Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Apa Itu Imunisasi Kejar? Panduan Lengkap Jika Jadwal Vaksin Anak Terlewat

imunisasi kejar atau catct-up immunization

Mom & Dad pernah merasa khawatir karena jadwal vaksin si Kecil terlewat? Tenang, kondisi ini cukup sering terjadi dan dialami beberapa orang tua. Hal ini biasanya disebabkan karena anak sedang kurang sehat, ada kondisi tertentu, atau padatnya aktivitas Mom & Dad sehingga jadwal imunisasi tidak sesuai rencana. Jadwal imunisasi yang terlewat bukan berarti Si Kecil harus mengulang semuanya dari awal atau kehilangan perlindungan dari vaksin. Jadwalnya tetap bisa disesuaikan kembali melalui imunisasi kejar atau catch-up immunization agar perlindungan anak tetap optimal sesuai usianya.  

Artikel lainnya : Vaksin Polio untuk Umur Berapa? Ini Jadwal dan Efek Samping yang Perlu Mom & Dad Tahu

Apa itu yang dimaksud dengan imunisasi kejar?

Pada dasarnya, imunisasi diberikan mengikuti jadwal yang sudah ditentukan agar perlindungan si Kecil terbentuk secara optimal. Jadwal imunisasi ditentukan berdasarkan rekomendasi WHO dan IDAI yang sudah melalui berbagai penelitian dan uji klinis. 

Selain jadwal imunisasi rutin yang harus diberikan tepat waktu, di buku vaksin juga biasanya sudah tercantum panduan jadwal catch-up atau jadwal imunisasi kejar sebagai acuan jika ada dosis yang terlewat.

Oleh karena itu, imunisasi yang tertunda sebaiknya segera dilengkapi melalui imunisasi kejar atau catch-up immunization. Istilah ini merujuk pada pemberian vaksin kepada anak yang tertinggal satu atau lebih dosis dari jadwal yang seharusnya. Pelaksanaannya dapat disesuaikan, baik bersamaan dengan kunjungan imunisasi berikutnya maupun dijadwalkan secara khusus, tergantung kondisi dan usia anak.

Jadi, ketika ada vaksin yang terlewat atau tertunda, bukan berarti harus mengulang dari awal. Vaksin yang sudah diberikan sebelumnya tetap membentuk respons imun, meskipun mungkin belum mencapai kadar perlindungan maksimal atau belum bertahan dalam jangka panjang.

Pentingnya imunisasi kejar dan kapan sebaiknya dilakukan 

Imunisasi kejar penting dilakukan untuk memastikan anak tetap mendapatkan perlindungan optimal terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Saat ada dosis yang terlewat, kekebalan tubuh anak mungkin belum terbentuk secara maksimal atau belum bertahan lama. Dengan melengkapi vaksin melalui imunisasi kejar, risiko tertular penyakit bisa ditekan dan perlindungan tetap sesuai dengan usianya.

Imunisasi kejar sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah diketahui ada jadwal yang tertunda. Mom & Dad tidak perlu menunggu hingga jadwal berikutnya terlalu jauh, karena dokter dapat menyesuaikan interval pemberian vaksin sesuai pedoman imunisasi. Semakin cepat dilengkapi, semakin baik peluang si Kecil untuk mencapai kadar kekebalan yang optimal.

Jadwal imunisasi kejar atau catch-up immunization

Jika terdapat jadwal vaksin yang terlewat, pemberian imunisasi dapat disesuaikan kembali melalui skema imunisasi kejar. Penentuan jadwalnya mempertimbangkan usia anak, riwayat imunisasi yang sudah diterima, serta interval atau dosis sesuai panduan buku imunisasi. 

Berikut adalah gambaran umum jadwal imunisasi standar dan jadwal imunisasi kejar atau catch-up immunization berdasarkan rekomendasi IDAI  

Jenis vaksin

Jadwal imunisasi primer

Jadwal imunisasi kejar 

Hepatitis B Saat baru lahir, dan usia 2,3,4 bulan  Dapat diberikan kapan saja jika si Kecil belum mendapatkan vaksin Hepatitis B
Polio Saat baru lahir sampai 1 bulan, dan usia 2,3,4 bulan Jika ada dosis yang perlu diberikan, maka dosisnya tidak perlu diulang. Pemberian dosisnya sesuai interval dasar
BCG 1 bulan Dapat diberikan paling lambat saat usia anak <1 tahun
DPT-HB-Hib Usia 2,3,4 bulan Jika imunisasi DPT anak terhenti, pemberian dapat dilanjutkan tanpa mengulang dosis sebelumnya. Pada anak usia di bawah 12 bulan yang belum pernah menerima DPT-HB-Hib, imunisasi kejar diberikan sebanyak 3 dosis dengan interval 1 bulan.
PCV Usia 2,4, 6 bulan  Jika usia anak 7-12 bulan imunisasi kejar dapat diberikan dua dosis dengan interval  minimal 1 bulan. Pada anak usia 1-2 tahun 2 dua dosis diberikan dengan interval 2 bulan antar dosis. 
Rotavirus Usia 2,4,6 bulan Pada anak usia <6 bulan lanjutkan pemberian vaksin tanpa mengulang dosis sebelumnya, menggunakan dosis dan interval dasar sesuai jadwal.
Influenza Mulai dari usia 6 bulan Dapat dilakukan kapan saja selama anak berusia 6 bulan atau lebih. Pemberian imunisasi diulang setiap tahun.
MR MMR Usia 9 bulan  Jika saat usia 1 tahun anak belum juga mendapatkan vaksin MR, imunisasi kejar berupa vaksin MMR.
Varicella Mulai dari usia 12 bulan  Dapat diberikan kapan saja
Tifoid Usia 2 tahun Dapat diberikan mulai usia 3 tahun

 

Tabel di atas memberikan gambaran umum mengenai perbedaan jadwal imunisasi primer dan jadwal imunisasi kejar sesuai rekomendasi IDAI. Perlu diingat, penentuan jadwal imunisasi kejar tetap harus disesuaikan dengan usia anak, riwayat vaksin yang sudah diterima, serta kondisi kesehatannya saat ini. Oleh karena itu, evaluasi oleh dokter anak tetap diperlukan agar interval dan jumlah dosis yang diberikan tepat serta sesuai pedoman yang berlaku.

Penutup

Jika Mom & Dad menemukan ada jadwal vaksin yang terlewat atau ingin memastikan kembali kelengkapan imunisasi Si Kecil dan mengetahui apa itu imunisasi kejar, sebaiknya lakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis anak. Tim dokter anak di KS Women and Children Clinic siap membantu mengevaluasi buku imunisasi, menyusun jadwal imunisasi kejar yang sesuai, serta memastikan anak mendapatkan perlindungan optimal sesuai usianya. Segera jadwalkan konsultasi agar imunisasi Si Kecil tetap lengkap dan tepat waktu.

Penulis

sribulogin

Tanggal

03/05/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

03/05/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Tips Ibu Hamil Puasa agar Tidak Cepat Haus

Tips Ibu Hamil Puasa agar Tidak Cepat Haus

Puasa saat hamil dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama karena perubahan hormon dan meningkatnya kebutuhan cairan tubuh. Rasa haus dapat muncul lebih sering dibandingkan ketika kondisi sedang tidak berpuasa. Tentunya hal ini dapat membuat Mommils merasa tidak...

read more
Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares