Setelah melahirkan, banyak ibu menyusui yang ingin tetap menikmati secangkir kopi untuk menjaga energi di tengah aktivitas merawat si Kecil. Namun, tak sedikit Momsui bertanya-tanya, apakah ibu menyusui boleh minum kopi? Kekhawatiran ini wajar, mengingat apapun yang dikonsumsi ibu menyusui dapat mempengaruhi kualitas ASI. Meskipun begitu, bukan berarti ibu menyusui harus sepenuhnya menghindari kopi. Dengan memahami batas aman konsumsi kafein dan waktu yang tepat untuk minum kopi, Mom tetap bisa menikmati minuman favorit tanpa mengganggu kenyamanan si Kecil.
Apakah ibu menyusui minum kopi menyebabkan bayi susah tidur?
Kafein dalam kopi memang dapat masuk ke dalam ASI dalam jumlah tertentu setelah dikonsumsi ibu. Jika asupannya sangat tinggi (setara 10 cangkir kopi per hari), kondisi ini dapat mempengaruhi si Kecil. Bayi berisiko menjadi lebih rewel, tampak gelisah, dan mengalami gangguan pola tidur.
Namun, penelitian pada ibu yang mengkonsumsi sekitar 5 cangkir kopi per hari menunjukkan bahwa tidak ditemukan efek pada bayi yang disusui, khususnya bayi berusia 3 minggu ke atas. Hal ini menunjukkan bahwa dampak kafein sangat berpengaruh pada jumlah yang dikonsumsi.
Meski begitu, pada bayi prematur dan bayi baru lahir, metabolisme kafein berlangsung lebih lambat. Akibatnya, kadar kafein dalam tubuh bayi dapat mendekati kadar dalam tubuh ibu. Dalam kondisi ini penting untuk membatasi konsumsi kafein agar tidak berlebihan.
Karena, dengan konsumsi kopi yang berkafein dalam jumlah tinggi dapat mempengaruhi kualitas ASI dan berdampak pada kondisi si Kecil. Selain itu, konsumsi kafein yang berlebihan juga dapat menurunkan kadar zat besi dalam ASI dan berpotensi meningkatkan risiko anemia defisiensi zat besi ringan pada beberapa kasus.
Batas aman konsumsi kafein pada ibu menyusui
Secara umum, batas konsumsi kafein bagi ibu menyusui yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 200 mg per hari. Rekomendasi ini mengacu pada European Food Safety Authority (EFSA) yang menyatakan bahwa asupan kafein dalam jumlah tersebut dinilai aman dan kecil kemungkinannya menimbulkan efek samping pada bayi yang disusui. Dengan menjaga konsumsi kopi dan sumber kafein lainnya tetap dalam batas ini, ibu menyusui umumnya dapat menikmati kopi tanpa mengganggu kenyamanan maupun kesehatan si Kecil.
Apakah kopi berpengaruh terhadap produksi ASI?
Selama ibu menyusui mengonsumsi kopi dalam batas aman, produksi ASI umumnya tetap normal dan tidak terganggu. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang kuat yang menunjukkan bahwa kopi secara langsung dapat menurunkan jumlah ASI. Namun, konsumsi kafein yang berlebihan dapat memengaruhi kondisi tubuh Momsui, seperti menyebabkan sulit tidur, jantung berdebar, atau dehidrasi ringan. Kondisi-kondisi tersebut dapat membuat ibu merasa lelah dan kurang nyaman, yang secara tidak langsung bisa memengaruhi kelancaran proses menyusui.
Selain itu, kurang tidur dan kelelahan berlebih juga dapat memengaruhi hormon yang berperan dalam produksi dan pengeluaran ASI. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, ibu mungkin merasa ASI berkurang, meskipun sebenarnya produksi ASI tidak menurun secara signifikan. Oleh karena itu, penting bagi Momsui untuk tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan kesehatan tubuh.
Kunci utamanya adalah membatasi asupan kafein, mencukupi kebutuhan cairan harian, serta memastikan waktu istirahat yang cukup. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, proses menyusui pun dapat berjalan lebih optimal dan nyaman bagi ibu maupun si Kecil.
Tips aman minum kopi saat menyusui
Momsui boleh menikmati kopi selama mengetahui cara dan batasan yang tepat. Dengan aturan minum kopi yang baik, Momsui bisa mendapatkan manfaat kopi tanpa khawatir akan mengganggu kenyamanan dan kondisi si Kecil.
Berikut beberapa tips aman minum kopi saat menyusui, yang bisa diterapkan :
- Batasi asupan kafein hingga maksimal 200 mg per hari. Atau kalau mau aman tidak lebih dari 1 cangkir kopi dalam sehari.
- Pilih waktu minum kopi setelah menyusui, agar tubuh memiliki waktu untuk mencerna kafein sebelum sesi menyusui berikutnya
- Pastikan untuk selalu memperhatikan respon bayi. Seperti perubahan pola tidur, bayi menjadi lebih rewel atau tampak gelisah.
- Hindari sumber kafein dari makanan atau minuman (teh, minuman bersoda, cokelat, atau minuman energi) yang lain secara bersamaan.
- Cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
Beberapa tips di atas dapat membantu Momsui bisa menikmati kopi secara lebih aman dan menjaga kualitas ASI. Setiap bayi memiliki tingkat sensivitas yang berbeda terhadap kafein, sehingga penting bagi ibu untuk mengenali pola dan kebutuhan si Kecil.
Jika Momsui masih ragu menentukan batas aman konsumsi kopi atau menemukan perubahan tertentu pada bayi setelah minum kafein, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter konselor laktasi di KS Women and Children Clinic. Konselor laktasi dapat membantu memberikan panduan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ibu menyusui dan bayi. Sehingga proses menyusui tetap optimal, baik untuk Momsui maupun si Kecil.









0 Comments