
Anak yang tidak bisa buang air besar (BAB) hingga 3 hari, seringkali membuat Mom & Dad merasa khawatir. Apakah kondisi ini masih tergolong normal, atau justru menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan si Kecil?
Frekuensi buang air besar pada anak memang bisa berbeda-beda. Tergantung usia, pola makan dan aktivitas hariannya. Untuk membantu Mom & Dad lebih tenang dan tidak khawatir, penting untuk memahami penyebab anak tidak bisa BAB serta mengetahui apa yang harus dilakukan agar kondisi ini dapat ditangani dengan tepat.
Artikel lainnya : Pijat Bayi Sehat: Solusi Lembut Saat si Kecil Mengalami Sembelit
Apakah normal jika anak tidak BAB sampai 3 hari ?
Pada sebagian besar kasus, kondisi ini masih tergolong normal dan tidak selalu menandakan masalah serius. Sembelit atau kondisi susah BAB pada anak merupakan hal yang cukup umum, dengan kebiasaan buang air besar yang dapat berbeda-beda pada setiap anak. Umumnya, anak buang air besar setidaknya satu kali setiap 2–3 hari, meskipun ada juga yang bisa buang air besar hingga tiga kali dalam sehari.
Selama feses tidak keras, anak tidak tampak kesakitan saat BAB, dan tidak disertai gejala lain seperti nyeri perut hebat, muntah, atau penurunan berat badan, kondisi ini biasanya masih dianggap normal. Namun, orang tua tetap perlu memantau perubahan pola BAB anak agar dapat segera mengambil langkah yang tepat bila keluhan berlanjut.
Penyebab anak susah BAB
Anak-anak paling sering mengalami susah buang air besar karena kebiasaan menahan BAB. Hal ini biasanya dilakukan untuk menghindari rasa tidak nyaman, atau karena anak terbiasa menundanya. Ketika feses terlalu lama berada di saluran cerna, terutama di usus besar, tubuh akan menyerap lebih banyak cairan dari feses. Akibatnya, feses menjadi lebih keras, kering dan sulit dikeluarkan.
Selain itu, anak mungkin menunda atau menghindari buang air besar karena beberapa alasan, seperti
- merasa putus asa saat menjalani latihan toilet (toilet training)
- merasa tidak nyaman menggunakan kamar mandi umum
- tidak ingin mengganggu waktu bermain
- takut mengalami buang air besar yang terasa sakit dan tidak nyaman.
Susah BAB yang dialami di Kecil juga dapat dipicu oleh konsumsi obat atau suplemen tertentu. Misalnya antasida dan suplemen zat besi, terutama bisa dikonsumsi tidak sesuai dosis.
Tak hanya itu, kondisi kesehatan tertentu juga dapat menjadi penyebab anak susah BAB. Kurangnya asupan serat dan cairan, dehidrasi, serta gangguan pencernaan.
Penyebab susah BAB pada anak cukup kompleks, sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Oleh karena itu, Mom & Dad juga perlu konsultasi dengan dokter anak agar dapat mengetahui penyebab pasti susah BAB pada anak, melalui pemeriksaan secara langsung.
Hal-hal yang harus dilakukan saat anak tidak bisa BAB
Mom & Dad tidak perlu khawatir ketika menghadapi si Kecil yang susah BAB, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, seperti :
- Berikan asupan makanan yang sehat dengan gizi seimbang. Tambah dengan buah dan sayur yang tinggi akan serat
- Cukupi kebutuhan cairan dengan memastikan anak minum air putih yang cukup setiap hari
- Pastikan anak tetap bergerak aktif setiap hari untuk membantu melancarkan sistem pencernaan
- Biasakan anak tidak menahan buang air besar
- Biasakan anak buang air besar pada jam yang teratur dengan tetap mengutamakan kenyamanan si Kecil.
- Ciptakan suasana toilet atau waktu BAB yang nyaman dan tidak memaksa, agar anak tidak merasa takut atau tertekan saat BAB.
- Hindari memberikan obat pencahar tanpa anjuran dokter, karena penggunaan yang tidak tepat dapat berdampak pada kesehatan anak.
- Lakukan pijat ILU (I Love U) dengan gerakan lembut dan teratur pada area perut anak untuk membantu merangsang kerja usus sehingga BAB menjadi lebih lancar dan si Kecil merasa lebih nyaman. Pijat ini dilakukan dengan pola menyerupai huruf “I”, “L”, dan “U” di perut, mengikuti arah kerja usus besar.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten, keluhan susah BAB pada anak umumnya dapat berangsur membaik. Mom & Dad perlu memantau pola buang air besar si Kecil. Sehingga dapat mengevaluasi tiap penyebab dengan penanganan yang tepat saat si Kecil susah BAB.
Kapan anak harus dibawa ke dokter?
Anak sebaiknya diperiksakan ke dokter apabila belum buang air besar selama seminggu, sering mengalami buang air besar tanpa sengaja, anus terasa sangat nyeri, atau anak tampak tidak mau makan dan minum dengan cukup.
Kondisi ini dapat menandakan sembelit yang memerlukan evaluasi dan penanganan lebih lanjut oleh dokter, terutama bila tidak membaik dengan perawatan di rumah.
Selain itu, segera periksa ke dokter jika sembelit disertai gejala seperti demam, muntah, adanya darah pada feses, perut tampak membesar, atau nyeri perut yang hebat.
Jika Mom & Dad merasa khawatir dengan kondisi si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic agar si Kecil mendapatkan pemeriksaan yang menyeluruh. Di sini, Mom & Dad akan didampingi oleh dokter anak dan tenaga kesehatan berpengalaman, dengan dukungan layanan serta fasilitas yang nyaman untuk membantu menangani berbagai kondisi kesehatan si Kecil secara optimal.









0 Comments