
Cacingan pada anak masih menjadi masalah kesehatan yang sering terjadi, terutama di usia anak sekolah. Kondisi ini kerap tidak disadari karena gejalanya bisa ringan dan tampak seperti keluhan sehari-hari. Jika dibiarkan, infeksi cacing dapat mengganggu tumbuh kembang dan daya tahan tubuh si Kecil. Oleh karena itu, penting bagi Mom & Dad untuk mengenali gejala cacingan pada anak sejak dini, memahami penyebabnya, serta mengetahui langkah pencegahan yang tepat. Dengan penanganan yang cepat dan kebiasaan hidup bersih yang diterapkan sejak kecil, risiko cacingan dapat diminimalkan dan kesehatan anak tetap terjaga.
Artikel lainnya : Penyakit Eksim pada Anak : Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya
Bagaimana gejala anak terkena cacingan?
Untuk memastikan kondisi si Kecil, Mom & Dad perlu mengenali berbagai ciri dan gejala cacingan yang dapat muncul. Gejalanya bisa berbeda pada setiap anak, mulai dari tanda yang mudah dikenali hingga keluhan yang jarang disadari.
Berikut beberapa gejala anak yang mengalami cacingan :
- Ada cacing pada feses si Kecil, bentuk cacingnya seperti benang putih
- Terdapat cacing di sekitar bagian bawah anus si Kecil, biasanya cacing akan keluar di malam hari saat ia tidur
- Rasa gatal yang sangat hebat di sekitar anus dan alat kelamin terutama di malam hari
- Sering terbangun di malam hari karena rasa gatal
- Iritasi kulit di sekitar anus karena gatal dan garukan
Gejala-gejala di atas merupakan tanda cacingan yang paling sering ditemukan pada anak dan relatif mudah dikenali oleh orang tua. Namun, pada beberapa kondisi, infeksi cacing juga dapat menimbulkan keluhan lain yang tidak khas sehingga kerap luput dari perhatian.
Gejala cacingan yang jarang dikenali
Selain tanda dan gejala yang khas, cacingan pada anak juga dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan infeksi lain seperti :
- Mengalami penurunan berat badan
- Sering mengompol
- Diare berair
- Nyeri perut karena cacing dapat menyumbat di usus buntu atau menyebabkan peradangan di sekitar usus buntu
Gejala-gejala ini sering kali tidak langsung dikaitkan dengan cacingan. Oleh karena itu, jika si Kecil mengalami keluhan tersebut secara terus-menerus atau disertai dengan penurunan berat kondisi kesehatan, Mom & Dad sebaiknya segera konsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.
Penyebab cacingan pada anak
Cacingan pada anak sering terjadi karena infeksi cacing parasit yang dapat menyerang organ tubuh, terutama saluran pencernaan. Pada beberapa jenis infeksi, cacing juga dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti kulit, paru-paru, hingga hati. Beberapa jenis cacing yang kerap menyebabkan cacingan pada anak adalah cacing pita, cacing gelang, cacing cambuk, dan cacing tambang.
Infeksi cacingan bisa terjadi pada semua kelompok usia, namun anak usia sekolah menjadi salah satu kelompok yang paling rentan. Menurut WHO, usia anak 5-12 tahun termasuk kelompok dengan risiko tinggi mengalami infeksi akibat cacing STH (Soil-Transmitted Helminths).
Di Indonesia, angka cacingan pada anak masih tergolong tinggi, dengan angka kejadian mencapai 45-65%. Cacingan pada anak usia sekolah dapat disebabkan karena berbagai sebab, misalnya :
- Kurang menjaga kebersihan
- Jarang mencuci tangan
- Sering bermain di tanah tanpa alas kaki
- Kebiasaan memasukkan tangan ke mulut
Penularan infeksi cacing dapat melalui kontak langsung dengan tanah, makanan atau benda yang terkontaminasi telur cacing. Telur cacing yang tidak sengaja tertelan dapat masuk ke dalam tubuh dan berkembang menjadi cacing dewasa di saluran pencernaan. Oleh karena itu, penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat menjadi langkah penting untuk mencegah cacingan pada anak.
Jika anak cacingan, apa yang harus dilakukan?
Jika si Kecil mengalami cacingan, Mom & Dad perlu segera mengambil langkah penanganan yang tepat untuk membantu proses penyembuhan sekaligus mencegah penularan ulang. Pastikan untuk segera membawa si Kecil ke dokter spesialis anak agar diberikan pengobatan yang tepat.
Selain mengikuti saran pengobatan dari dokter, penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat di rumah sangat berperan penting dalam memutus siklus infeksi.
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan Mom & Dad di rumah :
- Membiasakan anak untuk cuci tangan dengan benar yaitu : menggosok bagian bawah kuku terutama sebelum dan sesudah makan, dan sebelum dan sesudah keluar rumah
- Pastikan anak mencuci tangan secara teratur
- Mandi setiap pagi
- Biasakan membilas sikat gigi sebelum dipakai
- Pastikan kuku tetap pendek, jika sudah memanjang segera gunting kuku si kecil
- Cuci pakaian, seprei, handuk dan mainan dengan suhu yang panas setiap hari selama perawatan
- Disinfeksi permukaan kasur dan kamar mandi menggunakan air panas
- Bersihkan kamar si Kecil dengan penyedot debu dan kain yang lembab
- Pastikan semua orang di rumah mengenakan pakaian dalam di malam hari dan menggantinya di pagi hari
Hal yang perlu dihindari
Agar infeksi tidak berulang, Mom & Dad juga perlu memperhatikan beberapa hal berikut :
- Sebaiknya tidak berbagi handuk atau kain lap
- Hindari menggigit kuku atau menghisap jempol dan jari
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten, proses pemulihan si Kecil dapat berjalan lebih optimal dan risiko penularan cacingan dapat diminimalkan.
Namun, apabila gejala cacingan tidak membaik, muncul keluhan seperti nyeri perut hebat, diare berkepanjangan, atau penurunan berat badan, Mom & Dad disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.
Dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic akan melakukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai kondisi si Kecil, termasuk pemberian obat cacing serta edukasi pencegahan lanjutan. Penanganan yang tepat sejak dini penting untuk mencegah komplikasi dan memastikan tumbuh kembang anak tetap optimal.









0 Comments