Duduk posisi W pada anak sering dianggap sebagai kebiasaan duduk yang wajar dan tidak berbahaya. Padahal, posisi duduk ini dapat mempengaruhi perkembangan postur tubuh, keseimbangan otot, dan kemampuan motorik anak jika dilakukan terlalu sering. Lalu, apakah duduk posisi W pada anak benar-benar berbahaya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa itu posisi duduk W pada anak?
Posisi duduk “W” atau W-sitting yaitu ketika anak duduk di lantai dengan posisi bokong bertumpu di antara dua kaki, lutut ditekuk, dan kaki terentang ke samping sehingga bila dilihat dari atas akan berbentuk huruf “W”.
Duduk posisi W cukup sering terlihat pada anak usia 2-6 tahun, meskipun dapat juga dijumpai pada anak yang lebih kecil atau lebih besar. Meski tampak nyaman, kebiasaan duduk ini dapat berdampak pada pertumbuhan tulang dan perkembangan postur tubuh anak, terutama jika dilakukan terlalu sering dalam jangka waktu yang lama.
Mengapa anak duduk posisi “W”?
Beberapa anak cenderung memilih posisi duduk ini karena berbagai alasan. Faktor yang menyebabkan anak duduk dengan posisi “W” antara lain :
- Kelainan struktur pinggul : posisi kepala tulang paha lebih menghadap ke depan dibanding normal
- Keseimbangan otot inti (core) yang kurang
- Kebiasaan duduk ini bisa terlihat mulai dari usia 6 bulan saat berpindah posisi dari duduk ke merangkak atau berlutut
Anak yang posisi duduk berbentuk huruf W, normal atau berbahaya?
Posisi duduk berbentuk huruf W kerap terlihat saat anak bermain di lantai dan sering dianggap nyaman bagi anak. Namun, di balik kebiasaan ini, ada beberapa hal penting yang perlu Mom & Dad pahami sebelum membiarkan anak duduk dalam posisi tersebut, terutama jika dilakukan berulang kali dan dalam waktu yang lama. Dampak posisi duduk W pada si kecil jika terlalu sering :
Aktivasi otot inti menurun
Duduk posisi W membuat tubuh anak berada pada posisi yang sangat stabil sehingga otot inti seperti otot perut dan punggung jarang digunakan. Akibatnya, perkembangan keseimbangan tubuh dan kontrol postur anak dapat terhambat karena otot-otot tersebut tidak terlatih secara optimal.
Perubahan postur tubuh yang tidak ideal
Kebiasaan posisi duduk W dapat mendorong panggul anak miring ke belakang dan membuat tubuh cenderung membungkuk. Jika dilakukan terus menerus, hal ini dapat membentuk kebiasaan postur tubuh yang yang tidak ideal dan berisiko berlanjut hingga anak tumbuh besar.
Pola berjalan jari kaki ke dalam (intoeing)
Kebiasaan duduk posisi W dapat memengaruhi cara anak berjalan. Posisi ini membuat paha dan kaki cenderung berputar ke arah dalam. Sehingga saat berjalan ujung kaki anak tampak mengarah ke dalam atau dikenal sebagai intoeing. Jika berlangsung terus-menerus, pola berjalan dapat memengaruhi keseimbangan, koordinasi gerak, serta meningkatkan risiko anak mudah tersandung atau jatuh.
Gerakan tubuh jadi kaku
Anak jadi lebih sulit memutar badan ke kiri dan kanan. Saat duduk, anak sering terlihat membungkuk atau terlalu bersandar, sehingga koordinasi gerakan tubuh kanan dan kiri menjadi kurang seimbang.
Memberi tekanan berlebih pada sendi
Duduk posisi W dapat memberi tekanan yang cukup besar pada pinggul, lutut, dan pergelangan kaki. Jika dilakukan terlalu sering dan dalam waktu lama, sendi anak lebih berisiko mengalami nyeri atau masalah sendi di kemudian hari.
Berisiko nyeri pinggul atau punggung saat dewasa
Kebiasaan duduk dengan postur yang kurang baik dapat terbawa hingga dewasa. Hal ini meningkatkan risiko munculnya nyeri pada pinggul dan punggung bawah saat anak tumbuh dewasa.
Solusi mengatasi kebiasaan duduk posisi W
Kebiasaan duduk ini dapat diatasi dengan pendampingan yang tepat dan konsisten. Berikut beberapa langkah yang dapat Mom & Dad lakukan untuk membantu si Kecil duduk dengan posisi yang lebih ideal.
1. Alternatif cara duduk
Mom & Dad dapat mengenalkan berbagai posisi duduk lain agar anak terbiasa mengubah posisinya, antara lain:
- Duduk bersila (criss-cross sitting) : ajari si Kecil posisi duduk di lantai dengan melipat kedua kaki secara menyilang di depan tubuh
- Ajarkan duduk dengan kaki lurus ke depan atau duduk menyamping
- Duduk menyamping (side-sitting) : kedua kaki ke satu sisi, satu pinggul berputar ke dalam dan pinggul lainnya ke luar
- Berjongkok : membantu memperkuat otot tubuh bagian bawah
- Tengkurap (tummy time) : membantu perkembangan otot lengan dan tubuh bagian atas
- Duduk di kursi atau bangku yang rendah
Dengan mengenalkan variasi posisi duduk ini secara bertahap dan konsisten, Mom & Dad dapat membantu si Kecil membangun kebiasaan duduk yang lebih sehat serta mendukung perkembangan postur dan keseimbangannya.
2. Penguatan otot inti (core strengthening)
Jika penyebab duduk posisi W adalah kelemahan otot inti, latihan penguatan otot perut dan punggung dapat membantu anak lebih stabil saat duduk dengan posisi yang benar. Beberapa hal yang dapat dilakukan Mom & Dad yaitu :
Peregangan pinggul
- Duduk posisi W terlalu lama dapat menyebabkan otot pinggul, paha belakang, dan paha bagian dalam menjadi kaku dan memendek
- Latihan peregangan bertujuan untuk mengendurkan otot-otot tersebut agar anak lebih mudah dan duduk dengan posisi yang lebih sehat
3. Mengingatkan anak secara konsisten
Mom & Dad sebaiknya mengingatkan si Kecil untuk membiasakan posisi duduk yang benar. Jika si Kecil sedang duduk posisi W, segera ingatkan untuk merubah posisi duduk yang lebih baik seperti bersila. Tujuannya agar kebiasaan duduk yang baik dapat terbentuk sejak dini.
Artikel lainnya : Terapi Speech Delay di Rumah : Tips Efektif Agar Anak Cepat Bicara
Lakukan pemeriksaan tumbuh kembang si Kecil dengan dokter
Jika Mom & Dad merasa kebiasaan duduk posisi W pada si Kecil sulit diubah atau disertai kekhawatiran terhadap postur dan perkembangan geraknya, sebaiknya konsultasi dengan dokter spesialis anak agar dapat melakukan pemeriksaan dan deteksi dini yang tepat.
Dokter akan membantu menilai kondisi tumbuh kembang si Kecil secara menyeluruh dan memberikan arahan atau rujukan yang sesuai, sehingga posisi duduk dan postur tubuh anak dapat berkembang dengan optimal.
Ditinjau oleh : dr. Rudy Ciulianto. SpA, CIMI, IYCF Counselor









0 Comments