Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Alasan Kenapa Bayi Sering Gumoh dan Penanganannya

alasan kenapa bayi sering gumoh

Tak jarang Mom yang menemui anaknya mengalami gumoh atau keluar sebagian susu setelah atau saat disusui. Biasanya gumoh ini terjadi sampai usia anak 1 tahun. 

Jangan khawatir ya Mom, kejadian gumoh itu terjadi karena sistem pencernaan anak yang belum matang membuat isi perutnya mengalir kembali ke kerongkongannya Mom dan terjadilah gumoh tersebut. 

Lalu Mom akan timbul pertanyaan, “kenapa bayi sering gumoh?” atau “apa yang harus dilakukan setelah bayi gumoh?” dua jawaban tersebut akan Mom temukan dalam artikel berikut.

Kenapa Bayi Sering Gumoh?

Mom perlu mengetahui alasan kenapa bayi sering gumoh, itu dikarenakan lambung bayi yang masih kecil, kira-kira hampir mirip dengan bola pingpong dan juga katup lambungnya belum kuat. Kutipan dari IDAI mengatakan, 25% bayi gumoh sebanyak 4 kali di bulan pertama, lalu 50% bayi gumoh sebanyak 1-4 kali per hari hingga usianya 3 bulan. 

Mom mungkin khawatir kenapa bayi sering gumoh, karena disertai dengan menangis dan lebih rewel dari biasanya. Saat Mom mulai tahu alasan kenapa bayi sering gumoh, inilah saatnya Mom tidak usah terlalu terkejut lagi dengan gumoh yang terjadi pada si Kecil ya. Karena gumoh itu wajar terjadi apalagi saat masih kecil.  Mom tidak perlu merasa khawatir lagi saat usianya bertambah ya, karena semakin bertambah usia nantinya gumoh itu sendiri akan berkurang dengan sendirinya sekitar usia 4-5 bulan. 

Gumoh bisa dikatakan normal dilihat dari beberapa sisi, seperti berikut Mom: 

– Tidak terlihat sesak 

– Tetap ingin menyusu serta makan

– Berat badannya bertambah sesuai usianya 

– Bayi terlihat tidak rewel

 

Apa Bedanya Gumoh dan Muntah pada Bayi? 

Mom perlu tahu juga apa beda antara gumoh serta muntah bayi. Muntah adalah saat bayi mengeluarkan seisi perutnya lebih dari 10 ml cairan yang membuat otot dinding berkontraksi. Tak jarang juga muntah itu keluar dari hidung. Muntah pada anak biasa terjadi saat ia berusia 2 bulan dan menjadi tanda adanya gangguan kesehatan. Bayi yang muntah juga bayi muntah juga terlihat seperti mengedan dan menunjukkan sikap tak nyaman sambil rewel. Muntah ini bisa berbahaya pada bayi karena menjadi gejala penyakit infeksi usus, paru, radang otak, dan juga sumbatan usus.

Sedangkan gumoh sendiri kondisi bayi yang mengeluarkan sebagian susu setelah diberi ASI karena telah menelan banyak udara yang terlalu banyak. Gumoh ini akan keluar secara sendirinya karena si Kecil terlalu banyak minum ASI nya. 

 

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Bayi Gumoh?

Setelah Mom mengetahui alasan kenapa bayi sering gumoh, kini saatnya menjawab pertanyaan Mom tentang apa yang harus dilakukan setelah bayi gumoh. Karena ada cara yang bisa Mom lakukan setelah bayi gumoh. 

– Segera bersihkan bekas gumoh tersebut dengan kain bersih supaya tidak terkena iritasi kulit. 

– Posisikan bayi dengan tegak selama 30 menit saat minum susu.

– Jangan biarkan bayi langsung tengkurap setelah menyusu.

– Berikan ASI secukupnya.

– Buatlah bayi sering bersendawa setelah atau saat menyusui

Jangan biarkan bayi gumoh lagi ya Mom, karena Mom sudah mengetahui apa yang harus dilakukan setelah bayi gumoh. 

 

Kapan Kondisi Gumoh Harus Dikonsultasikan ke Dokter?

Gumoh memang tidak terlalu berbahaya saat terjadi pada bayi. Tapi Mom juga perlu mengetahui beberapa gejala berikut untuk bertemu dokter anak: 

– Tampak lesu dan merasa sesak napas

– Tidak ingin menyusu 

– Gumoh yang disertai dengan muntah

– Tak kunjung berhenti sampai 6 bulan

– Gumoh keluarnya lebih banyak

– Gumoh disertai warna hijau, kuning atau cokelat

– Popok terlihat jarang penuh 

Kini Mom sudah mengetahui alasan kenapa bayi sering gumoh bukan? Mom perlu catat gejala di atas ya, karena jika bayi masih sering gumoh ditambah gejala-gejala diatas, Mom perlu dikonsultasikan keadaan si Kecil ke dokter anak terdekat di Kehamilan Sehat ya Mom.

Penulis

Penulis

Tanggal

09/15/2023

Penulis

Penulis

Tanggal

09/15/2023

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares