Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Darah Nifas Setelah Melahirkan : Ini Jenis Darah Nifas Berdasarkan Warna dan Waktunya

jenis darah ibu nifas

Setelah melahirkan, tubuh Mom akan mengalami banyak perubahan sebagai bagian dari proses pemulihan. Salah satu perubahan yang terjadi adalah keluarnya darah nifas. Kondisi ini termasuk normal dan menjadi tanda bahwa rahim sedang berkontraksi sebagai bagian dari proses pemulihan setelah melahirkan.

Namun, warna dan jumlah darah nifas bisa berbeda pada setiap fase nifas. Oleh karena itu, Mom sebaiknya memahami jenis darah nifas agar dapat lebih tenang dalam menjalani masa-masa perubahan setelah melahirkan. 

Artikel lainnya : Kapan Sih Haid Setelah Nifas?

Jenis Darah Nifas Berdasarkan Warna dan Waktu

Seiring berjalannya waktu setelah melahirkan, darah nifas yang juga disebut lochea (lochea) akan mengalami perubahan yang cukup jelas. Lochea merupakan cairan vagina yang keluar selama beberapa minggu setelah persalinan dan terdiri dari campuran darah, lendir, serta sisa-sisa jaringan dari dalam rahim. 

Pada awalnya, jumlah lochea cenderung banyak, namun dalam beberapa minggu setelah persalinan alirannya akan berkurang dan menjadi semakin sedikit hingga akhirnya berhenti. Perubahan warna, jumlah, dan konsistensi lochea ini menandakan tahapan pemulihan rahim yang sedang berlangsung. Berikut penjelasan lengkap tahapan dan jenis darah nifas berdasarkan warna dan waktu kemunculannya.

Lochea Rubra 

Lochea rubra merupakan tahapan pertama dari darah nifas yang muncul setelah melahirkan. Pada fase ini, cairan yang keluar umumnya berwarna merah gelap hingga merah terang. Lochea rubra dapat menyerupai darah menstruasi yang cukup deras, mengandung gumpalan kecil, biasanya berukuran kecil dan masih tergolong normal. 

Selama fase pengeluaran lochea rubra, sebagian Mom mungkin merasakan kram ringan di perut, mirip dengan nyeri saat menstruasi. Rasa kram ini dapat terasa lebih kuat ketika Mom sedang menyusui atau memompa ASI karena rahim berkontraksi. 

Lochea rubra biasanya berlangsung selama 1-3 hari setelah persalinan. Pada periode ini, pembalut nifas yang tebal dapat terisi penuh setiap dua hingga tiga jam, sehingga Mom disarankan untuk menggantinya secara rutin demi menjaga kebersihan dan kenyamanan. 

Lochea sanguinolenta

Lochea sanguinolenta adalah cairan nifas normal yang keluar pada hari ke-4 hingga ke-7 pasca persalinan, ditandai dengan darah warna merah kecoklatan dan merah kekuningan.

Cairan ini merupakan tahap kedua dari lochea dan terdiri dari sisa darah, lendir, selaput lendir serviks, serta sel-sel darah putih. Komposisi lochea sanguinolenta berupa campuran darah dan lendir, serta aroma yang normalnya agak amis, mirip bau menstruasi.

Lochea Serosa

Lochea serosa merupakan tahap ketiga dari darah nifas yang muncul setelah fase lochea sanguinolenta. Pada tahap ini, perdarahan pasca persalinan mulai berkurang dan menunjukkan bahwa rahim sedang memasuki proses pemulihan yang lebih lanjut. Perubahan warna dan jumlah cairan menjadi tanda penting yang perlu Mom perhatikan. 

Ciri-ciri lochea serosa antara lain : 

  • Berwarna coklat atau agak kekuningan
  • Konsistensinya lebih cair dari lochea sanguinolenta
  • Alirannya tidak terlalu deras 
  • Gumpalan darah biasanya lebih sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali 

Lochea serosa umumnya keluar di hari ke-7 sampai hari ke-14 setelah melahirkan. Selain darah, cairan nifas pada fase lochea serosa juga mengandung lebih banyak serum dan terdiri dari sel darah putih (leukosit) serta sisa-sisa jaringan dari plasenta. Komposisi ini membantu tubuh membersihkan rahim dari sisa kehamilan dan mendukung proses pemulihan pasca persalinan.

Lochea Alba 

Lochea alba merupakan tahap terakhir dari darah nifas dan menandakan bahwa proses pemulihan rahim hampir selesai. Pada fase ini, cairan yang keluar sudah jauh lebih sedikit dibandingkan tahap sebelumnya dan tidak lagi menyerupai perdarahan. 

Ciri-ciri lochea alba antara lain : 

  • Berwarna putih
  • Tidak mengandung gumpalan darah 

Lochia alba adalah cairan nifas yang muncul pada tahap akhir pemulihan pascapersalinan, biasanya mulai muncul sekitar minggu ke-2 hingga minggu ke-6 setelah melahirkan. Cairan ini berwarna putih kekuningan atau krem, dan mengandung sel darah putih (leukosit), selaput lendir serviks, serta serabut jaringan mati. Locha alba menunjukkan bahwa rahim sudah mulai kembali ke ukuran normal dan proses penyembuhan berlangsung dengan baik, meski jumlahnya sedikit dibanding fase sebelumnya.

Ciri-ciri darah nifas yang normal 

  • Warna darah berubah secara bertahap dari merah, kecoklatan, merah muda, hingga putih kekuningan.
  • Jumlah darah semakin berkurang dari hari ke hari.
  • Tidak berbau menyengat.
  • Tidak disertai demam atau nyeri perut hebat.
  • Gumpalan darah kecil dapat muncul pada hari-hari awal dan masih tergolong normal.
  • Darah nifas berlangsung hingga sekitar enam minggu setelah melahirkan.

Ciri-ciri darah nifas yang tidak normal 

  • Perdarahan sangat banyak atau semakin deras.
  • Darah tetap berwarna merah terang dalam waktu lama.
  • Muncul bau tidak sedap dari darah nifas.
  • Disertai demam, menggigil, atau nyeri perut hebat.
  • Gumpalan darah berukuran besar keluar berulang kali.
  • Darah nifas berhenti tiba-tiba atau berlangsung lebih dari enam minggu.

Apa perbedaan lochea dan darah menstruasi? 

Perbedaan antara lochea dan darah menstruasi terletak pada lamanya waktu keluarnya cairan. Menstruasi normal umumnya berlangsung sekitar 3-7 hari, sedangkan lochea bisa berlangsung lebih lama yaitu sekitar 6 minggu pada sebagian besar wanita setelah melahirkan. 

Memahami perubahan darah nifas setelah melahirkan dapat membantu Mom lebih tenang menjalani masa pemulihan. Untuk memastikan proses persalinan hingga perawatan pasca persalinan berjalan aman dan nyaman, pastikan memilih fasilitas dan layanan persalinan normal yang didampingi oleh dokter dan bidan berpengalaman di KS Women and Children Clinic. 

Mom juga dapat berkonsultasi tentang rencana persalinan dan perawatan nifas sejak awal agar ibu dan bayi bisa mendapatkan penanganan terbaik sesuai kebutuhan. 

Ditinjau oleh : dr. M Fadli Syahdema, Sp.OG

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

02/23/2026

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

02/23/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares