Makanan dibakar menjadi favorit para Mom sebelum hamil bukan? Tapi apakah boleh Ibu hamil mengonsumsi makanan bakar tersebut?
Banyak yang bilang, Ibu hamil tidak boleh konsumsi makanan bakaran karena adanya zat heterosiklik amina dan polisiklik hidrokarbon menyebabkan kanker bagi tumbuh kembang janin dalam kandungan.
Apakah hal tersebut mitos atau fakta bagi Ibu hamil? Dapatkan jawabannya dalam penjelasan dibawah ini.
Apakah Berbahaya Ibu Hamil Makan Bakaran?
Ketika Mom bertanya, “mengapa Ibu hamil tidak boleh makan bakar bakaran?” dalam sebuah penelitian telah ditemukan bahwa terdapat peningkatan penyakit kanker pada wanita karena mengonsumsi makanan terlalu matang atau yang dibakar dalam porsi besar. Maka dari itu untuk makan bakaran seperti itu, bagi Mom sendiri perlu berhati-hati dalam memilih makanannya.
Sama seperti penjelasan dr. Dian Siregar, Sp.OG spesialis kandungan di KS Prime Alam Sutera yang mengatakan, bagi Mom diperbolehkan makan bakaran, tapi Mom harus menghindari di bagian gosongnya tersebut. Satu lagi yang penting, Mom perlu memastikan kembali bahwa makanan yang dibakar tersebut sudah matang.
Saat Mom memakan bagian gosongnya, didalamnya ada zat seperti heterosiklik amina dan polisiklik hidrokarbon yang memicu sel kanker dan Mom berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Kalau Mom tetap ingin makan makanan bakaran tersebut, Mom boleh mencobanya di rumah dan masak sendiri supaya Mom mengetahui tingkat kematangan Mom dalam makanan itu berapa. Jadi saat ditanya “mengapa Ibu hamil tidak boleh makan bakar bakaran”, boleh Mom. Tapi perhatikan tingkat kematangannya dan hindari bagian gosong tersebut. Ucapan dokter juga sama seperti penelitian tersebut yang mengatakan bahwa makanan yang terlalu matang atau gosong menjadi penyebab Mom terkena penyakit kanker jika mengonsumsinya dalam porsi berlebih juga.
Sedangkan ada penelitian lagi di Polandia, bahwa Ibu hamil makan bakaran di trimester 3, Mom berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, ukuran bayi jadi lebih pendek, serta lingkar kepala bayi lebih kecil.
Karsinogen Bisa Menyebabkan Kanker?
Makanan yang dibakar dapat menghasilkan zat kimia yang bernama karsinogen, zat ini dapat memicu kanker. Namun, beberapa penelitian berpendapat bahwa karsinogen di dalam makanan tidak menyebabkan kanker.
Zat kimia pada makanan yang dibakar mengandung akrilamida, hidrokarbon aromatik polisiklik, dan amina heterosiklik. Dari kandungan tersebut yang paling sering menimbulkan zat ini biasanya terdapat pada makanan yang bertepung dan daging.
1. Akrilamida pada Makanan Bertepung
Akrilamida merupakan zat kimia yang terbentuk secara alami saat makanan yang mengandung tepung dimasak pada suhu tinggi dan berubah warna menjadi coklat. Makanan yang tinggi akan akrilamida yaitu kentang goreng, keripik kentang, kopi, sereal, kue, dan roti panggang.
2. PAH dan HCA pada Daging
Daging yang dimasak pada suhu tinggi pada saat digoreng, dipanggang, atau dibakar maka akan muncul zat kimia PAH dan HCA. Kandungan PAH terbentuk saat lemak dan cairan daging menetes ke api sehingga menghasilkan asap yang menempel pada daging. Kandungan HCA muncul saat daging dimasak pada suhu tinggi di waktu yang lama.
Yuk Mengolah Makanan yang Sehat untuk Dikonsumsi Ibu Hamil
Jika Mom tetap ingin makan makanan yang sehat untuk janin, Mom bisa coba olah makanan dengan beberapa tips berikut:
- Singkirkan bagian kulit saat Mom mengonsumsi daging lainnya, jangan sampai masih ada lemak di dagingnya.
- Supaya bisa lebih matang, Mom bisa kukus atau rebus makanannya atau bisa juga dengan microwave sebelum mulai memanggangnya.
- Seringlah bolak-balikan daging tersebut supaya matang di seluruh bagiannya.
- Jangan makan bagian yang hangus.
Jadi untuk Mom yang masih ingin konsumsi makanan yang dibakar, Mom perlu melihat tingkat kematangan dan juga jangan sampai hangus ya. Sebelum Mom mengonsumsi makanan yang dibakar, disarankan tetap lakukan konsultasi bersama dokter kandungan di KS terdekat ya Mom mengenai apakah usia kehamilan Mom diperbolehkan untuk konsumsi makanan yang dibakar.
0 Comments