Kehamilan Sehat

Persiapan dan Konseling Sebelum Kehamilan: Pentingkah?

 

Para pasangan yang ingin memiliki keturunan berusaha untuk mendapatkan kehamilan yang sehat. Hal itu membutuhkan usaha dan persiapan yang cukup mengingat proses terjadinya kehamilan sungguh tidak mudah. Energi yang diperlukan untuk terjadinya proses kehamilan sangat besar. Zat-zat gizi yang lengkap merupakan syarat mutlak terjadinya proses kehamilan yang sehat.

Proses awal terjadinya kehamilan adalah pembentukan sel-sel gamet yaitu oosit (sel telur wanita) dan spermatozoa (sel sperma pria). Oosit yang berkualitas dan sperma yang berkualitas sangat dibutuhkan untuk terjadinya kehamilan yang sehat. Zat-zat gizi berupa makronutrien (karbohidrat, protein, lemak), mikronutrien (vitamin A, B kompleks, C,D, E, vitamin K, zat besi, mangan, zinc, cuprum, asam folat, yodium dan lain-lain) sangat diperlukan untuk pembentukan oosit dan sperma yang berkualitas. Oleh sebab itu pasangan yang menginginkan kehamilan sehat harus mempersiapkan diri mereka sebaik-baiknya. Mereka harus mengkonsumsi makanan yang sehat untuk memenuhi zat-zat gizi baik berupa makronutrien maupun mikronutrien tersebut.

Setelah terjadi pembentukan spermatozoa dan oosit, proses selanjutnya adalah fertilisasi yaitu penyatuan oosit dan spermatozoa. Saat terjadi fertilisasi, spermatozoa akan menembus dinding oosit. Saat terjadi fusi spermatozoa dengan oosit, terjadi sintesis DNA, pembelahan sel menjadi dua, dua sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, delapan sel menjadi enam belas sel sehingga menghasilkan embrio (bakal janin). Lagi-lagi proses yang luar biasa tersebut membutuhkan zat-zat gizi makronutrien dan mikronutrien yang cukup. Kurangnya zat-zat gizi menyebabkan terganggunya proses fertilisasi atau pembelahan sehingga dapat terjadi janin tidak berkembang baik pada kehamilan awal yang selanjutnya berakhir dengan abortus (keguguran).

Tahap selanjutnya setelah terjadi fertilisasi adalah proses implantasi yaitu melekatnya embrio ke dalam rahim ibu. Embrio kemudian memberikan sinyal kepada ibu bahwa kehamilan terjadi sehingga tubuh ibu akan mengalami adaptasi. Dinding rahim akan mengalami proses desidualisasi atau proses penebalan untuk mensuplai nutrisi kepada embrio. Faktor-faktor pertumbuhan yang penting untuk terjadinya implantasi meliputi: leukaemia inhibitory factor, sebuah sitokin, integrin yang memediasi interaksi sel-sel, transforming growth factor beta (TGF-B), epidermal growth factor dan interleukin 1B yang menfasilitasi implantasi embrio.

Supaya hasil konsepsi bertahan lama setelah implantasi, korpus luteum ovarium harus mensekresi progesteron, suatu hormon yang sangat penting untuk mempertahankan kehamilan. Embrio yang sedang membelah mensekresi suatu hormon kehamilan yang dinamakan human chorionic gonadotrophin (hCG) yang kemudian dilepaskan ke dalam pembuluh darah ibu. Hormon tersebut berfungsi menghambat luruhnya korpus luteum ovarium sehingga korpus luteum ovarium tetap menghasilkan progesteron. Hormon inilah yang digunakan dalam mendeteksi adanya kehamilan karena disekresikan ke dalam urin (air seni) sehingga dapat digunakan untuk mendeteksi kehamilan saat terjadi terlambat haid.

Jelas sekali bahwa proses mulai dari pembentukan sel gamet, fertilisasi, implantasi, sampai dengan proses adaptasi  membutuhkan zat-zat gizi yang baik. Jelas sekali bahwa mutlak bagi pasangan yang ingin mendapatkan kehamilan sehat mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Caranya adalah dengan menjaga tubuh bugar, berolahraga, mengkonsumsi makanan yang sehat, bervitamin, mengandung mikronutrien dan makronutrien cukup seperti sayur-sayuran segar, buah-buahan, ikan, telur, protein nabati dan hewani yang cukup. Pasangan juga dapat memeriksakan kesehatannya, bila ada penyakit atau infeksi dapat diobati. Contoh penyakit-penyakit kronis atau penyakit infeksi yang dapat mempengaruhi kuallitas kehamilan adalah penyakit diabetes mellitus (gula darah tinggi), hipertensi (tekanan darah tinggi), carries dentis (gigi berlubang), obesitas (kegemukan/berat badan berlebih), sakit jantung, sakit liver (hepatitis), sakit ginjal dan lain-lain. Penyakit infeksi tersebut harus diobati. Penyakit kronis tersebut harus dikontrol, seperti tekanan darah dan gula darahnya harus terkendali dengan diet yang mengandung buah-buahan, sayur-sayuran, serta aktivitas olahraga. Ibu dengan berat badan berlebih harus berolahraga, melakukan diet rendah kalori tinggi serat untuk menurunkan berat badannya. Selain itu hal yang baik juga adalah dengan melakukan vaksinasi jauh sebelum mempersiapkan kehamilan seperti vaksinasi hepatitis, vaksinasi campak, vaksinasi MMR, serta vaksinasi tetanus. Seyogyanya vaksinasi tersebut dilakukan jauh sebelum perencanaan kehamilan sehingga tubuh ibu sudah terlindungi terhadap penyakit infeksi guna mempersiapkan kehamilan yang sehat.

Hal yang salah kaprah terjadi di masyarakat kita adalah bahwa biasanya konsumsi zat-zat bergizi makronutrien atau mikronutrien (vitamin, buah, sayur, dll) dimulai saat mengetahui dirinya hamil atau tes kehamilan positif. Tetapi ketahuilah bahwa 10-20 hari sebelum tes kehamilan positif, sudah terjadi fertilisasi atau pembelahan sel. Baru mulai konsumsi zat-zat gizi setelah mengetahui hamil sebenarnya sudah sangat terlambat.  Karena proses fertilisasi dan pembelahan sel yang terjadi 10-20 hari sebelumnya membutuhkan zat-zat gizi yang penting untuk mencegah abnormalitas pembentukan sel janin. Maka, persiapkanlah proses kehamilan anda jauh-jauh hari sebelumnya dengan gaya hidup sehat sebelum tes kehamilan dinyatakan positif. Datanglah ke dokter anda, periksa kesehatan anda, ubahlah gaya hidup anda, kontrol tekanan darah dan gula darah anda jauh-jauh hari sebelum terjadi kehamilan.

KEHAMILAN SEHAT
JL. PERUMNAS RAYA NO 4
MALAKA SARI, DUREN SAWIT
JAKARTA TIMUR
0821 1311 1800

Like This Post? Share It

Leave a Reply