Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Cara Gendong Bayi dengan Posisi M-Shape yang Benar agar Nyaman dan Aman untuk Si Kecil

cara gendong m-shape

Menggendong bayi perlu dilakukan dengan hati-hati agar ia tetap aman. Posisi yang kurang tepat bisa membuat si Kecil tidak nyaman, bahkan berisiko mempengaruhi pertumbuhannya. Karena itu, penting bagi Mom dan Dad untuk mengetahui cara menggendong bayi yang benar. Salah satu posisi menggendong yang dianjurkan adalah posisi M-shape, yaitu posisi gendong yang membantu menjaga bentuk alami pinggul dan kaki bayi. Bagaimana cara gendong bayi dengan posisi M-Shape yang benar? Berikut penjelasan lengkapnya!

Artikel lainnya : 4 Cara Menggendong Bayi Baru Lahir: Tips Aman untuk New Parents

Apa itu posisi gendong M-shape?

Posisi gendong M-shape adalah posisi menggendong bayi di mana kaki bayi terbuka ke samping dengan lutut berada lebih tinggi dari bokong sehingga membentuk huruf “M”. 

Dalam posisi ini, paha bayi tersangga dari lutut ke lutut, sementara bokong berada sedikit lebih rendah sehingga bayi tampak seperti dalam posisi jongkok atau spread-squat. Posisi ini juga membuat punggung bayi tetap melengkung secara alami menyerupai huruf “C”, yang merupakan postur alami bayi terutama pada masa awal kehidupannya.

Posisi M-shape sering dianjurkan dalam praktik babywearing karena membantu menjaga posisi alami sendi pinggul bayi yang masih berkembang. Dengan posisi lutut lebih tinggi dari bokong dan paha yang tersangga dengan baik, tekanan pada sendi pinggul menjadi lebih seimbang sehingga dapat mendukung pembentukan sendi yang sehat dan mengurangi risiko gangguan seperti hip dysplasia.

Selain itu, posisi ini sebenarnya merupakan posisi alami bayi. Saat masih di dalam kandungan, bayi biasanya berada dalam posisi kaki menekuk dan mendekat ke tubuh. Karena itu, ketika digendong dengan benar, bayi secara alami akan kembali ke posisi tersebut. Posisi M-shape membantu menjaga kenyamanan bayi sekaligus memberikan dukungan yang baik pada tulang, otot, dan sendinya yang masih berkembang, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan.

Jika dilakukan dengan benar, posisi gendong M-shape tidak hanya membuat bayi lebih nyaman, tetapi juga membantu mendukung perkembangan tubuhnya secara optimal saat digendong oleh Mom & Dad.

Manfaat menggendong bayi dengan posisi M-shape

  • Dapat membantu mendukung perkembangan sendi pinggul yang sehat.
  • Mendukung perkembangan tulang belakang lebih sehat 
  • Mempererat bonding antara orang tua dan bayi 
  • Memberikan kenyamanan yang lebih baik untuk si Kecil 

Teknik dan cara gendong M-shape yang benar 

Agar bayi tetap aman dan nyaman saat digendong, Mom & Dad perlu memahami teknik menggendong dengan posisi M-shape yang benar. Berikut beberapa teknik dan cara menggendong bayi dengan posisi M-shape yang dapat Mom & Dad perhatikan.

  • Posisikan bayi dalam keadaan tegak

Letakkan bayi dalam posisi tegak dan menghadap dengan tubuh agar bayi merasa aman dan nyaman saat digendong.

  • Sangga bokong dan paha bayi dengan baik

Pastikan bagian bokong hingga paha bayi tersangga dengan baik sampai ke lipatan lutut. Penopang ini penting agar berat tubuh bayi tidak hanya bertumpu pada bagian selangkangan.

  • Buka kaki bayi secara alami

Biarkan kaki bayi terbuka ke samping secara alami sehingga paha bayi berada dalam posisi melebar dan nyaman.

  • Pastikan lutut lebih tinggi dari bokong

Posisikan lutut bayi sedikit lebih tinggi dari bokong sehingga membentuk huruf “M”. Posisi ini membantu menjaga perkembangan sendi pinggul bayi.

  • Jaga punggung bayi tetap melengkung alami

Punggung bayi sebaiknya berada dalam posisi melengkung alami seperti huruf “C”, terutama pada bayi yang masih kecil.

  • Topang leher dan kepala bayi

Jika bayi masih belum memiliki kontrol leher yang kuat, pastikan bagian leher dan kepala tetap mendapat penyangga yang baik.

  • Pastikan wajah bayi tetap terlihat dan tidak tertutup

Wajah bayi harus tetap terlihat dengan jelas dan tidak tertutup kain gendongan agar bayi dapat bernapas dengan nyaman.

Dengan memahami teknik dan cara menggendong bayi dengan posisi M-shape yang benar, Mom & Dad dapat membantu memastikan Si Kecil tetap merasa nyaman sekaligus mendukung perkembangan tubuhnya, terutama pada bagian sendi pinggul. Selain itu, posisi gendong yang tepat juga dapat mempererat bonding antara orang tua dan bayi. Oleh karena itu, pastikan Mom & Dad selalu memperhatikan posisi tubuh bayi setiap kali menggendong agar tetap aman, nyaman, dan sesuai dengan posisi alami tubuhnya.

Tips aman menggendong bayi dengan gendongan menggunakan prinsip T.I.C.K.S

Selain memperhatikan posisi M-shape, penggunaan gendongan bayi juga perlu mengikuti prinsip keamanan T.I.C.K.S untuk mencegah risiko bahaya pada bayi. Berikut penjelasannya:

  • T – Tight: Gendongan harus cukup kencang untuk menopang tubuh bayi, tetapi tetap nyaman bagi bayi dan Mom & Dad saat menggendong.
  • I – In view at all times: Wajah bayi harus selalu terlihat jelas hanya dengan menunduk, tidak tertutup kain atau gendongan.
  • C – Close enough to kiss: Kepala bayi berada dekat dengan dagu penggendong sehingga mudah dicium tanpa harus membungkuk terlalu jauh.
  • K – Keep chin off the chest: Pastikan dagu bayi tidak menempel pada dada agar jalan napas tetap terbuka.
  • S – Supported back: Punggung bayi harus tersangga dengan baik, dengan perut dan dada menempel pada tubuh penggendong.

Menggendong bayi dengan posisi M-shape yang benar tidak hanya membuat Si Kecil merasa lebih nyaman, tetapi juga membantu mendukung perkembangan sendi pinggul dan postur tubuhnya. 

Oleh karena itu, penting bagi Mom & Dad untuk selalu memperhatikan posisi tubuh bayi serta memastikan penggunaan gendongan dilakukan dengan aman.

Jika Mom & Dad masih ragu mengenai cara gendong bayi dengan posisi m-shape yang tepat atau ingin memastikan posisi gendong sudah sesuai dengan kondisi Si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Mom & Dad dapat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic untuk mendapatkan panduan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tumbuh kembang bayi.

Penulis

sribulogin

Tanggal

04/06/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

04/06/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares