Seperti yang Mom & Dad ketahui, vaksin polio merupakan salah satu perlindungan penting untuk membantu tubuh si Kecil melawan virus penyebab polio sekaligus mencegah risiko komplikasi yang bisa berbahaya. Vaksin ini dapat diberikan dalam dua cara, yaitu melalui tetesan mulut (OPV) maupun suntikan (IPV). Lalu, apa sebenarnya beda vaksin polio OPV dan IPV, serta mana yang lebih tepat untuk si Kecil? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Artikel lainnya : Apakah Vaksin Booster wajib untuk Anak? Ini Alasan dan Jadwal Pemberiannya
Apa beda vaksin polio suntik (IPV) dan polio tetes (OPV)?
Vaksin polio merupakan langkah penting untuk melindungi si Kecil dari infeksi virus polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan hingga komplikasi serius. Saat ini, vaksin polio tersedia dalam dua jenis, yaitu vaksin polio oral (OPV) dan vaksin polio suntik (IPV).
Meski keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk kekebalan tubuh terhadap virus polio, terdapat beberapa perbedaan penting yang perlu Mom & Dad pahami agar lebih yakin dalam memilih dan mengikuti jadwal imunisasi si Kecil.
Bentuk dan cara pemberian
- OPV (Oral Polio Vaccine) : Diberikan dengan dua tetes cairan vaksin polio ke dalam mulut si Kecil.
- IPV (Inactivated Polio Vaccine) : Diberikan melalui suntikan ke otot, umumnya di paha atau lengan sesuai usia anak.
Jenis vaksin
- OPV : Mengandung virus polio hidup yang telah dilemahkan. Virus ini tetap mampu merangsang sistem imun tanpa menyebabkan penyakit pada kondisi normal.
- IPV : Mengandung virus polio yang sudah dimatikan (inaktif). Tidak dapat berkembang biak sehingga tidak berisiko menyebabkan risiko mutasi virus polio.
Cara Kerja dalam Tubuh
- OPV : Membentuk kekebalan di seluruh tubuh, termasuk di saluran pencernaan (usus). Membantu mencegah penyebaran virus melalui tinja, sehingga efektif mengurangi penularan di lingkungan.
- IPV : Membentuk kekebalan terutama di dalam darah. Sangat efektif melindungi tubuh dari penyakit polio.
Perbedaan kandungan vaksin polio
Perbedaan penting lainnya antara OPV dan IPV terletak pada kandungan virus di dalam vaksin. Vaksin polio OPV mengandung virus polio yang dilemahkan. Virus ini masih hidup, tetapi sudah dimodifikasi sehingga tidak menyebabkan penyakit pada anak dengan daya tahan tubuh yang baik.
Karena bersifat hidup dan dilemahkan, vaksin OPV dapat membantu membentuk kekebalan di lingkungan sekitar, sehingga turut melindungi anak-anak lain. Vaksin ini melindungi dari infeksi virus polio tipe 1 dan tipe 3, serta diberikan secara oral dengan cara diteteskan langsung ke dalam mulut anak. Karena diberikan melalui mulut, OPV membantu membentuk kekebalan di saluran pencernaan dan berperan penting dalam mencegah penularan polio di lingkungan sekitar.
Sementara itu, vaksin polio IPV mengandung virus polio yang sudah dimatikan. Karena virusnya tidak aktif, vaksin IPV tidak dapat berkembang di dalam tubuh dan tidak berisiko menularkan virus. Kekebalan yang dihasilkan terutama bersifat sistemik, yaitu melindungi tubuh anak dari infeksi dan komplikasi polio. Vaksin Polio IPV merupakan jenis vaksin mati (inactivated) yang melindungi tubuh dari infeksi virus polio tipe 1, tipe 2, dan tipe 3.
Vaksin polio IPV biasanya diberikan bersamaan dengan vaksin lain sesuai jadwal imunisasi anak. Pemberian secara kombinasi ini bertujuan untuk mengurangi jumlah suntikan yang diterima si Kecil serta memudahkan Mom & Dad dalam mengikuti jadwal imunisasi. Meski diberikan bersamaan dengan vaksin lain, keamanan dan efektivitas vaksin IPV tetap terjaga.
Perbedaan jadwal pemberian vaksin polio
Perbedaan jadwal pemberian vaksin polio disesuaikan dengan jenis vaksin yang digunakan, yaitu vaksin polio OPV (tetes) dan IPV (suntik). Vaksin polio OPV diberikan sejak bayi baru lahir dengan cara meneteskan 2 tetes vaksin ke dalam mulut, kemudian dilanjutkan pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.
Sementara itu, vaksin polio IPV diberikan melalui suntikan dan umumnya dijadwalkan pada usia 4 bulan serta dosis lanjutan pada usia 9 bulan. Pengaturan jadwal yang mengkombinasikan OPV dan IPV ini bertujuan untuk memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi si Kecil, baik dari sisi kekebalan individu maupun pencegahan penularan polio di lingkungan sekitar.
Kelebihan dan kekurangan vaksin polio tetes
Vaksin polio OPV memiliki beberapa kelebihan, yaitu :
- Cara pemberiannya mudah karena tidak memerlukan suntikan, sehingga anak biasanya lebih nyaman
- Efektif dalam membentuk kekebalan di saluran cerna dan membantu memutus rantai penularan polio di masyarakat.
Namun, OPV juga memiliki keterbatasan, yaitu :
- Karena mengandung virus hidup yang dilemahkan, pada kondisi yang sangat jarang, virus dapat bermutasi dan menyebabkan gangguan terkait polio, terutama pada anak dengan sistem imun yang lemah. Meski risikonya sangat kecil, hal ini menjadi salah satu pertimbangan dalam penggunaan vaksin OPV.
Kelebihan dan kekurangan vaksin polio suntik
Vaksin polio IPV memiliki keunggulan utama dari segi keamanan, yaitu :
- Karena menggunakan virus yang sudah dimatikan, IPV tidak berisiko menyebabkan infeksi polio. Vaksin ini sangat aman digunakan, termasuk pada anak dengan kondisi kesehatan tertentu.
Di sisi lain, vaksin IPV memiliki kekurangan, yaitu :
- Tidak memberikan kekebalan di saluran pencernaan sekuat OPV. Artinya, meskipun anak terlindungi dari penyakit polio, virus masih bisa berkembang di saluran cerna jika terpapar, meskipun tanpa menimbulkan gejala.
- Karena diberikan melalui suntikan, beberapa anak mungkin merasa tidak nyaman saat imunisasi.
Lebih bagus vaksin polio tetes atau suntik?
Sebenarnya, tidak ada vaksin yang lebih baik atau lebih buruk secara mutlak. OPV dan IPV saling melengkapi dalam program imunisasi polio. Oleh karena itu, dalam praktiknya, anak sering kali mendapatkan kombinasi vaksin polio tetes dan suntik sesuai jadwal imunisasi yang dianjurkan.
Kombinasi ini bertujuan untuk memberikan perlindungan yang optimal, baik secara individu maupun dalam skala masyarakat. Dengan mengikuti jadwal imunisasi secara lengkap dan tepat waktu, Mom & Dad telah memberikan perlindungan terbaik bagi si Kecil dari risiko penyakit polio.
Agar pemberian vaksin polio lebih optimal, Mom & Dad dianjurkan untuk mengikuti jadwal imunisasi sesuai rekomendasi dokter dan tidak melewatkan dosis yang diperlukan.
Mom & Dad dapat berkonsultasi dan melakukan imunisasi anak bersama dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic. Dapatkan layanan imunisasi yang lengkap, aman, dan nyaman dengan tenaga kesehatan profesional. Yuk, jadwalkan kunjungan sekarang dan pastikan si Kecil mendapatkan perlindungan terbaik sejak dini.









0 Comments