Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Melatih Fokus Anak saat Belajar : Tips Efektif dan Mudah Dilakukan Mom & Dad

Cara Melatih Fokus Anak saat Belajar Tips Efektif dan Mudah Dilakukan Mom & Dad

Setiap anak memiliki kemampuan fokus yang berkembang secara bertahap sesuai usianya. Namun, tidak sedikit Mom & Dad yang merasa khawatir ketika si kecil terlihat mudah terdistraksi atau sulit berkonsentrasi saat bermain maupun belajar, terutama pada anak usia sekolah. Padahal, kemampuan fokus merupakan keterampilan penting yang berperan dalam perkembangan kognitif, emosi, dan kesiapan belajar anak ke depannya. Kabar baiknya, fokus anak dapat dilatih sejak dini melalui cara-cara sederhana yang mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. 

Tanda-tanda kurang fokus pada anak 

Kemampuan fokus pada setiap anak dapat berbeda-beda, terutama pada usia dini. Namun, ada beberapa tanda yang dapat membantu Mom & Dad kenali jika anak mengalami kesulitan dalam mempertahankan fokusnya. Berikut beberapa tanda kurang fokus pada anak yang perlu diperhatikan:

  • Sulit duduk diam dalam waktu tertentu.
  • Kesulitan mengikuti instruksi atau arahan sederhana.
  • Tidak mampu mempertahankan alur berpikir dalam satu aktivitas.
  • Sering melamun atau menatap kosong.
  • Mudah kehilangan kesabaran saat melakukan kegiatan.
  • Membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan suatu tugas.
  • Sering tampak gelisah ketika mengerjakan tugas atau aktivitas tertentu.

Jika tanda-tanda tersebut sering muncul dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari anak, sebaiknya Mom & Dad memberikan stimulasi yang tepat dan mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau profesional terkait agar perkembangan fokus anak dapat didukung secara optimal sejak dini.

Tips melatih fokus anak 

Melatih fokus pada anak usia sekolah bisa Mom & Dad mulai dari rumah. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

Menggabungkan Ritme dalam Aktivitas Anak

Sebuah studi pada tahun 2011 memvalidasi bahwa anak-anak dengan kesulitan fokus dapat mengalami peningkatan prestasi belajar ketika mendengarkan musik saat belajar. Ritme atau irama musik bisa menjadi terapi yang memberikan ketenangan. Sehingga membantu otak bekerja lebih teratur dalam menerima, memproses, dan merespons informasi. Selain itu, mengaitkan ritme dengan aktivitas tertentu dapat memberikan stimulasi kognitif yang mendukung peningkatan daya ingat dan kemampuan fokus anak.

Bermain puzzle 

Dengan bermain puzzle, anak belajar untuk memusatkan perhatian, melatih pemrosesan visual, serta menyelesaikan masalah secara bertahap. Selain melatih konsentrasi, puzzle yang melibatkan koordinasi mata dan tangan juga berperan dalam mengembangkan keterampilan motorik halus anak. Permainan puzzle juga sebagai sarana untuk mendukung perkembangan kognitif dan fokus anak secara optimal.

Buat Pekerjaan Rumah Lebih Menarik

Anak dengan kecenderungan sulit konsentrasi biasanya memiliki energi yang tinggi. Agar energi tersebut tersalurkan dengan baik, pekerjaan rumah dapat dikemas menjadi aktivitas yang lebih aktif dan menyenangkan. Menggabungkan gerakan fisik ringan saat belajar dapat membantu anak lebih mudah berkonsentrasi.

Sebagai contoh, Mom & Dad dapat mengajak anak bermain lempar bola sambil mengerjakan soal. Orang tua membacakan pertanyaan, lalu anak menjawab sambil melempar bola kembali. Cara ini membuat proses belajar terasa lebih seru dan tidak membosankan, sehingga anak lebih terlibat dan fokus. Dengan mencoba metode belajar yang kreatif dan variatif, fokus anak dapat meningkat secara bertahap. 

Tetapkan Target Waktu Belajar yang Realistis

Menentukan batas waktu yang wajar saat anak mengerjakan tugas sekolah dapat membantu meningkatkan fokus dan motivasinya. Dengan adanya target waktu, anak belajar mengatur waktu dan menyelesaikan tugas dengan lebih terarah, sehingga konsentrasi dan produktivitasnya ikut meningkat.

Namun, setiap anak memiliki respons yang berbeda terhadap tekanan waktu. Beberapa anak justru dapat merasa tertekan dan kehilangan rasa percaya diri jika target terlalu ketat. 

Oleh karena itu, Mom & Dad perlu menyesuaikan batas waktu dengan kemampuan anak dan mengamati reaksinya. Untuk menambah semangat, orang tua juga dapat menerapkan sistem penghargaan sederhana, seperti pujian, pelukan, atau dukungan positif, yang dapat membuat anak merasa dihargai dan termotivasi.

Tips Tambahan untuk Melatih Fokus Anak

Selain cara-cara utama, ada beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan Mom & Dad untuk membantu meningkatkan fokus anak. Tugas dapat dibagi menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dipahami dan diselesaikan. Melibatkan anak dalam pekerjaan rumah tangga ringan juga dapat melatih konsentrasi sekaligus rasa tanggung jawab. Selain itu, pastikan anak memiliki waktu istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas, misalnya istirahat 5 menit setelah 15 menit belajar, agar anak tidak mudah lelah atau bosan.

Saat mendampingi anak melakukan latihan fokus, Mom & Dad disarankan untuk tetap tenang dan sabar. Anak cenderung meniru sikap orang tuanya, sehingga suasana yang positif dan terkendali akan membantu anak merasa lebih nyaman dan mampu berkonsentrasi dengan lebih baik.

Jika kesulitan fokus pada anak berlangsung terus-menerus atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, Mom & Dad disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic agar bisa mendapatkan evaluasi dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Penulis

sribulogin

Tanggal

02/12/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

02/12/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares