Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Katogori

Penulis

Penulis

Tanggal

10/13/2021

Katogori

Penulis

Penulis

Tanggal

10/13/2021

Mom, Waspadai Gejala & Komplikasi Perdarahan Postpartum

gejala-dan-penyebab-perdarahan-postpartum

Isi Artikel

    1. Pengertian Perdarahan Postpartum
    2. Gejala Perdarahan Postpartum
    3. Penyebab Perdarahan Postpartum
    4. Faktor Risiko Perdarahan Postpartum
    5. Diagnosis Perdarahan Postpartum
    6. Pencegahan Perdarahan Postpartum
    7. Penanganan Perdarahan Postpartum
    8. Komplikasi Perdarahan Postpartum

Pengertian Perdarahan Postpartum

Perdarahan setelah melahirkan terjadi selama beberapa minggu paska melahirkan. Tipe perdarahan ini ada yang normal dan abnormal. Perdarahan abnormal membawa risiko yang tidak dapat dianggap enteng. Bila tidak ditangani dengan tepat dan cepat, kondisi ini dapat menyebabkan kematian ibu. Untuk itu, kenali dan pahami penyebab, gejala, dan penanganan tepat dari perdarahan postpartum. Lantas apa yang dimaksud dengan Perdarahan Postpartum?

Perdarahan postpartum atau postpartum hemoragik (PPH) adalah kondisi perdarahan setelah melahirkan yang berlebihan. Kondisi ini adalah kondisi abnormal yang perlu segera mendapat penanganan. 

Jenis Perdarahan Postpartum

Ketahu beberapa Perdarahan setelah melahirkan (PPH) terbagi menjadi 2 jenis yaitu:

1. Perdarahan Postpartum Primer

Perdarahan setelah melahirkan primer (PPH Primer) terjadi pada Mom yang kehilangan 500 ml darah dalam kurun waktu 24 jam pertama setelah melahirkan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh otot rahim yang lemas, luka robek pada rahim, gangguan pembekuan darah, dan juga retensi plasenta.

2. Perdarahan Postpartum Sekunder

Perdarahan setelah melahirkan sekunder (PPH Sekunder) terjadi pada Mom yang mengalami perdarahan hebat 24 jam hingga 12 minggu setelah melahirkan. Kondisi ini lebih sering disebabkan karena infeksi pada rahim (endometritis). 

Selain endometritis, PPH sekunder juga dapat terjadi karena retensi plasenta dan kantong air ketuban yang masih tersisa dalam rahim. Kedua hal tersebut membuat rahim tidak dapat berkontraksi dengan normal untuk menghentikan perdarahan.

Gejala Perdarahan Postpartum

Gejala perdarahan setelah melahirkan yang tergolong abnormal adalah:

  • Darah yang keluar dalam jumlah banyak, lebih dari 500 ml
  • Kondisi perdarahan yang tidak berkurang dari hari ke hari
  • Dapat disertai keluarnya bekuan darah sebesar bola golf
  • Darah berwarna merah segar
  • Nyeri pada perut bagian bawah
  • Demam
  • Keringat dingin
  • Detak jantung meningkat
  • Sesak napas
  • Lemas dan pusing seperti akan pingsan
  • Penurunan kesadaran
  • Penurunan tekanan darah, yang merupakan salah satu pertanda akan terjadi syok hipovolemik yang berbahaya bagi keselamatan Mom.

Segera kunjungi dokter Klinik Kehamilan Sehat ketika Mom menemukan beberapa gejala tersebut. Dokter kepercayaan Mom akan menentukan penyebab dari kondisi yang ada serta memberikan pengobatan terbaik.

Penyebab Perdarahan Postpartum

Beberapa hal yang menjadi penyebab perdarahan postpartum atau PPH adalah:

1. Trauma/Cedera pada Jalan Lahir

Penyebab perdarahan postpartum yang sering terjadi adalah trauma/cedera pada jalan lahir berupa robekan perineum (area antara vagina dan anus). 

2. Atonia Uteri

Atonia uteri merupakan penyebab perdarahan postpartum yang paling umum. Atonia uteri adalah kondisi dimana rahim tidak dapat berkontraksi dengan baik. Setelah melahirkan, rahim akan terus berkontraksi untuk mengeluarkan plasenta dan menekan pembuluh darah untuk mengurangi perdarahan. Apabila kontraksi ini tidak berjalan dengan baik, maka perdarahan akan terjadi terus menerus.

3. Plasenta Akreta

gejala-dan-penyebab-perdarahan-postpartum-2-plasenta-akreta

Plasenta akreta adalah penyebab perdarahan postpartum selanjutnya. Kondisi ini terjadi apabila pembuluh darah ataupun bagian lain dari plasenta melekat atau tertanam erat di rahim. Akibatnya, saat plasenta hendak dikeluarkan, sebagian dari plasenta tersebut masih tertinggal di dalam rahim dan menyebabkan perdarahan hebat.

4. Retensio Plasenta

Retensio plasenta merupakan kondisi yang mirip dengan plasenta akreta. Pada kondisi ini, plasenta  masih tertanam di rahim setelah Mom melahirkan. Hal ini lebih mungkin terjadi pada proses kelahiran yang sangat prematur (kelahiran kurang dari 24 minggu).

5. Ruptur Uteri

Penyebab perdarahan postpartum berupa ruptur uteri atau rahim yang pecah merupakan hal yang paling jarang terjadi.

6. Kegagalan Proses Koagulasi

Kegagalan pembekuan darah (koagulasi) merupakan salah satu penyebab perdarahan postpartum. Proses koagulasi dapat membantu penutupan luka. Bila proses ini gagal, maka perdarahan akan terus terjadi. Kondisi ini umumnya terjadi pada pengidap Hemofilia atau dapat juga disebabkan oleh faktor lain seperti hipertensi dan komplikasi kehamilan lainnya.

Faktor Risiko Perdarahan Postpartum

gejala-dan-penyebab-perdarahan-postpartum-3

Ada beberapa faktor yang membuat Mom berisiko mengalami perdarahan setelah melahirkan abnormal yaitu:

  • Memiliki riwayat perdarahan pada kehamilan sebelumnya
  • Ukuran bayi besar (lebih dari 4.000 gram) atau mengalami kehamilan bayi kembar
  • Memiliki masalah obesitas atau berat badan berlebih
  • Anemia saat hamil
  • Usia di atas 40 tahun
  • Proses melahirkan dan pengeluaran plasenta yang memakan waktu lama (lebih dari 12 jam)
  • Mengalami plasenta previa dimana letak plasenta berada di bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir
  • Menderita preeklamsia
  • Kelebihan cairan ketuban
  • Menjalani persalinan dengan induksi
  • Menggunakan alat bantu seperti forceps saat proses melahirkan

Diagnosis Perdarahan Postpartum

Diagnosis kondisi perdarahan setelah melahirkan abnormal ini akan dilakukan oleh dokter dengan beberapa cara yaitu:

  • Pengamatan terhadap volume darah yang keluar
  • Pengukuran denyut nadi, tekanan darah, serta laju pernapasan
  • USG untuk melihat sumber perdarahan, misalnya untuk melihat apakah ada sisa plasenta yang masih tertinggal
  • Pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya kemungkinan gangguan pembekuan darah

Pencegahan Perdarahan Postpartum

Penyebab perdarahan postpartum atau perdarahan setelah melahirkan abnormal ini sangat beragam. Artinya, cukup sulit untuk dapat sepenuhnya mencegah kondisi ini. Upaya terbaik yang dapat Mom lakukan untuk mengantisipasi terjadinya perdarahan setelah melahirkan adalah melakukan pemeriksaan rutin sebelum dan setelah melahirkan di Klinik Kehamilan Sehat, baik dengan pemeriksaan fisik ataupun pemeriksaan lab. Dengan begitu, dokter dapat mengetahui apakah Mom memiliki risiko tinggi untuk mengalami perdarahan setelah melahirkan atau tidak. Selanjutnya, dokter dapat memberikan saran untuk mengurangi risiko tersebut serta mempersiapkan penanganan terbaik sejak dini. 

Penanganan Perdarahan Postpartum

gejala-dan-penyebab-perdarahan-postpartum-4

Penanganan kondisi ini akan disesuaikan dengan penyebab perdarahan postpartum, berupa:

1. Menekan Pembuluh Darah

Dokter akan memasukkan balon khusus yang dikembangkan dalam rahim. Tujuannya adalah untuk menekan pembuluh darah dan menghentikan perdarahan.

2. Mengeluarkan Sisa Plasenta dari rahim

Salah satu penyebab perdarahan postpartum adalah jaringan plasenta yang masih tertinggal dalam rahim. Untuk mengatasinya, jaringan tersebut harus dikeluarkan melalui prosedur kuret.

3. Memijat rahim dan Memberikan Infus Oksitosin

Pada kasus penyebab perdarahan postpartum berupa atonia uteri, penanganan yang dilakukan adalah pemijatan rahim. Pemijatan dilakukan untuk membantu rahim berkontraksi dan menghentikan perdarahan setelah melahirkan.  Kontraksi rahim juga dapat dipicu dengan cara memberikan infus oksitosin.

4. Pemberian Antibiotik

Apabila perdarahan setelah melahirkan terjadi akibat infeksi, maka dokter akan memberikan antibiotik untuk melawan infeksi tersebut.

Komplikasi Perdarahan Postpartum

gejala-dan-penyebab-perdarahan-postpartum-5

Apabila tidak segera diatasi, perdarahan setelah melahirkan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi serius berupa:

  • Syok hipovolemik
  • Penggumpalan darah secara meluas di seluruh tubuh atau Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)
  • Gagal ginjal akut
  • Masalah pernapasan akut atau Acute Respiratory Distress Syndrome
  • Kematian

Pemeriksaan secara rutin selama kehamilan dan setelah melahirkan merupakan hal yang wajib Mom lakukan untuk meminimalisir kondisi tersebut. Apabila Mom mengalami beberapa gejala perdarahan setelah melahirkan abnormal, segera periksakan diri ke dokter Sp.OG di Klinik Kehamilan Sehat. Pemeriksaan ini sangat penting agar kondisi tersebut dapat segera didiagnosis dan ditangani dengan cepat dan tepat.


E-Book Gratis

Dapatkan Edukasi Eksklusif & Terbaru Seputar Kehamilan, Dikirim Langsung ke Email Anda

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya