
Saat menyusui, mungkin Momsui pernah merasa ASI tidak langsung keluar meski bayi sudah mengisap dengan kuat. Kondisi ini sering membuat Momsui khawatir apakah ASI cukup atau tidak. Padahal, ada proses alami dalam tubuh yang berperan penting agar ASI bisa mengalir dengan lancar, yaitu let down reflex.
Refleks ini bekerja seperti “saklar” yang membantu mengeluarkan ASI dari payudara menuju mulut bayi. Memahami apa itu let down reflex dan bagaimana cara merangsangnya akan membantu Momsui lebih tenang saat menyusui. Sekaligus mendukung proses menyusui agar berjalan lebih nyaman dan optimal setiap hari. Terutama di masa awal menyusui yang penuh penyesuaian dan tantangan baru.
Pengertian Let Down Reflex dan cara kerjanya
Let-down reflex merupakan refleks pengeluaran ASI yang otomatis dialami tubuh ibu menyusui dan menyebabkan payudara Momsui melepaskan dan mengeluarkan ASI.
Cara kerja let-down reflex adalah ketika bayi mulai menyusu, akan ada rangsangan dari puting payudara dan akan mengirimkan sinyal ke otak. Sinyal inilah yang akan merangsang tubuh untuk melepaskan dua hormon penting yang berperan dalam proses menyusui yaitu oksitosin dan prolaktin.
Hormon prolaktin berperan dalam memproduksi ASI, sedangkan hormon oksitosin membantu mengeluarkan ASI agar bisa mengalir ke mulut bayi. Ketika hormon oksitosin dilepaskan, sel-sel penghasil ASI di payudara akan berkontraksi dan “memeras” ASI, sehingga mendorongnya keluar melalui saluran ASI menuju puting. Pada saat yang sama, hormon oksitosin juga membantu melebarkan saluran ASI, sehingga ASI bisa mengalir lebih lancar.
Refleks keluarnya ASI ini biasanya terjadi di awal menyusui, tetapi sebenarnya bisa muncul beberapa kali selama proses menyusui berlangsung, meskipun Momsui tidak selalu menyadarinya.
Tanda Momsui sedang mengalami let-down reflex
Ada beberapa tanda yang dapat Momsui rasakan ketika ASI sedang keluar, mulai dari perubahan pola atau cara bayi menghisap ASI. Pola hisapan yang awalnya cepat dapat merubah menjadi lebih lambat dan teratur karena bayi perlu menyesuaikan diri ketika menghisap dan menelan ASI. Terkadang, Momsui bisa mendengar suara menelan saat bayi sedang menyusu.
Beberapa tanda lain yang Momsui rasakan saat mengalami let-down reflex adalah :
- Ada sensasi geli, hangat dan kesemutan di payudara ketika menyusui
- ASI keluar dari payudara lainnya karena reaksi keluarnya ASI bisa terjadi di kedua sisi payudara secara bersamaan
- Momsui merasa haus ketika sedang menyusui atau selesai menyusui
Tidak semua Momsui bisa merasakan tanda diatas ketika sedang mengalami let-down refleks. Hal ini masih normal.
Momsui tetap dapat mengetahui tanda let-down refleks ketika ada perubahan pola hisapan saat bayi menyusu. Biasanya bayi akan memulai dengan hisapan yang lambat dan lebih lama ketika ASI mengalir lancar.
Jika Momsui memompa ASI dengan corong yang transparan, ASI yang mengalir akan terlihat lebih cepat atau bahkan sampai menyembur saat keluar.
Tips dan cara merangsang Let Down Reflex
Let-down refleks biasanya akan muncul setelah dua menit Momsui mulai sesi menyusui. Jika dalam kurun waktu tersebut Momsui belum merasakan ASI yang mengalir, kemungkinan ada keterlambatan pengeluaran ASI.
Meskipun jarang, ASI yang tidak keluar bisa terjadi karena beberapa faktor salah satunya adalah stres atau mengalami nyeri saat menyusui atau memompa ASI.
Berikut beberapa tips dan cara untuk membantu mengeluarkan ASI dan merangsang let-down refleks :
- Ketika menyusui langsung atau DBF (direct breast feeding) pastikan pelekatan antara mulut dan payudara tepat dan terasa nyaman.
- Jika Momsui memompa ASI, pastikan penempatan corong dan ukuran corong harus tepat
- Kompres payudara dengan handuk hangat sebelum menyusui atau memompa untuk membantu mengeluarkan ASI
- Cobalah untuk rileks dan tenangkan pikiran karena dapat mempengaruhi produksi ASI
Refleks let down sangat dipengaruhi oleh sensasi dan perasaan Momsui. Sentuhan, tatapan pada si Kecil, mendengar tangisannya, atau sekadar memikirkan bayi dengan penuh kasih sayang dapat membantu memicu refleks let down sehingga ASI mengalir lebih lancar.
Namun, jika Momsui sedang merasakan nyeri hebat, stres, atau emosi yang terganggu, refleks let down bisa terhambat dan membuat aliran ASI terasa tidak lancar. Dengan dukungan yang cukup, suasana yang nyaman, serta membiarkan bayi tetap menyusu, tubuh Momsui biasanya akan kembali merespons dan ASI pun dapat mengalir dengan baik kembali.
Agar proses meng-ASI-hi berjalan lebih optimal, Momsui bisa berkonsultasi langsung dengan dokter laktasi di KS Women and Children Clinic. Momsui akan mendapatkan pendampingan menyusui yang menyeluruh dan mendapatkan solusi dari berbagai masalah saat menyusui.
Dengan dukungan tenaga medis yang berpengalaman, Momsui tidak perlu menjalani perjalanan menyusui sendirian dan bisa memberikan yang terbaik untuk si Kecil dengan lebih tenang dan percaya diri.









0 Comments