Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Anak Sering Tantrum? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Anak sering tantrum tentu bisa membuat Mom & Dad merasa khawatir dan kewalahan. Tangisan keras, teriakan, hingga perilaku berguling di lantai kerap muncul saat si Kecil tidak mendapatkan keinginannya atau kesulitan mengungkapkan perasaan. Tantrum sebenarnya merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak, namun jika terlalu sering, penting bagi Mom & Dad untuk memahami penyebab serta mengetahui cara yang tepat untuk mengatasinya agar anak dapat belajar mengelola emosinya dengan lebih baik. 

Apa yang menyebabkan anak menjadi tantrum?

Pada dasarnya, tantrum bukanlah sebuah penyakit atau gangguan khusus. Tantrum lebih seperti tanda atau reaksi yang bisa dipicu banyak hal, seperti lelah, lapar, frustasi, atau kesulitan menyampaikan perasaan karena anak belum mampu mengontrol emosinya dengan baik. 

Penyebab tantrum yang muncul secara tiba-tiba pada anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain : 

  • Kelelahan 
  • Kelaparan 
  • Kondisi si kecil sedang sakit 
  • Mencari perhatian
  • Keinginan kuat untuk mandiri 
  • Perubahan rutinitas atau lingkungan 
  • Overstimulasi karena lingkungan yang terlalu ramai, berisik dan penuh rangsangan 
  • Frustasi karena keterbatasan kemampuan fisik maupun kognitif 
  • Pola asuh yang tidak konsisten 
  • Gangguan kesehatan (ADHD, anxiety disorder, autisme, gangguan perilaku / oppositional defiant disorder)

Dengan memahami pemicu yang mendasarinya, Mom & Dad dapat lebih peka terhadap kebutuhan emosional si Kecil dan menentukan cara penanganan yang tepat. 

Tips untuk mengatasi tantrum pada anak 

Menghadapi anak yang sedang tantrum, memang bukan hal yang mudah untuk Mom & Dad. Namun, dengan pendekatan yang tepat dan penuh kesabaran, tantrum dapat dikelola dengan lebih baik. Berikut beberapa tips yang dapat Mom & Dad terapkan untuk membantu mengatasi tantrum pada anak sekaligus mendukung perkembangan emosinya. 

Bawa anak ke tempat yang sepi dan aman 

Jika anak mulai menunjukkan gejala akan tantrum, Mom & Dad sebaiknya segera membawanya ke tempat yang lebih sepi dan aman. Lingkungan yang tenang dapat membantu mengurangi rangsangan dari suara keramaian yang bisa memperburuk emosi anak. 

Di tempat yang lebih aman dan nyaman, Mom & Dad bisa mendampingi si Kecil dengan lebih fokus, dan memudahkan ia menenangkan diri hingga tantrum mereda. 

Cari tahu apa yang menyebabkan anak tantrum 

Anak tantrum bisa terjadi karena berbagai penyebab. Pada usia tertentu, si Kecil belum mampu mengatur emosi dan mengekspresikan perasaannya dengan baik. Oleh karena itu, Mom & Dad perlu lebih peka dan sabar dalam menggali penyebab dibalik tantrum si Kecil. 

Validasi perasaan anak 

Validasi perasaan anak dengan menunjukkan bahwa Mom & Dad memahami apa yang sedang ia rasakan. Dengarkan anak dengan penuh perhatian dan akui emosinya, misalnya dengan mengatakan bahwa wajar ia merasa marah, sedih atau kecewa. 

Sikap ini membantu anak merasa dimengerti dan diterima, sehingga ia lebih mudah merasa tenang dan belajar mengenali serta mengelola emosinya dengan cara yang lebih baik. 

Sabar dan tunggu sampai tantrum berhenti 

Saat anak sedang tantrum, penting bagi Mom & Dad untuk tetap sabar dan tidak terpancing emosi. Biarkan tantrum mereda dengan sendirinya sambil memastikan anak tetap aman. 

Dengan bersikap tenang, anak akan merasa lebih aman dan perlahan belajar bahwa emosinya bisa diterima serta dihadapi dengan cara yang lebih baik. Kesabaran orang tua berperan besar dalam membantu anak menenangkan diri. 

Ajak anak berbicara dan bernegosiasi 

Setelah anak mulai lebih tenang, ajak ia berbicara dan bernegosiasi dengan bahasa yang sederhana dan lembut. Beri kesempatan anak untuk menyampaikan keinginannya, lalu jelaskan aturan atau batasan yang ada dengan cara yang mudah dipahami. Dengan berdiskusi dan mencari solusi bersama, anak belajar bahwa keinginannya didengar, namun tetap ada aturan yang perlu dihormati. 

Tetap konsisten dan jangan berubah pikiran dengan keputusan sebelumnya 

Jika Mom & Dad sudah menetapkan keputusan dan mengatakan “tidak” pada suatu hal meskipun memicu tantrum, sebaiknya tetap berpegang pada keputusan tersebut dan bersikap konsisten. 

Mengubah keputusan saat anak tantrum justru dapat membuat si Kecil menganggap tantrum sebagai cara untuk mendapatkan keinginannya. Dengan konsistensi, anak akan belajar memahami batasan dan aturan yang telah ditetapkan. 

Hindari berteriak atau membentak si kecil

Saat menghadapi anak tantrum, hindari berteriak atau membentak si Kecil. Suara keras justru dapat membuatnya semakin takut, tertekan, dan emosinya semakin sulit dikendalikan. 

Dengan berbicara tenang dan lembut, orang tua membantu anak merasa aman sehingga ia lebih mudah menenangkan diri dan belajar mengelola emosinya dengan baik. 

Tetap awasi dan pastikan anak dalam kondisi yang aman 

Saat anak mengalami tantrum, tetap awasi dan pastikan ia berada dalam kondisi yang aman. Singkirkan benda-benda di sekitar yang berisiko melukai anak dan pastikan ia tidak menyakiti dirinya sendiri maupun orang lain. Meskipun anak sedang meluapkan emosinya, kehadiran orang tua yang sigap dan penuh perhatian sangat penting untuk memberikan rasa aman hingga tantrum mereda. 

Tunjukan rasa kasih sayang dan perhatian Mom & Dad saat anak tantrum 

Peluk dan tunjukkan rasa kasih sayang kepada si kecil sebagai bukti perhatian Mom & Dad saat ia tantrum. Kehadiran orang tua yang penuh empati, seperti memeluk dengan lembut, mengusap punggung, atau berbicara dengan suara yang menenangkan, dapat membuat anak merasa aman dan dicintai. Dukungan emosional ini membantu si Kecil lebih cepat tenang serta memahami bahwa ia tidak sendiri saat menghadapi perasaan yang sulit. 

Anak sering tantrum, kapan harus ke dokter? 

Tantrum pada anak umumnya merupakan bagian dari proses tumbuh kembang dan akan berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, Mom & Dad perlu mempertimbangkan untuk konsultasi dengan dokter jika tantrum terjadi terlalu sering, semakin intens, berlangsung lama atau sampai membuat anak melukai diri sendiri maupun orang lain. 

Selain itu, konsultasi juga dianjurkan bila tantrum mulai mengganggu hubungan antara orang tua dan anak, memicu emosi berlebihan pada orang tua, atau jika anak tampak sangat sulit diajak negosiasi atau bekerja sama. 

Dalam beberapa kasus, dokter dapat membantu menilai apakah ada faktor kesehatan atau perkembangan tertentu. 

Mom & Dad bisa berkonsultasi dengan dokter anak di KS Women and Children Clinic terkait kondisi perkembangan anak, termasuk kebiasaan tantrum yang sering atau perilaku yang mengkhawatirkan. 

Dengan pemeriksaan dan pendampingan yang tepat,dokter dapat membantu menilai penyebab tantrum serta memberikan saran dan penanganan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan si Kecil. Konsultasi sejak dini dapat membantu mendukung tumbuh kembang anak agar lebih optimal, baik secara fisik maupun emosional. 

 

Penulis

Penulis

Tanggal

01/08/2026

Penulis

Penulis

Tanggal

01/08/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares