
Disleksia merupakan gangguan belajar pada anak yang mempengaruhi kemampuan membaca, menulis, dan mengeja. Sayangnya, tanda-tanda awal disleksia sering tidak disadari karena kerap dianggap sebagai anak malas, kurang fokus, dan hanya terlambat belajar.
Mom & Dad sebaiknya kenali penyebab, ciri-ciri awal dan penanganan disleksia pada anak. Agar Mom & Dad dapat memberikan dukungan dan penanganan yang tepat sehingga tumbuh kembang dan kepercayaan diri si Kecil lebih optimal.
Artikel lainnya : Terapi Speech Delay di Rumah : Tips Efektif Agar Anak Cepat Bicara
Penyebab disleksia pada anak
Disleksia terjadi karena adanya perbedaan cara kerja otak (neurobiologis) dalam memproses informasi, terutama yang berkaitan dengan bahasa anak. Pada anak dengan disleksia, proses menerima informasi (input), memahami maknanya, menyimpan dalam ingatan, hingga mengolahnya di dalam pikiran (proses kognitif) tidak berjalan seefektif anak pada umumnya. Akibatnya, saat harus memberikan respon atau menyampaikan kembali informasi tersebut (output), anak bisa mengalami kesulitan.
Karena proses-proses ini saling berkaitan, gangguan pada salah satu tahap saja sudah dapat mempengaruhi kemampuan belajar anak secara keseluruhan. Inilah sebabnya mengapa anak dengan disleksia sering tampak sulit memahami dan mengikuti instruksi lisan, meskipun sebenarnya mereka sudah berusaha untuk mendengarkan dan memahami dengan baik.
Disleksia juga bisa disebabkan karena faktor genetik atau keturunan. Anak yang memiliki orangtua dengan disleksia memiliki peluang 30-50%. Selain itu kondisi gangguan genetik seperti down syndrom juga meningkatkan risiko si Kecil mengalami disleksia.
Apakah disleksia mempengaruhi kecerdasan anak?
Kondisi disleksia tidak mempengaruhi kecerdasan anak. Anak disleksia cenderung memiliki kemampuan bahasa di bawah rata-rata atau tidak sesuai dengan anak seusianya. Namun, ternyata anak disleksia memiliki potensi kognitif yang baik. Selain itu, anak dengan disleksia memiliki tingkat kepandaian yang normal bahkan di atas rata-rata.
Deteksi dini mengenal ciri-ciri disleksia
Disleksia dapat dideteksi sejak dini, bahkan sebelum anak mulai belajar membaca secara formal. Ciri-ciri disleksia dapat Mom & Dad kenali sejak usia anak pra sekolah dan usia sekolah dasar.
Ciri-ciri disleksia pada usia pra-sekolah
- Suka mencampur atau menggabungkan kata-kata dan frasa
- Sulit mempelajari pengulangan bunyi (rima) dan irama (ritme)
- Kesulitan mengingat nama
- Perkembangan bahasa cenderung lambat
- Senang dibacakan buku, tetapi tidak tertarik dengan kata-kata atau huruf
- Kesulitan untuk mengenakan pakaian
Ciri-ciri disleksia pada usia sekolah dasar
- Sulit membaca dan mengeja
- Kesulitan membedakan huruf-huruf dengan bentuk yang serupa seperti “d” dan “b” atau “p” dan “q”
- Sering tertukar angka
- Sulit mengingat alfabet atau mempelajari tabel
- Sulit mengerti tulisan yang ia baca
- Lambat dalam menulis
- Sulit berkonsentrasi
- Susah membedakan kanan dan kiri
- Sulit mengenal urutan hari dalam sepekan
- Kurangnya rasa percaya diri
- Masih kesulitan untuk mengenakan pakaian
Disleksia biasanya akan diketahui pada saat anak berusia 7 tahun atau pada saat anak memasuki sekolah dasar, yang bisa ditandai dengan menurunnya prestasi belajar.
Jika si Kecil menunjukkan beberapa ciri di atas, sebaiknya Mom & Dad segera melakukan skrining dan evaluasi dengan dokter spesialis anak untuk menegakkan diagnosa. Karena, untuk menentukan kondisi secara pasti, perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter dengan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
Tingkat keparahan disleksia
Disleksia memiliki tingkat keparahan yang berbeda pada setiap anak, yaitu :
- Ringan : Anak mengalami kesulitan membaca dan mengeja, namun dapat diatasi dengan beberapa dukungan seperti metode belajar khusus baik dari guru dan orang tua.
- Disleksia sedang : Anak mengalami kesulitan dan mulai mengganggu proses belajar, sehingga membutuhkan bimbingan khusus, strategi belajar serta pendampingan rutin
- Disleksia berat : Kesulitan belajar pada anak semakin terasa dan sering. Meskipun sudah ditangani dengan metode belajar khusus dan berbagai dukungan, anak tetap mengalami hambatan yang signifikan dalam membaca dan menulis.
Penanganan disleksia
Perlu diketahui bahwa disleksia bukan disebabkan gangguan pada mata, melainkan perbedaan cara kerja otak dalam memproses bahasa. Oleh karena itu, penanganan disleksia sebaiknya fokus pada intervensi pendidikan dan terapi belajar dengan dokter spesialis anak dan guru di sekolah.
Dukungan di sekolah untuk anak dengan disleksia
Berbagai bentuk dukungan dan penyesuaian di lingkungan sekolah tersebut bertujuan untuk membantu anak dengan disleksia memahami materi pelajaran sesuai dengan kemampuan dan gaya belajarnya.
Berbagai bentuk fasilitas dan penyesuaian di lingkungan sekolah, antara lain :
- Pengajaran individual atau dalam kelompok kecil
- Waktu tambahan untuk mengerjakan tugas membaca dan menulis
- Instruksi yang jelas, singkat dan sederhana sehingga mudah dimengerti si Kecil
- Menggunakan buku audio atau materi pembelajaran berbasis suara
- Penyesuaian tugas, misalnya mempersingkat atau menyesuaikan tingkat kesulitan
Dengan dukungan yang tepat dari guru dan pihak sekolah, anak tidak hanya terbantu secara akademik, tetapi juga dapat menjaga rasa percaya diri, merasa lebih nyaman saat belajar, serta memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menunjukkan potensi terbaiknya.
Dukungan dari rumah yang dapat dilakukan orangtua dengan anak disleksia
Ada beberapa cara yang dapat Mom & Dad lakukan untuk membantu si Kecil dengan disleksia agar tetap berkembang dan percaya diri dalam belajar.
- Memberikan instruksi khusus yang membantu anak mengenali bunyi-bunyi bahasa secara terpisah, lalu menghubungkannya dengan huruf yang sesuai.
- Membacakan buku cerita
- Mendengarkan buku audio
- Melafalkan sajak anak
- Menyanyikan lagu sederhana bersama anak
Pendekatan yang tepat, konsisten, dan disesuaikan dengan kebutuhan anak dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis secara bertahap.
Jika Mom & Dad mulai melihat tanda-tanda disleksia pada si Kecil atau memiliki kekhawatiran terhadap proses belajarnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic. Pemeriksaan dan arahan sejak dini akan membantu menentukan langkah pendampingan yang paling sesuai agar tumbuh kembang dan kemampuan belajar anak dapat berkembang secara optimal.









0 Comments