Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Apakah Ibu Hamil Boleh Kerokan Badan saat Masuk Angin? Ini penjelasan lengkapnya!

ibu hamil boleh kerokan

 

Perubahan hormon selama kehamilan membuat tubuh Mommils mengalami banyak penyesuaian. Tak heran jika Mommils sering merasa cepat lelah, pegal, meriang, hingga daya tahan tubuh menurun sehingga lebih rentan merasa tidak enak badan. Dalam kondisi seperti ini, sebagian Mommils mungkin memilih kerokan sebagai cara praktis untuk meredakan keluhan, terutama saat merasa masuk angin atau badan terasa tidak nyaman. Metode ini memang sudah cukup umum dilakukan dan dipercaya dapat membantu tubuh terasa lebih ringan. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah ibu hamil boleh kerokan badan saat masuk angin? Mengingat kondisi kehamilan yang lebih sensitif, tentu tidak semua cara boleh dilakukan sembarangan. Yuk, simak penjelasan lengkapnya agar Mommils tetap aman dan nyaman selama masa kehamilan.

Artikel lainnya :  Hati-Hati! Jangan Pijat Perut saat Hamil

Mengapa kerokan menjadi andalan saat masuk angin?

Metode kerokan biasa dilakukan dengan menggosokkan perlahan bagian punggung dan area yang nyeri dengan koin atau benda pipih lainnya yang dilumasi minyak angin atau lotion hangat. 

Kerokan merupakan metode pengobatan alternatif yang sudah dipercaya sebagian masyarakat Indonesia. Biasanya, kerokan menjadi andalan ketika mengalami keluhan yang dikenal dengan masuk angin. 

Istilah masuk angin sendiri tidak ada dalam dunia medis, kondisi ini identik dengan gejala tidak enak badan, pegal linu, nyeri otot, perut kembung, sakit kepala, dan lain-lain. 

Kondisi kehamilan juga terkadang menyebabkan keluhan yang mirip gejala masuk angin. Tidak sedikit Mommils yang melakukan kerokan di badan untuk mengurangi rasa nyeri, pegal dan linu saat hamil. 

Sebelum Mommils ingin kerokan, pastikan apakah kerokan aman dilakukan untuk ibu hamil terlebih dahulu. 

Ibu hamil kerokan apakah aman?

Aman atau tidaknya ibu hamil yang melakukan kerokan tergantung pada metode dan bagian tubuh yang akan dikerok. Berikut beberapa tips untuk ibu hamil yang ingin kerokan saat sedang tidak enak badan atau masuk angin. 

Sebaiknya kerokan dilakukan dengan halus dan perlahan 

Kerokan dilakukan dengan menggesekkan benda tumpul di atas kulit dengan minyak sehingga muncul warna kemerahan pada permukaan kulit. Warna merah tersebut merupakan tanda iritasi dari gesekan koin saat badan sedang dikerok. 

Oleh karena itu disarankan untuk tidak melakukan kerokan yang terlalu kuat agar kulit tidak iritasi atau lebam berlebihan. 

Hindari penggunaan koin untuk kerokan karena tidak higienis 

Uang yang berbentuk koin sering digunakan untuk kerokan. Padahal koin tersebut sudah berpindah ke banyak tempat dan tentunya tidak bersih dan higienis. Bisa saja uang koin sudah terkontaminasi debu dan kotoran yang bisa mengiritasi kulit. Oleh karena itu, sebaiknya kerokan menggunakan alat khusus yang higienis seperti alat pijat yang terbuat dari kayu. 

Kerokan pada ibu hamil jangan terlalu sering

Saat kerokan memang bisa memberikan efek relaksasi dan mengurangi rasa nyeri pada sebagian orang. Namun, ibu hamil sebaiknya tidak terlalu sering melakukan kerokan. Selain beresiko iritasi, kerokan yang terlalu sering juga bisa membuat tegang dan kaku otot yang memiliki efek samping kontraksi dini. 

Ibu hamil hindari kerokan pada bagian tubuh tertentu 

Agar ibu hamil aman saat kerokan, sebaiknya bagian yang dikerok pada punggung dan lengan saja. Hindari kerokan pada area perut, dada dan leher. Kerokan di area perut beresiko menyebabkan kontraksi dini hingga keguguran.

Sedangkan, kerokan pada bagian dada bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Hal ini dikarenakan payudara ibu hamil sangat sensitif bahkan bisa menimbulkan kontraksi jika terlalu banyak sentuhan. Kerokan pada area leher juga sebaiknya dihindari karena dapat merusak pembuluh darah dan saraf. 

Perhatikan usia kehamilan ketika kerokan 

Kerokan yang aman dapat dilakukan pada ibu hamil setelah trimester pertama dan maksimal sampai usia kehamilan 34 minggu. Hal ini dikarenakan pada trimester pertama merupakan momen paling penting untuk tumbuh kembang janin. Dan pada usia kehamilan 34 minggu biasanya kondisi ibu hamil lebih sensitif terhadap rangsangan. Sehingga untuk melakukan kerokan sebaiknya dihindari agar terhindar dari resiko kontraksi dini. 

Ibu hamil lebih baik dikerok atau dipijat? 

Secara umum, pijat lebih minim resiko dibandingkan dengan kerokan. Kerokan memang aman namun jika dilakukan dengan kurang tepat dapat menimbulkan iritasi dan tegang otot. Pijat lebih disarankan terutama pijat khusus ibu hamil seperti prenatal massage

Karena, pijat hamil lebih efektif untuk mengurangi rasa pegal, linu dan nyeri pada ibu hamil. Pijat hamil juga dapat membuat ibu hamil lebih rileks dan mengurangi ketegangan selama kehamilan.

Jika Mommils merasa kurang enak badan, dan nyeri atau ingin mengetahui lebih detail apakah ibu hamil boleh kerokan atau tidak, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter kandungan yang terpercaya di KS Women and Children Clinic. Penanganan yang lebih efektif bersama dokter kandungan yang profesional. Dengan penanganan yang tepat dan didampingi tenaga medis profesional, kondisi Mommils dapat ditangani dengan lebih aman, efektif, dan sesuai kebutuhan selama kehamilan.

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

03/24/2026

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

03/24/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares