
ASI matur mengandung sekitar 3–5% lemak, 0,8–0,9% protein, serta 6,9–7,2% karbohidrat yang sebagian besar berupa laktosa, dan sekitar 0,2% mineral. Kandungan energi dalam ASI matur berkisar antara 60–75 kkal per 100 ml, yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi bayi. Selain itu, protein dalam kolostrum jauh lebih tinggi, sementara kandungan karbohidratnya lebih rendah, jika dibandingkan dengan ASI matur. Lemak dalam ASI tidak menunjukkan perubahan yang konsisten sepanjang masa laktasi, tetapi dapat bervariasi cukup besar sepanjang hari dan cenderung meningkat selama proses menyusui.
Tahapan ASI sesuai kebutuhan bayi
ASI memiliki beberapa jenis yang disesuaikan dengan tahap laktasi. Komposisi ASI dapat berubah, bahkan dalam satu sesi menyusui. Setiap bayi memiliki kebutuhan yang berbeda terkait rasa lapar dan haus, sehingga ASI secara alami menyesuaikan kandungan nutrisi dan cairannya.
Kolostrum
Kolostrum merupakan cairan pertama yang diproduksi ibu pada 1–7 hari pertama setelah kelahiran. Jenis ASI ini berbeda dari ASI transisi dan ASI matur. Kolostrum mengandung protein yang lebih tinggi, lemak yang lebih rendah, serta kaya akan zat antibodi yang berperan penting dalam melindungi bayi baru lahir.
ASI transisi
ASI transisi merupakan fase peralihan dari kolostrum menjadi ASI matur. Pada tahap ini, proses laktasi mulai terbentuk dan produksi ASI meningkat di jaringan payudara. Biasanya ASI transisi diproduksi pada hari ke-8 hingga ke-20 setelah melahirkan.
ASI matur
ASI matur mulai diproduksi sekitar 20 hari setelah kelahiran. Kandungannya dapat bervariasi pada setiap ibu, dengan nilai energi (kalori) berkisar antara 270–315 kJ per 100 mL.
Perbedaan ini terutama dipengaruhi oleh variasi kandungan lemak, yang cenderung meningkat seiring berlangsungnya proses menyusui. Selain nutrisi, ASI matur tetap mengandung faktor imun dan komponen non-nutrisi penting lainnya yang mendukung kesehatan dan tumbuh kembang bayi.
Kandungan komposisi ASI dan manfaatnya
Air
Air merupakan komponen utama ASI, yaitu sekitar 87% dari keseluruhan kandungannya. Jumlah air ini berperan penting dalam menjaga hidrasi bayi secara optimal, sehingga bayi tidak memerlukan tambahan cairan lain, bahkan saat cuaca panas atau ketika mengalami demam, selama proses menyusu berjalan dengan baik.
Karbohidrat
ASI mengandung sekitar 80 g/L karbohidrat dengan nilai energi sekitar 4 kkal per gram, di mana sekitar 85% diantaranya berupa laktosa. Laktosa merupakan sumber energi utama bagi bayi, membantu meningkatkan penyerapan kalsium, serta berperan dalam mencegah gangguan pertumbuhan tulang seperti rakhitis. Selain itu, laktosa mendukung pertumbuhan flora usus yang bermanfaat, khususnya bifidobacteria.
Di dalam tubuh bayi, laktosa dipecah oleh enzim laktase menjadi glukosa, yang digunakan untuk aktivitas fisik, dan galaktosa, yang penting untuk perkembangan otak.
Lemak
ASI mengandung sekitar 38 g/L lemak dengan nilai energi rata-rata 9 kkal per gram, sehingga lemak menjadi sumber energi utama yang menyumbang sekitar 50% dari total kalori ASI.
Lemak dalam ASI mengandung asam lemak esensial yang sangat penting untuk perkembangan otak dan sistem neurosensori bayi. Asam lemak ini kemudian diubah menjadi asam lemak tak jenuh seperti omega-6, omega-3, dan DHA, yang berperan dalam pematangan otak dan retina mata.
Protein
ASI mengandung protein yaitu sekitar 8–12 g/L dengan nilai energi 4 kkal per gram. Protein dalam ASI juga lebih mudah dicerna dan diserap oleh sistem pencernaan bayi dibandingkan protein dari sumber nutrisi lain. Protein dari ASI berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan sistem kekebalan tubuh si Kecil.
Enzim
ASI mengandung berbagai enzim penting, seperti protease, lipase, dan amilase, yang membantu bayi mencerna protein, lemak, dan karbohidrat secara optimal sesuai dengan kemampuan sistem pencernaannya.
Garam Mineral
ASI mengandung sekitar 2,5 g/L garam mineral, yang berperan penting dalam mencegah dehidrasi serta membantu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh bayi. Kandungan ini juga mendukung fungsi ginjal bayi agar tidak bekerja terlalu berat, sehingga aman bagi sistem ekskresi bayi yang masih berkembang.
Vitamin
ASI mengandung berbagai vitamin penting yang dibutuhkan bayi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Kandungan vitamin dalam ASI dipengaruhi oleh pola makan dan status gizi ibu, sehingga asupan nutrisi ibu selama menyusui sangat berperan.
ASI menyediakan vitamin larut lemak dan larut air dalam bentuk yang mudah diserap tubuh bayi, membantu menjaga daya tahan tubuh, mendukung pertumbuhan sel, serta menunjang fungsi organ bayi secara optimal.
Kesimpulan
ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi si Kecil karena mengandung berbagai zat gizi penting yang berperan dalam mendukung tumbuh kembang, daya tahan tubuh, serta perkembangan otak secara optimal.
Oleh karena itu, penting bagi Momsui untuk mengoptimalkan proses meng-ASI-hi sejak dini. Agar pemahaman dan wawasan seputar ASI lebih maksimal. Momsui dapat berkonsultasi dengan dokter konselor laktasi di KS Women and Children Clinic. Sehingga bisa mendapatkan dampingan dan pelayanan seputar menyusui secara menyeluruh, serta solusi atas berbagai kendala yang mungkin dihadapi selama masa menyusui.
Dengan pendampingan yang tepat, Momsui dapat memberikan ASI secara optimal sehingga kebutuhan nutrisi si Kecil terpenuhi dengan baik dan proses menyusui menjadi pengalaman yang lebih nyaman dan menyenangkan.









0 Comments