Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Cara Menstimulasi Anak Untuk Berbicara

ini cara stimulasi anak bicara

Permasalahan yang sering kali ditemui oleh Mom & Ayah saat mengurus anak yaitu kondisi dimana anak yang sulit untuk berbicara. Hal ini kerap kali membuat Mom & Ayah merasa khawatir, kondisi anak yang sulit berbicara bisa saja terus terbawa hingga anak menjadi dewasa dan berujung pada anak yang sulit untuk survive di kemudian hari. 

Mom & Ayah perlu tahu bahwa terdapat beberapa cara untuk bisa menstimulasi anak agar mudah untuk berbicara. Salah satu caranya yaitu dengan stimulasi anak bicara, Mom & Ayah bisa melakukannya secara mandiri atau juga dengan bantuan dari dokter anak.

Apa itu Stimulasi Anak Bicara?

Stimulasi anak bicara adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk merangsang kemampuan anak untuk berbicara. Salah satu alasan dari Mom & Ayah harus melakukan stimulasi anak bicara dikarenakan sulitnya anak dalam memproses bagaimana cara untuk berbicara dan juga dikarenakan anak terlambat berbicara.

Terlambatnya anak berbicara bisa disebabkan oleh beberapa hal, maka dari itu Mom & Ayah harus mengetahui bagaimana cara mengatasinya. Akan tetapi kerap kali banyak dari Mom yang tidak mengetahui berbagai tips agar anak cepat bicara dan berujung anak telat mendapatkan tindakan untuk di stimulasi anak bicara.

Apa Saja Ciri-ciri Anak Sulit Berbicara?

Mom & Ayah juga bisa mengetahui kapan waktu terbaik dibutuhkannya stimulasi anak bicara dengan mengetahui beberapa ciri-ciri dari anak yang sulit untuk berbicara.

Ciri-ciri anak sulit berbicara : 

  1. Penggunaan kata-kata yang tidak tepat dan artinya
  2. Ketidakmampuan mengungkapkan ide
  3. Pola tata bahasa yang tidak tepat
  4. Pengurangan kosakata,
  5. Ketidakmampuan untuk mengikuti petunjuk. 
  6. Sulit membuat suara tertentu
  7. Saat berbicara anak akan tergagap

 

Dengan beberapa ciri tersebut Mom & Ayah bisa memantau anak apakah terdapat kesulitan dalam berbicara. Jika Mom & Ayah menemukannya pada anak maka penting untuk mengetahui berbagai tips agar anak cepat bicara supaya kondisi tersebut tidak berkelanjutan.

Penyebab Dari Anak Sulit Bicara?

Perlu Mom & Ayah ketahui bahwa terdapat beberapa penyebab dari sulitnya anak berbicara. Beberapa diantaranya yaitu : 

  1. Gangguan Pendengaran
  2. Gangguan Saraf
  3. Cedera Otak
  4. Cacat Intelektual
  5. Penyalahgunaan Narkoba pada Mom & Ayah
  6. Gangguan Fisik (celah bibir atau langit-langit) 
  7. Penyalahgunaan Vokal

 

Beberapa penyebab dari anak sulit bicara bisa terjadi dari faktor eksternal maupun internal, maka dari itu pentingnya ada bagi Mom & Ayah untuk bisa memperhatikan setiap tindakan yang dilakukan agar permasalahan sulit bicara ini bisa teratasi dan tidak akan menjadi beban bagi anak. Selain itu pula, jika kondisi tersebut sudah terdeteksi oleh Mom & Ayah disarankan untuk segera melakukan tindakan dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter anak sebagai langkah awal untuk pengobatan anak yang sulit berbicara. Beberapa tips agar anak cepat bicara bisa diketahui oleh Mom & Ayah, setelah itu tips tersebut bisa segera di lakukan.

Lalu, Apa Saja Tips Agar Anak Cepat Bicara? 

Setelah mengetahui beberapa ciri-ciri dari anak yang sulit berbicara, maka penting pula untuk Mom & Ayah untuk mengetahui tips agar anak cepat bicara. Berikut ini adalah tips nya: 

1. Mom & Ayah bisa bernyanyi untuk anak dan sering memainkan musik

Terdapat sebuah penelitian bahwa musik memiliki hubungan yang erat untuk mendorong perkembangan keterampilan komunikasi pada anak. Oleh karena itu, disarankan untuk tetap memainkan musik saat Mom & Ayah sedang mengemudi dalam mobil untuk anak.

2. Berbicara dengan anak sambil memasukkan gerakan dan suara lain

Pada masa pertumbuhan, anak terlebih dahulu mengenali perubahan nada, volume, dan elemen komunikasi lainnya jika dibanding dengan kata-kata. Maka dari itu anak lebih memperhatikan semua yang Mom & Ayah lakukan dan akan menggunakannya sebagai dasar untuk mengembangkan keterampilan komunikasinya. 

3. Mom & Ayah bisa bercerita

Dengan bercerita mengenai kegiatan sehari-hari akan semakin menambah interaksi antara Mom, Ayah & anak. Hal ini juga bermanfaat untuk anak dalam menambah kosa kata dan semakin berani untuk merespon berbagai ucapan yang telah disampaikan oleh Mom & Ayah. 

4. Jangan mengoreksi atau mengkritik

Jika terdapat kesalahan dalam tenses, verba, atau pengucapannya. Mom & Ayah tidak boleh langsung mengoreksi atau mengkritiknya begitu saja. Dikhawatirkan anak akan sulit untuk mencoba lagi jika sudah mendapatkan respon negatif sebelumnya.

Tips agar anak cepat bicara ini bisa dipelajari oleh setiap Mom & Ayah, hal ini dilakukan agar Mom bersama dengan Ayah bisa melakukan terapi sendiri kepada anak mereka. Dengan melakukan stimulasi anak bicara secara perlahan-lahan, Mom & Ayah diharapkan bisa membantu anak dalam mudah untuk berbicara. Jika Mom & Ayah merasa khawatir akan kondisi anak dan telah menemukan berbagai ciri-ciri dari anak yang sulit bicara, disarankan untuk segera melakukan konsultasi segera mungkin ke dokter anak. Dengan melakukan stimulasi anak bicara Mom & Ayah bisa membantu anak untuk bisa lebih mudah dalam berbicara, dan juga telah disampaikan beberapa tips agar anak cepat bicara sebagai sebuah solusi untuk Mom & Ayah. Selain itu,  Kehamilan Sehat memiliki 10 cabang klinik yang menyediakan poli anak. Mom & Ayah dapat mengunjungi Kehamilan Sehat untuk memastikan apakah anak memiliki gangguan dalam berbicara. Mom bisa melakukan konsultasi bersama dengan dokter anak di Kehamilan Sehat.

Penulis

Penulis

Tanggal

05/22/2023

Penulis

Penulis

Tanggal

05/22/2023

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Ibu Hamil Sering Buang Air Kecil, Kenapa Ya?

Ibu Hamil Sering Buang Air Kecil, Kenapa Ya?

Ibu hamil sering buang air kecil memang menjadi hal yang paling sering dikeluhkan oleh ibu hamil, terutama pada Mommil di trimester 3. Mungkin banyak Mommil yang tidak sadar bahwa keluhan sering buang air kecil ini bisa dialami sejak awal kehamilan. Meskipun sering...

read more
Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares