Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Apa itu IMD dan Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

apa itu IMD

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan langkah awal penting dalam mendukung kesehatan bayi dan keberhasilan menyusui. Namun, tidak semua proses IMD berjalan optimal karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai dari kondisi ibu dan bayi hingga dukungan lingkungan sekitar. Melalui artikel ini, Momsui akan mengetahui apa itu IMD. Dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini agar Momsui dapat lebih siap menjalani proses tersebut.

Apa itu IMD?

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses awal menyusui yang dilakukan segera setelah bayi lahir. IMD dilakukan melalui kontak kulit ke kulit antara bayi dan ibu dalam waktu 1 (satu) jam pertama setelah kelahiran. Bayi diletakkan di dada ibu tanpa pakaian agar dapat secara alami mencari dan mulai menyusu. 

Cara bayi melakukan inisiasi menyusu dini dikenal dengan istilah the breast crawl, yaitu proses alami ketika bayi merangkak secara perlahan untuk mencari dan menemukan payudara ibu.

Proses ini berlangsung minimal 1 (satu) jam dan dilakukan pada ibu serta bayi yang berada dalam kondisi stabil sejak proses persalinan.

IMD menjadi langkah awal yang penting untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI serta membantu adaptasi bayi terhadap kehidupan di luar rahim. Selain itu, IMD dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bayi yang baru lahir segera menerima ASI kolostrum.

Kolostrum merupakan cairan berwarna kekuningan yang kaya akan nutrisi dan antibodi penting, yang berperan sebagai makanan pertama sekaligus perlindungan imun pertama bagi bayi baru lahir. 

Berapa lama waktu IMD?

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) umumnya dilakukan selama minimal 1 (satu) jam pertama setelah bayi lahir. Proses IMD sebaiknya tidak terburu-buru, karena setiap bayi memiliki waktu yang berbeda untuk beradaptasi. Selama kondisi ibu dan bayi stabil, IMD dapat dilanjutkan hingga bayi berhasil menyusu dengan nyaman.

Proses pelaksanaan IMD dilakukan dengan pendampingan tenaga kesehatan setelah Momsui melahirkan dan diawasi secara berkala untuk menilai kondisi ibu dan bayi. Pemantauan ini bertujuan memastikan bayi dapat bernapas dengan baik, suhu tubuh tetap stabil, serta proses menyusu berlangsung aman dan nyaman tanpa mengganggu pemulihan ibu pasca persalinan.

Apa manfaat IMD bagi ibu dan bayi?

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) memberikan berbagai manfaat penting, baik bagi bayi maupun Momsui. Proses ini tidak hanya mendukung kesehatan fisik bayi sejak awal kehidupan, tetapi juga berperan besar dalam keberhasilan menyusui serta pemulihan Momsui setelah persalinan.

Manfaat IMD diantaranya adalah :

  • Membantu melindungi bayi baru lahir dari berbagai risiko infeksi karena saat IMD akan keluar kolostrum yang berperan sebagai antibodi 
  • Berperan dalam menurunkan angka kematian pada bayi baru lahir
  • Mendukung terbentuknya ikatan emosional (bonding) yang kuat antara ibu dan bayi
  • Memberikan dampak positif terhadap keberhasilan dan durasi pemberian ASI eksklusif
  • Membantu merangsang dan meningkatkan produksi ASI
  • Kontak kulit ke kulit (skin to skin) sejak dini membantu menstabilkan suhu tubuh bayi baru lahir
  • Memungkinkan kolonisasi bakteri baik dari kulit ibu yang berperan penting dalam melindungi dan mendukung sistem kekebalan tubuh bayi.
  • Menyusui dalam satu jam pertama setelah kelahiran merupakan faktor penting yang dapat meningkatkan keberhasilan dan keberlanjutan pemberian ASI eksklusif di kemudian hari.

Dengan berbagai manfaat tersebut, IMD menjadi langkah awal yang sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal sekaligus memperkuat peran ibu dalam proses menyusui. Oleh karena itu, pelaksanaan IMD sebaiknya diupayakan pada setiap persalinan selama kondisi ibu dan bayi memungkinkan.

Faktor yang mempengaruhi IMD berhasil 

Keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Mulai dari kondisi ibu dan bayi hingga dukungan lingkungan sekitar, semua berperan penting agar proses IMD dapat berjalan dengan lancar dan optimal, diantaranya adalah : 

  • Proses persalinan yang berjalan aman
  • Kondisi ibu dan bayi yang stabil setelah melahirkan, tanpa adanya indikasi medis yang memerlukan tindakan khusus
  • Pemahaman ibu tentang pentingnya IMD dan berbagai manfaatnya bagi ibu maupun bayi.
  • Dukungan dari suami dan keluarga yang memberikan rasa tenang dan semangat kepada ibu dalam menjalani proses IMD setelah persalinan.
  • Peran tenaga kesehatan yang mendukung dan siap membantu, sehingga proses IMD dapat dilakukan dengan nyaman dan aman.
  • Ketersediaan tenaga kesehatan yang cukup serta keterampilan mereka dalam mendampingi pelaksanaan IMD agar dapat berjalan dengan optimal.

Pemenuhan faktor-faktor tersebut perlu dipersiapkan sejak masa kehamilan melalui edukasi yang tepat dan perencanaan persalinan yang matang. Dengan pemahaman yang baik, ibu dan keluarga dapat berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan IMD, sehingga proses menyusu dini dapat berjalan sesuai anjuran dan memberikan manfaat maksimal bagi ibu dan bayi.

Dengan persiapan yang matang dan dukungan yang tepat, IMD dapat menjadi awal yang baik dalam perjalanan menyusui Momsui dan si kecil. Konsultasi sejak masa kehamilan sangat dianjurkan agar Momsui memahami apa itu dan proses IMD serta mengetahui cara mengatasi kendala yang mungkin muncul. 

Momsui dapat berkonsultasi dengan dokter konselor laktasi di KS Women and Children Clinic. Sehingga bisa mendapatkan layanan profesional, edukasi menyeluruh, dan fasilitas yang mendukung keberhasilan IMD dan ASI eksklusif.

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

02/09/2026

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

02/09/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares