Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Apa Itu Strabismus atau mata juling pada Anak? Kenali Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

apa itu strabismus

 

Mom & Dad pastinya khawatir saat menyadari mata si Kecil tampak tidak sejajar atau mengarah ke arah yang berbeda. Kondisi ini sering menimbulkan banyak pertanyaan, mulai dari apakah hal tersebut normal, apakah akan membaik dengan sendirinya, hingga apakah dapat mempengaruhi penglihatan anak ke depannya. Salah satu kemungkinan yang perlu Mom & Dad ketahui adalah strabismus atau mata juling, yaitu gangguan kesejajaran mata yang cukup sering terjadi pada anak dan perlu mendapatkan perhatian sejak dini. 

Apa itu strabismus atau mata juling ?

Strabismus atau mata juling adalah kondisi mata yang cukup sering dijumpai pada anak-anak usia 1-3 tahun. Pada kondisi ini, kedua mata si Kecil tidak sejajar dan tidak mengarah ke titik yang sama secara bersamaan. 

strabismus pada anak

jenis strabismus, sumber healthcare.utah.edu

Ada beberapa jenis strabismus yaitu : 

  • Esotropia : satu atau kedua mata mengarah ke dalam menuju hidung
  • Eksotropia : satu atau kedua mata berputar ke arah luar menuju telinga
  • Hipertropia : salah satu mata bergerak ke atas sehingga tidak sejajar
  • Hipotropia : salah satu mata bergerak ke bawah sehingga pandangan mata tidak sejajar

Tipe strabismus yang paling sering terjadi yaitu esotropia dan eksotropia. 

Penting bagi Mom & Dad untuk mengetahui bahwa strabismus bukan hanya masalah pada penampilan mata, tetapi juga dapat mempengaruhi perkembangan penglihatan anak jika tidak ditangani dengan tepat sejak dini. 

Penyebab strabismus pada anak 

Ada berbagai alasan mengapa mata anak bisa tampak mengarah ke arah yang berbeda. Salah satu penyebab yang paling umum adalah gangguan penglihatan, seperti rabun dekat dan rabun jauh. 

Ketika penglihatan anak buram, mata harus bekerja lebih keras untuk dapat melihat dengan jelas. Kondisi ini dapat menimbulkan ketegangan pada otot mata sehingga mata menjadi tidak sejajar atau tampak juling. 

Selain itu, strabismus pada anak dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut : 

  • Gangguan penglihatan seperti rabun dekat dan rabun jauh 
  • Kelahiran prematur yang dapat mempengaruhi perkembangan saraf otot mata 
  • Gangguan saraf (neurologis) yaitu kondisi yang berkaitan dengan fungsi otak 
  • Kondisi genetik, seperti Down Syndrome 
  • Masalah pada mata, misalnya katarak (kekeruhan pada lensa mata yang seharusnya jernih) 
  • Riwayat cedera mata 
  • Faktor keturunan dari keluarga dengan riwayat strabismus 

Namun, penting untuk Mom & Dad ketahui bahwa pada sebagian anak, strabismus dapat muncul tanpa sebab yang jelas. Oleh karena itu, pemeriksaan mata sejak dini sangat dianjurkan agar kondisi ini dapat terdeteksi lebih awal dan mendapatkan penanganan yang tepat. 

Gejala strabismus pada anak 

Mom & Dad mungkin memperhatikan bahwa mata si Kecil tampak mengarah ke arah yang berbeda pada saat yang bersamaan. Selain itu, anak juga bisa menunjukkan beberapa kebiasaan tertentu saat melihat sesuatu. 

Beberapa tanda yang dapat Mom & Dad perhatikan, antara lain : 

  • Anak sering menutup salah satu mata, terutama saat melihat benda jauh dan terang
  • Mata anak terlihat tidak sejajar atau mengarah ke arah yang berbeda 
  • Anak memiringkan kepala saat fokus melihat suatu objek 
  • Anak tampak kesulitan memfokuskan pandangan 

Tanda-tanda ini tidak hanya bisa disadari oleh orang tua, tetapi juga oleh dokter anak, perawat sekolah, atau guru yang sering berinteraksi dengan anak. 

Jika Mom & Dad mencurigai adanya gejala tersebut, sebaiknya segera bawa si Kecil ke dokter spesialis anak untuk menjalani pemeriksaan mata secara menyeluruh. 

Penanganan strabismus pada anak 

Pengobatan strabismus bertujuan untuk membantu meluruskan posisi mata, meningkatkan kerjasama kedua mata, serta mendukung perkembangan penglihatan anak secara optimal. Jenis penanganan akan disesuaikan dengan penyebab, usia anak, dan tingkat keparahan kondisi yang dialami. 

1. Kacamata 

Pada beberapa anak, strabismus dapat membaik dengan penggunaan kacamata. Jika si Kecil mengalami rabun dekat atau rabun jauh, penglihatan yang kabur membuat mata harus bekerja lebih keras untuk melihat jelas. 

Ketegangan ini dapat menyebabkan mata menjadi tidak sejajar. Dengan kacamata yang tepat, penglihatan anak menjadi lebih jelas sehingga kesejajaran mata dapat membaik. 

2. Penutup mata atau obat tetes mata 

Untuk pengobatan mata juling, biasanya dokter spesialis mata anak biasanya akan merekomendasikan : 

  • Menggunakan penutup mata (patching) untuk menutup mata yang lebih kuat 
  • Obat tetes mata sebagai alternatif penutup mata 

Terapi ini bertujuan untuk memperkuat mata yang lebih lemah agar kedua mata dapat bekerja sama dengan lebih baik dan membantu anak menatap mata lurus ke depan.

3. Operasi strabismus (mata juling)

Pada kondisi tertentu, operasi otot mata diperlukan untuk meluruskan posisi mata. Operasi ini dilakukan oleh dokter spesialis mata anak yang memiliki pelatihan khusus untuk menangani mata anak dengan aman dan efektif. 

Ketiga penanganan di atas merupakan bagian dari pendekatan bertahap yang disesuaikan dengan kondisi si Kecil. Setiap kondisi strabismus atau mata juling pada anak memerlukan penanganan yang berbeda. 

Meski seringkali terlihat ringan, gangguan kesejajaran mata dapat mempengaruhi perkembangan penglihatan, kemampuan fokus, hingga aktivitas sehari-hari si Kecil apabila tidak ditangani dengan tepat. 

Jika Mom & Dad menemukan gejala pandangan mata yang tidak simetris pada si Kecil sebaiknya segera periksa dan konsultasi ke dokter spesialis anak. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian sejak dini. 

Dengan mengenali tanda dan gejalanya lebih awal, memahami penyebabnya, serta menjalani penanganan yang sesuai, Mom & Dad dapat membantu mendukung kesehatan mata dan kualitas penglihatan si Kecil di masa depan. 

Penulis

sribulogin

Tanggal

02/04/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

02/04/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares