
Memenuhi kebutuhan nutrisi sejak hari pertama kehidupan si Kecil merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembangnya. Pada masa ini, ASI menjadi sumber nutrisi utama yang berperan besar dalam mendukung pertumbuhan, daya tahan tubuh, serta perkembangan bayi baru lahir. Namun, tidak sedikit Momsui yang masih merasa ragu dan bertanya-tanya apakah jadwal menyusui sudah tepat dan kebutuhan ASI bayi telah terpenuhi dengan baik. Memahami pola menyusui bayi baru lahir serta perubahan kebutuhan ASI sesuai usianya dapat membantu Momsui menjalani proses menyusui dengan lebih tenang dan percaya diri.
Jadwal menyusui bayi baru lahir sampai usia 6 bulan
Pada bayi baru lahir menyusui sebaiknya dilakukan sesuai permintaan bayi (on demand), bukan berdasarkan jam atau jadwal yang tidak fleksibel. Jadwal menyusui bayi tidak terbentuk secara langsung setelah lahir. Frekuensi dan pola menyusui bayi akan menyesuaikan tahap pertumbuhan dan kematangan sistem pencernaannya. Dibutuhkan beberapa waktu dan proses menyusu secara berkala sehingga bayi secara alami membentuk pola menyusui yang teratur setiap harinya. Berikut anjuran jadwal menyusui bayi baru lahir hingga usia enam bulan atau selama masa pemberian ASI eksklusif.
Usia 0-7 hari
- Frekuensi menyusu : 8-12 kali atau lebih dalam 24 jam
- Jarak antar menyusu : setiap 2-3 jam termasuk menyusu pada malam hari
- Durasi menyusu : sekitar 10-15 menit per sesi, dengan satu sesi untuk setiap sisi payudara. Kemudian pada sesi selanjutnya bergantian ke payudara di sisi lain.
Usia 1-4 minggu
- Frekuensi menyusu : 8-12 kali per hari
- Jarak antar menyusu : 2-3 jam di siang hari, bisa 3-4 jam di malam hari
- Pada usia ini bayi mulai memiliki pola menyusu yang lebih teratur, namun tetap fleksibel
Usia 1-6 bulan
- Frekuensi menyusu : 6-10 kali per hari
- Jadwal menyusu mulai lebih teratur, tetapi tetap disesuaikan dengan sinyal lapar bayi
- Menyusu malam hari bisa terjadi dan tergolong normal
Jadwal di atas dapat dijadikan panduan untuk Momsui sebagai referensi pemberian ASI yang teratur untuk si Kecil. Namun penting untuk diingat bahwa agar proses meng-ASI-hi lebih optimal sebaiknya ASI diberikan sesuai keinginan bayi.
Sebaiknya Momsui tidak menunggu bayi menangis untuk minta susu. Segera susui bayi ketika menunjukkan tanda lapar. Jika bayi (khususnya bayi baru lahir <1 minggu) tidur terlalu lama atau lebih dari 3 jam, Momsui boleh membangunkannya untuk menyusu.
Kebutuhan ASI pada bayi baru lahir

ukuran lambung bayi baru lahir. sumber : telekonseling kemenkes
Pada hari-hari awal kehidupan, kebutuhan ASI bayi baru lahir masih tergolong sedikit karena ukuran lambungnya yang sangat kecil. Di usia saat ini ukuran lambung pada bayi baru lahir masih sebesar kelereng. Sehingga pada hari pertama, bayi hanya membutuhkan sekitar 5-7 ml ASI setiap kali menyusu. Memasuki hari ketiga, kapasitas lambung bayi mulai bertambah sebesar bola pingpong, sehingga kebutuhan ASI meningkat menjadi sekitar 22-27 ml. Sementara itu, pada minggu pertama, ukuran lambung bayi membesar seukuran telur ayam dan kebutuhan ASI bayi bertambah menjadi sekitar 60-80 ml setiap kali menyusu.
Peningkatan kebutuhan ASI merupakan proses alami yang menyesuaikan pertumbuhan lambung bayi, sehingga Momsui tidak perlu khawatir jika di awal menyusui ASI yang keluar terlihat sedikit. Dengan menyusui sesuai kebutuhan bayi (on demand), tubuh Momsui akan menyesuaikan produksi ASI secara alami dengan kebutuhan si Kecil. Oleh karena itu, selain jadwal menyusui, Momsui juga perlu memastikan kecukupan ASI yang diminum bayi. Mengetahui tanda-tanda bayi cukup ASI tentunya membuat Momsui lebih percaya diri dalam menilai apakah proses menyusui sudah berjalan dengan optimal dan sesuai dengan kebutuhan si Kecil.
Tanda bayi cukup ASI
Mengetahui apakah bayi mendapatkan ASI yang cukup sering menjadi kekhawatiran bagi Momsui, terutama pada awal masa menyusui. Padahal, kecukupan ASI tidak dapat dinilai hanya dari durasi menyusu atau frekuensi bayi menangis.
Ada beberapa tanda yang dapat Momsui perhatikan untuk menilai apakah kebutuhan ASI si Kecil sudah terpenuhi dengan baik, yaitu :
- Bayi menyusu secara responsif sesuai isyarat lapar dan kenyang
- Setelah merasa kenyang menyusu, menoleh atau mendorong payudara dan tidak aktif lagi menghisap, bayi akan melepaskan payudara Momsui dengan sendirinya
- Bayi terlihat tenang dan puas setelah menyusu
- Payudara Momsui terasa lebih lembut atau tidak tegang setelah menyusui
- Frekuensi BAK (Buang Air Kecil) minimal 6 kali per 24 jam (mulai usia 6 hari ke atas), urin berwarna jernih
- Frekuensi BAB (Buang Air Besar) normal sesuai usianya (>4 kali per hari pada bayi baru lahir di hari ke-4 sampai 4 minggu).
- BAB berwarna kuning terutama pada bayi berusia 4-5 hari
- Bayi mengalami kenaikan berat badan sesuai kurva pertumbuhan dan tidak turun lebih dari 10% setelah lahir
Jika sebagian besar tanda di atas terpenuhi, Momsui tidak perlu khawatir karena hal tersebut menunjukkan bahwa bayi mendapatkan ASI yang cukup untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.
Untuk mendukung proses meng-ASI-hi lebih optimal, Momsui bisa berkonsultasi dengan tenaga profesional dokter konselor laktasi di KS Women and Children Clinic. Konsultasi laktasi dapat membantu Momsui untuk mendapatkan pendampingan dan konseling terkait pemberian ASI yang optimal, pemantauan tumbuh kembang bayi hingga solusi untuk mengatasi berbagai tantangan selama menyusui. Sehingga proses meng-ASI-hi dapat berjalan dengan nyaman, efektif dan optimal untuk Momsui dan si Kecil.









0 Comments