Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Gejala Flu Singapura pada Anak: Ciri Awal, Penyebab, dan Penanganannya

flu singapura pada anak

Anak tiba-tiba demam, muncul sariawan di mulut, lalu timbul ruam kemerahan di tangan dan kaki? Kondisi ini kerap membuat orang tua cemas karena bisa menjadi tanda flu singapura pada anak. Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit yang mudah menular dan sering menyerang anak-anak. Meski umumnya bersifat ringan, Mom & Dad perlu mengenali ciri dan gejala infeksi flu singapura agar penanganannya tepat dan meminimalisir risiko penularan. 

Artikel lainnya : Kenali Gejala Influenza Tipe A pada Anak dan Cara Mengatasinya

Apa ciri-ciri anak terkena flu Singapura?

Flu singapura yang menyerang anak akan menampakkan gejala yang berbeda dari flu biasa. Gejala yang ditimbulkan bertahap, mulai dari ringan hingga gejala yang lebih serius.  Flu singapura biasanya diawali dengan gejala : 

  • Demam
  • Nyeri tenggorokan dan nyeri saat menelan 
  • Nafsu makan menurun 
  • Nyeri perut / tidak enak badan 
  • Batuk 

Setelah demam 1-2 hari, anak yang terkena flu singapura akan mengalami timbul bintik-bintik merah di rongga mulut. Bintik merah tersebut awalnya akan muncul di belakang langit-langit mulut kemudian pecah menjadi sariawan.

Kemudian, 1-2 hari akan timbul ruam-ruam kulit dan bintik merah pada telapak tangan dan kaki. Ruam-ruam ini juga dapat muncul pada tungkai, lengan, bokong dan kulit sekitar kemaluan. 

Penyebab flu singapura pada anak 

Flu singapura disebabkan oleh infeksi virus. Kelompok virus yang paling sering menyebabkan flu singapura yaitu Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (HEV 71). Virus-virus ini mudah menyebar dan lebih sering menyerang anak-anak, khususnya balita, karena sistem kekebalan tubuh mereka masih lemah.

Saat virus masuk ke dalam tubuh, anak dapat mengalami berbagai gejala. Flu Singapura dikenal sebagai penyakit yang mudah menular, terutama melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita. Oleh karena itu, penyakit ini sering terjadi di lingkungan dengan interaksi dekat, seperti rumah, penitipan anak dan sekolah. 

Penularan flu singapura 

Ketika anak menderita flu singapura, biasanya akan menularkan penyakitnya sejak satu minggu dari gejalanya muncul. Namun, meskipun gejalanya sudah menghilang, flu singapur masih bisa ditularkan setelah beberapa hari atau beberapa minggu. Bahkan, penyakit ini juga dapat menular meskipun tidak menyebabkan gejala sama sekali. 

Virus yang menyebabkan penyakit flu singapura hidup di dalam cairan hidung dan tenggorokan, air liur, tinja / feses, serta cairan dari luka (lepuh) pada kulit. Flu singapura dapat menular dengan cara berikut ini : 

  • Berbagi alat makan atau alat minum dengan penderita flu singapura
  • Tidak sengaja menghirup percikan liur ketika penderita bersin atau batuk 
  • Menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh tinja penderita (misalnya ketika mengganti popok bayi)
  • Berpelukan dan kontak langsung dengan orang yang menderita flu singapura
  • Menyentuh benda dan permukaan yang terkontaminasi virus, seperti gagang pintu, mainan, lalu menyentuh mata, hidung dan mulut

Oleh karena itu, Mom & Dad sebaiknya meningkatkan kewaspadaan dan langkah pencegahan sejak dini untuk mengurangi risiko penularan flu singapura pada anak. 

Pencegahan flu singapura 

Mom & Dad dapat mencegah flu singapura dengan menjaga kebersihan dan menjauhkan benda-benda di sekitar yang bisa menjadi media penularan penyakit ini. Cara mencegah penyakit flu singapura agar anak tidak mudah tertular : 

  • Mengajarkan anak untuk mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan air mengalir
  • Tidak membiasakan anak untuk berbagi alat makan dan minum dengan orang lain 
  • Mengarahkan anak untuk selalu menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit 
  • Rutin membersihkan mainan atau benda yang sering disentuh anak 
  • Membiasakan anak untuk menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin dan menutupnya dengan tisu atau siku bagian dalam 
  • Memastikan daya tahan tubuh anak tetap terjaga dengan asupan gizi seimbang dan istirahat yang cukup agar imun tetap kuat dan kebal terhadap virus 

Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan secara konsisten, risiko penularan flu singapura dapat diminimalkan.

Cara menangani flu singapura pada anak

Flu singapura (HFMD) biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar 7-10 hari. Penanganannya lebih difokuskan untuk meredakan atau mengurangi gejala yang dirasakan anak. 

Demam dan nyeri dapat dibantu dengan obat penurun panas dan pereda nyeri yang aman untuk anak sesuai anjuran dokter. Selain itu, memastikan anak cukup minum sangat penting agar terhindar dari dehidrasi, terutama jika terdapat sariawan di mulut yang membuat anak sulit makan dan minum. 

Pada beberapa kasus, dokter akan menyarankan obat kumur khusus untuk membantu mengurangi rasa nyeri pada luka di mulut sehingga anak lebih nyaman saat makan dan minum. 

Jika Mom & Dad menemukan gejala seperti demam tinggi, ruam merah atau lepuhan pada area tangan, kaki, dan area mulut, serta anak yang tampak rewel, lemas, atau menolak makan dan minum, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter anak. 

Penanganan sejak dini membantu kondisi anak tetap terpantau dengan baik dan mencegah risiko komplikasi. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan aman, Mom & Dad dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic. Agar si kecil mendapatkan pemeriksaan, perawatan, dan pendampingan hingga benar-benar pulih. 

Penulis

Penulis

Tanggal

01/09/2026

Penulis

Penulis

Tanggal

01/09/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares