Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Cara Menjaga Produksi ASI Setelah Kembali Bekerja

Menjaga produksi ASI

Kembali aktif bekerja setelah masa cuti melahirkan selesai, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi ibu menyusui. Selain harus menyesuaikan waktu dengan rutinitas pekerjaan, tidak sedikit Momsui yang khawatir produksi ASI akan menurun karena waktu bersama bayi menjadi terbatas. Padahal, produksi ASI dapat tetap terjaga meskipun Momsui sudah kembali bekerja. Dengan manajemen yang baik, Momsui tetap bisa meng-ASI-hi dengan optimal untuk si Kecil. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga produksi ASI tetap optimal setelah kembali bekerja. 

Artikel lainnya : Sayuran Pelancar ASI yang Wajib Dikonsumsi Ibu Menyusui

1. Belajar memompa dan memerah ASI sebelum kembali bekerja

Sebelum kembali bekerja, sebaiknya Momsui sudah menyiapkan pompa ASI dan mempelajari cara menggunakannya dengan benar. Membaca panduan penggunaan pompa ASI atau berkonsultasi dengan konselor laktasi dapat membantu Momsui lebih nyaman saat memompa. 

Ada baiknya mulai memompa ASI beberapa minggu sebelum kembali bekerja. Selain untuk berlatih, cara ini juga membantu bayi terbiasa minum ASI dari botol. 

Saat berada jauh dari bayi, usahakan memompa ASI dengan frekuensi yang kurang lebih sama seperti jadwal bayi menyusu. Hal ini penting untuk membantu menjaga produksi ASI tetap stabil.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan pompa ASI dan seluruh bagiannya setelah digunakan. Membersihkan pompa secara rutin dapat membantu melindungi bayi dari kuman dan menjaga kualitas ASI tetap baik.

2. Pilih pompa ASI yang tepat untuk ibu bekerja

Memilih pompa ASI yang tepat dapat membantu Momsui memompa ASI dengan lebih nyaman dan efisien saat kembali bekerja. Saat ini tersedia berbagai jenis pompa ASI, mulai dari pompa manual hingga elektrik. Bagi ibu bekerja, pompa ASI elektrik sering menjadi pilihan karena dapat menghemat waktu dan membantu mengosongkan ASI lebih optimal. Pilihlah pompa ASI yang nyaman digunakan, mudah dibersihkan, serta sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas Momsui sehari-hari.

3. Persiapkan stok ASI perah sebelum mulai bekerja

Momsui dapat mulai memompa ASI beberapa minggu sebelum kembali bekerja untuk menyimpan ASI perah di dalam freezer. Stok ASI ini bisa menjadi cadangan pada hari-hari pertama saat Momsui mulai bekerja kembali. Selain itu, menyiapkan stok ASI lebih awal juga membantu bayi beradaptasi dengan pemberian ASI melalui botol oleh pengasuh, sehingga proses transisi dari menyusui langsung ke ASI perah dapat berjalan lebih lancar.

4. Pelajari cara menyimpan ASI perah dengan benar 

ASI yang baru diperah alias ASIP dapat disimpan di lemari es hingga sekitar 4 hari selama disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. Namun, jika kulkas tidak tersedia di tempat kerja, Momsui bisa menyimpan ASI dalam cooler bag berinsulasi yang dilengkapi ice pack, yang umumnya dapat menjaga kualitas ASI hingga sekitar 24 jam.

Setelah sampai di rumah, segera pindahkan ASI ke dalam kulkas atau freezer, atau gunakan sesuai kebutuhan bayi. Untuk penyimpanan, gunakan kantong khusus penyimpanan ASI atau wadah bersih yang aman untuk makanan, seperti yang berbahan kaca atau plastik dengan penutup rapat.

Agar lebih mudah digunakan, jangan lupa memberi label pada setiap wadah ASI, misalnya dengan menuliskan tanggal pemerahan. Cara ini membantu Momsui memastikan ASI yang diberikan kepada bayi adalah yang diperah lebih dahulu.

5. Diskusikan dengan pengasuh cara memberikan ASI perah kepada bayi

Diskusikan dengan pengasuh cara memberikan ASI perah kepada bayi. Pastikan pengasuh memahami cara memberikan ASI perah dengan benar, termasuk cara menggunakan botol, posisi bayi saat minum, serta tanda-tanda bayi sudah kenyang. Dengan komunikasi yang baik, bayi dapat tetap minum ASI dengan nyaman meskipun Momsui sedang bekerja.

6. Komunikasikan dengan atasan kebutuhan waktu untuk memompa ASI di tempat kerja

Sebelum kembali bekerja, Momsui dapat berdiskusi dengan atasan mengenai kebutuhan waktu untuk memompa ASI selama jam kerja. Biasanya, ibu menyusui perlu memompa ASI setiap 2–3 jam untuk menjaga produksi ASI tetap stabil. Dengan komunikasi yang baik, Momsui dapat menemukan waktu dan tempat yang nyaman untuk memompa ASI tanpa mengganggu pekerjaan.

7. Buat jadwal memompa ASI secara teratur untuk menjaga produksi ASI

Saat kembali bekerja, usahakan memompa ASI pada waktu yang kurang lebih sama dengan jadwal bayi biasanya menyusu, yaitu sekitar setiap 2–3 jam. Jadwal yang konsisten membantu menjaga produksi ASI tetap stabil karena produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip permintaan dan pengosongan payudara secara rutin.

8. Tetap menyusui secara langsung saat bersama bayi di rumah

Menyusui langsung tidak hanya membantu menjaga produksi ASI, tetapi juga mempererat ikatan emosional antara ibu dan bayi. Waktu menyusui sebelum berangkat kerja, sepulang kerja, atau saat malam hari bisa menjadi momen penting untuk tetap memenuhi kebutuhan ASI dan kedekatan dengan Si Kecil.

9. Pastikan asupan cairan dan nutrisi terpenuhi untuk menjaga produksi ASI

Selama menyusui, tubuh membutuhkan energi dan cairan yang cukup untuk memproduksi ASI. Oleh karena itu, Momsui disarankan untuk minum air putih secara cukup dan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti sayuran, buah, protein, serta sumber karbohidrat yang sehat. Asupan nutrisi yang baik dapat membantu menjaga stamina sekaligus mendukung produksi ASI tetap optimal.

10. Istirahat yang cukup dan kelola stres agar produksi ASI tetap optimal

Kelelahan dan stres dapat mempengaruhi produksi ASI, terutama bagi Momsui yang sedang menyesuaikan diri dengan rutinitas bekerja dan merawat bayi. Oleh karena itu, usahakan untuk tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup, misalnya dengan tidur saat bayi tidur atau membagi tugas dengan pasangan dan keluarga. Mengelola stres dengan baik juga dapat membantu tubuh tetap rileks sehingga proses produksi dan pengeluaran ASI dapat berjalan lebih lancar.

Penutup

Kembali bekerja sambil tetap memberikan ASI memang bisa menjadi tantangan bagi sebagian Momsui. Namun, dengan persiapan yang baik, dukungan dari orang sekitar, serta pengaturan waktu yang tepat, proses menyusui tetap dapat berjalan lancar.

Jika Momsui mengalami kesulitan dalam menjaga produksi ASI, memompa ASI, atau menyiapkan ASI perah saat kembali bekerja, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter konselor laktasi di KS Women and Children Clinic. Konsultasi dengan tenaga ahli dapat membantu Momsui mendapatkan solusi yang tepat agar perjalanan meng-ASI-hi tetap nyaman dan optimal untuk ibu maupun bayi.

 

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

03/10/2026

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

03/10/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares