Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Vaksin BCG: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping pada Bayi

Vaksin BCG Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping pada Bayi

Vaksin BCG merupakan salah satu imunisasi dasar yang penting diberikan sejak bayi baru lahir. Vaksin ini berperan dalam melindungi bayi dari tuberkulosis (TBC), terutama bentuk TBC berat yang dapat menyerang paru-paru, otak, dan organ vital lainnya. 

Melalui pemahaman yang tepat mengenai manfaat vaksin BCG, jadwal pemberian, serta kemungkinan efek samping setelah imunisasi, Mom & Dad dapat lebih percaya diri dalam memberikan imunisasi untuk si Kecil. 

Apa itu vaksin BCG?

Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guérin) adalah vaksin yang diberikan untuk mencegah infeksi tuberkulosis (TBC). TBC merupakan penyakit menular yang umumnya menyerang paru-paru, namun pada bayi dan anak kecil dapat berkembang menjadi bentuk yang lebih berat. 

Selain melindungi dari TBC paru, vaksin BCG juga berperan penting dalam mencegah komplikasi serius akibat TBC, seperti meningitis TB (TBC yang menyerang otak) dan TBC milier yang dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Vaksin ini bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh bayi agar mampu mengenali dan melawan bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab TBC. Oleh karena itu, pemberian vaksin BCG sejak dini menjadi langkah penting dalam memberikan perlindungan awal bagi bayi terhadap risiko infeksi TBC yang berat.

Vaksin BCG pada usia berapa?

Vaksin BCG direkomendasikan bagi kelompok yang memiliki risiko tinggi terpapar tuberkulosis, seperti bayi dan anak-anak, individu yang tinggal di lingkungan dengan angka kejadian TBC tinggi, serta orang dengan risiko paparan akibat pekerjaan tertentu, misalnya tenaga kesehatan yang menangani pasien TBC. Selain itu, vaksin BCG juga diperuntukkan kepada anak yang baru pindah ke Indonesia dari negara yang tidak mendapatkan vaksin BCG.

Pada bayi, vaksin BCG dianjurkan diberikan sejak dini sebagai bagian dari imunisasi dasar. Umumnya, vaksin BCG dapat diberikan saat bayi sebelum berusia 1 bulan. 

Pada bayi berusia 3 bulan atau lebih, vaksin BCG dapat diberikan apabila hasil uji tuberkulin menunjukkan hasil negatif. Namun, apabila uji tuberkulin tidak tersedia, vaksin BCG tetap dapat diberikan. Dalam kondisi ini, orang tua perlu waspada terhadap munculnya reaksi lokal yang terjadi lebih cepat pada minggu pertama setelah imunisasi. Jika hal tersebut terjadi, pemeriksaan lanjutan perlu dilakukan untuk memastikan diagnosis TBC.

Pemberian vaksin BCG sesuai jadwal penting dilakukan untuk memberikan perlindungan optimal terhadap TBC berat sejak awal kehidupan bayi. Orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna memastikan waktu pemberian vaksin yang paling tepat sesuai kondisi bayi.

Manfaat BCG 

Vaksin BCG diberikan untuk membantu melindungi bayi dan anak dari penyakit tuberkulosis, terutama bentuk TBC berat yang berisiko menimbulkan komplikasi serius.

Manfaat vaksin BCG:

  • Melindungi bayi dan anak dari infeksi tuberkulosis (TBC).
  • Menurunkan risiko TBC berat, seperti meningitis TB dan TBC milier.
  • Membantu mencegah komplikasi TBC yang dapat memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak.
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan bakteri penyebab TBC.
  • Mengurangi tingkat keparahan penyakit apabila anak tetap terinfeksi TBC.

Dengan memahami manfaat vaksin BCG, orang tua diharapkan dapat melengkapi imunisasi bayi sesuai jadwal agar perlindungan terhadap TBC dapat diberikan sejak dini secara optimal.

Kontraindikasi vaksin BCG

Vaksin BCG merupakan jenis vaksin hidup yang mengandung bakteri tuberkulosis yang dilemahkan. Sehingga untuk pemberiannya harus sesuai dengan anjuran dokter.

Pada beberapa kondisi tertentu, ada beberapa orang yang tidak bisa diberikan vaksin BCG :

  • Sudah pernah menerima imunisasi BCG 
  • Sedang menderita TBC atau pernah menderita TBC sebelumnya
  • Mengalami alergi terhadap salah satu bahan dalam vaksin BCG 
  • Bayi atau anak dengan imun yang lemah karena kondisi HIV maupun pengobatan kemoterapi atau obat-obatan penekan sistem imun.

Jika si Kecil sedang demam tinggi atau mengalami infeksi kulit, sebaiknya Mom & Dad tunggu hingga ia sembuh sebelum menerima vaksin BCG. Jadwal vaksin selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi berdasarkan anjuran dokter. 

Efek samping vaksin BCG pada bayi 

Vaksin BCG diberikan melalui suntikan intrakutan (intra cutan/IC) atau suntikan di bawah lapisan kulit. Setelah pemberian vaksin, bayi dapat mengalami beberapa efek samping yang umumnya bersifat ringan dan merupakan respons normal tubuh terhadap vaksin.

Efek samping yang sering muncul antara lain luka atau benjolan seperti bisul di area bekas suntikan. Luka ini biasanya tampak sebagai gelembung kecil yang menonjol beberapa hari hingga minggu setelah penyuntikan, kemudian berubah menjadi lepuh atau luka terbuka dalam waktu sekitar dua minggu. Selanjutnya, luka akan mengering, membentuk kerak, dan sembuh secara bertahap dalam beberapa minggu hingga bulan. Setelah sembuh, luka ini umumnya meninggalkan bekas atau tanda kecil di lengan.

Mom & Dad tidak perlu khawatir karena reaksi tersebut tergolong normal. Usahakan area bekas suntikan tetap terbuka dan bersih. Apabila lepuhan mengeluarkan cairan atau nanah, bersihkan dengan perban kering dan steril. Sebaiknya hindari penggunaan plester secara terus-menerus karena dapat membuat luka tertutup dan memperlambat proses penyembuhan.

Selain reaksi lokal, beberapa bayi juga dapat mengalami demam ringan, sakit kepala, atau pembengkakan kelenjar getah bening di area ketiak dekat lokasi suntikan. Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan akan membaik dengan sendirinya.

Meski jarang terjadi, terdapat pula efek samping serius yang perlu diwaspadai, seperti reaksi alergi berat (anafilaksis) atau terbentuknya abses akibat penumpukan nanah. Efek samping dari vaksin ini sangat jarang terjadi sehingga pemberian vaksinasi tetap sangat disarankan sehingga dapat mencegah kematian akibat TBC.

Apabila Mom & Dad melihat tanda efek samping yang tidak wajar, berlangsung lama, atau menimbulkan kekhawatiran, segera konsultasikan kondisi si kecil dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic. Dengan pendampingan yang tepat dan fasilitas yang lengkap, kesehatan dan kenyamanan si Kecil dapat dipantau dengan optimal. 

Penulis

sribulogin

Tanggal

02/05/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

02/05/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Mengenal Kandungan Gizi ASI dan Manfaatnya untuk Bayi

Mengenal Kandungan Gizi ASI dan Manfaatnya untuk Bayi

ASI matur mengandung sekitar 3–5% lemak, 0,8–0,9% protein, serta 6,9–7,2% karbohidrat yang sebagian besar berupa laktosa, dan sekitar 0,2% mineral. Kandungan energi dalam ASI matur berkisar antara 60–75 kkal per 100 ml, yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan...

read more
Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares