mulut, menekuk tangan dan kaki juga terlihat. Volume air ketuban bertambah banyak sehingga dapat diukur. Jenis kelamin dapat terlihat jelas.

Berat janin mencapai lebih dari 500 gram pada usia kehamilan diatas 20 minggu dan volume air ketuban cukup. Hal itu menyebabkan sejak usia 20 minggu gerak janin sudah terasa oleh ibu. Rahim terus membesar dan dapat teraba setinggi pusat pada usia 20 minggu. Pada usia 28 minggu rahim membesar dan teraba antara pusat dan tulang iga ibu. Berat janin pada usia 28 minggu berkisar 1100 gram.

Apa saja keluhan kehamilan trimester kedua pada ibu dan cara mengatasinya?

Keluhan yang dirasakan ibu pada trimester kedua adalah rasa penuh dan sesak. Hal itu dikarenakan posisi rahim yang membesar dan mendesak diafragma ke atas. Laju pernapasan ibu lebih cepat karena kompensasi dari kapasitas pengembangan paru yang ditekan oleh diagrafma keatas, sehingga ibu merasa napas lebih “cepat” dan “pendek”. Gerakan janin juga dirasakan dengan jelas sehingga kadang-kadang dapat menimbulkan nyeri bila janin bergerak terlalu kencang.

Posisi rahim yang terus membesar menyebabkan penekanan ke organ-organ sekitarnya dan saraf di panggul sehingga terjadi keluhan nyeri panggul, nyeri di perut kiri bawah dan kanan bawah, serta nyeri di tulang belakang. Keluhan tersebut terutama dirasakan bila ibu hamil tersebut tiba-tiba berdiri dari posisi duduk atau jongkok. Karena adanya beban pada rahim, pusat gravitasi juga berubah sehingga pusat gravitasi yang semula berada di tulang belakang menjadi agak maju ke depan. Hal itu mengakibatkan ibu hamil dapat mudah jatuh dan terkilir. Hal itu diperparah dengan bertambah berat beban ibu pada kaki sehingga kaki sebagai penopang beban kadang menjadi tidak stabil, nyeri, dan kram-kram.  Tips untuk mengatasi keluhan ibu hamil tersebut adalah dengan menenangkan ibu bahwa kondisi tersebut dialami oleh ibu hamil. Melatih pernapasan, menggunakan pakaian longgar dan berbahan katun seperti celana karet dapat membantu mengurangi keluhan tersebut. Ibu hamil juga tidak dianjurkan menggunakan sepatu dengan hak tinggi untuk mengurangi risiko terkilir.

Apa yang terjadi pada kehamilan trimester ketiga?

Pada kehamilan trimester ketiga terjadi pertumbuhan ukuran panjang dan lebar janin yang pesat. Janin bertambah berat kira-kira 20-50 gram/hari. Pada kehamilan trimester ketiga juga terjadi pematangan sistem saraf dan refleks janin, misalnya refleks menggenggam. Pada usia 28-34 minggu bulu mata terbentuk, kuku janin bertambah panjang, mata janin sudah bisa membuka dengan lebar, kulit janin menjadi halus dan kemerahan. Pada usia 32-36 minggu jumlah air ketuban terbentuk paling banyak dimana dihasilkan 400-500 ml air/hari dari urin janin. Berat janin mencapai 1800 gram pada usia 32 minggu dan 2500 gram pada usia 36 minggu.

Pematangan paru mencapai tahap akhir dimana sel-sel paru membentuk zat-zat pelumas yang dikenal dengan surfaktan yang mencegah paru-paru kolaps. Pembentukan surfaktan baru akan sempurna pada usia kehamilan diatas 36 minggu. Hal itu menjadi masalah pada bayi-bayi yang lahir prematur dimana pembentukan surfaktan belum lengkap sehingga paru-paru tidak mengembang sempurna. Posisi janin sudah dapat ditentukan pada usia 36 minggu dimana berat janin sudah mencapai 2500 gram. Janin dengan posisi kepala atau sungsang diperkirakan 95% tidak akan mengalami perubahan sehingga kelainan letak atau posisi janin saat ini. Oksigen, air, elektrolit, protein, glukosa, dan nutrient-nutrien lain yang dibutuhkan untuk perkembangan janin ditransfer ke janin melalui plasenta. Pada saat aterm darah 450-650 ml dari rahim dialirkan melalui plasenta ke janin.

Apa pemeriksaan kehamilan di trimester ketiga?

Pemeriksaan kehamilan trimester ketiga bertujuan untuk mengetahui penyulit persalinan dan perkiraan metode persalinan yang akan dilakukan pada ibu hamil. Ditentukan posisi atau bagian terbawah janin, apakah janin posisi melintang, posisi sungsang, atau posisi normal yaitu kepala. Pemeriksaan ultrasonografi dapat membantu mengindentifikasi posisi janin, jumlah air ketuban, letak plasenta, tali pusat, taksiran berat janin, serta perhitungan serial pertambahan berat janin. Adanya kelainan letak, kelainan posisi, pertumbuhan janin terhambat, janin berukuran kecil dibandingkan usia kehamilan, air ketuban yang terlalu sedikit atau terlalu banyak, letak plasenta yang menutupi jalan lahir dapat diindentifikasi.  Pemeriksaan laboratorium lain seperti kadar sel darah merah, golongan darah, gula darah dapat diperiksa kembali untuk menilai penyulit persalinan.

Apa saja keluhan pada kehamilan trimester ketiga dan cara mengatasinya? 

Pertumbuhan janin yang pesat di trimester ketiga menyebabkan keluhan sesak, beban ibu bertambah berat. Volume darah ibu meningkat 40% dan curah jantung meningkat 20%. Secara normal jantung ibu dipacu untuk meningkatkan aliran darah ke rahim untuk memberi nutrisi seiring dengan pertumbuhan janin yang pesat, kira-kira sebanyak setengah liter darah per menit. Hal itu menyebabkan ibu hamil mengalami jantung berdebar-debar, sesak, dan mudah capek.  Asupan aliran darah yang “diutamakan” ke rahim menyebabkan aliran darah ke otak relatif berkurang sehingga ibu sering mengeluh pusing dan padangan berkunang-kunang. Tips untuk mengatasi hal itu adalah dengan menjaga kecukupan gizi. Sel darah merah dan kadar hemoglobin harus baik. Ibu hamil harus mendapat cukup zat besi, multivitamin yang dapat diperoleh dari asupan makanan sayur-sayuran, buah-buahan, susu, serta asupan tablet zat besi atau tablet multivitamin lainnya.

Pada kehamilan trimester akhir atau memasuki usia 36 minggu (bulan kesembilan) posisi kepala janin biasanya masuk ke dalam rongga panggul. Adanya kepala yang masuk ke dalam panggul menekan kandung kemih dan memberi rasa tidak nyaman di perut bawah. Hal itu menyebabkan ibu hamil menjadi sering buang air kecil. Tips untuk mengatasi keluhan tersebut adalah dengan sering buang air kecil tiap 1-2 jam. Keluhan itu biasanya ditambah perut sering kencang-kencang dan berkontraksi untuk mempersiapkan jalan lahir ibu dan turunnya kepala janin.

Sedang dalam tahap kehamilan yang manakah anda? Apapun tahap kehamilannya, proses kehamilan terdiri dari pembelahan sel yang luar biasa sehingga membutuhkan nutrisi dan kondisi ibu yang betul-betul baik. Berapapun usia kehamilan anda, jangan lupa untuk selalu mengkonsumsi makanan dengan empat sehat lima sempurna setiap kali makan. Periksa kehamilan dan identifikasi masalah kesehatan yang terjadi pada anda sehingga kehamilan sehat yang menjadi idaman dapat terwujud.

Like This Post? Share It

Comments (5)

  1. 148212 292166Fantastic post man, keep the nice function, just shared this with the friendz 303515

  2. 630757 699295Thanks for your time so significantly for your impressive and amazing guide. I will not be reluctant to endorse your internet web sites to any individual who need to receive direction on this issue. 797954

  3. 181732 763715I discovered your blog site on google and appearance a few of your early posts. Maintain up the superb operate. I basically extra the RSS feed to my MSN News Reader. Looking for forward to reading far more on your part later on! 523407

Leave a Reply

Your email address will not be published.