Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Hal yang Harus Dihindari Setelah Pasang IUD agar Tetap Aman

IUD termasuk KB jangka panjang yang cukup efektif mencegah kehamilan. Agar dapat bekerja secara optimal, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri setelah pemasangannya. Oleh karena itu, penting bagi Mom untuk mengetahui apa saja yang sebaiknya dihindari setelah pemasangan IUD. 

Mengangkat beban terlalu berat

Olahraga angkat beban sebenarnya aman dilakukan, terutama jika Mom sudah biasa melakukannya. Namun, sebaiknya hindari mengangkat beban terlalu berat selama 24-48 jam pertama setelah pemasangan IUD.

Hal ini dikarenakan pemasangan IUD biasanya memunculkan sedikit flek atau perdarahan. Mengangkat beban berat dikhawatirkan dapat memicu kram perut hingga kontraksi. Selain itu dapat memicu posisi IUD yang bergeser dari tempat yang seharusnya. Jika pemasangan IUD bergeser, tentunya pencegahan kehamilan menjadi tidak optimal. 

Hindari menggunakan tampon dan menstrual cup 

Tampon dan menstrual cup merupakan alat yang digunakan untuk menampung darah saat menstruasi. Cara menggunakan alat ini adalah dengan memasukkannya ke dalam vagina. 

Tampon dan menstrual cup dikhawatirkan dapat mengubah posisi benang IUD karena risiko benang yang tersangkut. Namun, jika Mom masih ingin menggunakan tampon dan menstrual cup maka perlu memastikan beberapa hal berikut : 

  • Sebaiknya tunggu minimal 3 bulan setelah memastikan posisi IUD benar-benar aman 
  • Pastikan benang IUD berada di dalam menstrual cup dan tidak tersangkut di pinggir cup 
  • Sebelum mengeluarkan menstrual cup, lepaskan tekanan / sedotan cup sebelum menariknya keluar 

Berhubungan intim ketika masih ada perdarahan

Flek dan perdarahan ringan biasa terjadi setelah pemasangan IUD karena tubuh sedang menyesuaikan diri. Biasanya dokter menyarankan untuk menunda hubungan seks setidaknya 24-72 jam setelah prosedur, atau sampai perdarahan benar-benar mereda. 

Berhubungan seks saat masih ada perdarahan dapat meningkatkan risiko infeksi, iritasi, kram dan nyeri bahkan berisiko membuat IUD bergeser dari posisinya. Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan, sebaiknya Mom tunggu hingga tubuh benar-benar putih.

Menarik benang IUD

Setelah pemasangan IUD, dokter atau bidan biasanya akan menyarankan Mom untuk melakukan pemeriksaan mandiri guna memastikan benang IUD masih berada di tempatnya. Pemeriksaan ini dilakukan dengan meraba bagian dalam vagina untuk merasakan benangnya saja, bukan bagian plastik IUD. 

Namun, pastikan Mom tidak menarik benang IUD saat melakukan pemeriksaan. Menarik benang, bahkan sedikit, dan dapat membuat IUD bergeser, turun atau bahkan terlepas dari posisinya di dalam rahim. Saat memeriksa, Mom cukup memastikan benang terasa seperti biasa (pendek & lembut) serta berada di posisi yang sama setiap bulan. 

Jika Mom merasakan benang IUD lebih panjang, tidak teraba atau terasa bagian keras IUD segera konsultasikan ke dokter.

Hal yang harus diperhatikan setelah pemasangan IUD 

Setelah Mom memasang IUD, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu : 

Jadwal kontrol IUD

Kontrol IUD pertama biasanya dijadwalkan 1-4 minggu setelah pemasangan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan posisi IUD berada di tempat yang tepat dan tidak mengalami pergeseran.

Pada kunjungan ini, dokter juga akan memeriksa kondisi Mom. Apakah ada keluhan seperti nyeri berlebihan, perdarahan tidak biasa, atau perubahan pada benang IUD. Setelah kontrol pertama, pemeriksaan selanjutnya hanya diperlukan jika Mom mengalami keluhan atau sesuai anjuran dokter. Dengan mengikuti jadwal kontrol ini, penggunaan IUD dapat tetap aman dan nyaman. 

Waktu untuk melepas IUD

Setiap jenis IUD memiliki masa pakai yang berbeda, sehingga penting bagi Mom untuk mengetahui kapan IUD harus dilepas atau diganti. Masa pakai IUD mulai dari 3-10 tahun tergantung jenisnya. Pastikan Mom mengingat kapan tanggal dan jadwal IUD akan dilepas. 

Kram hebat saat menstruasi 

Setelah pemasangan IUD, kram ringan hingga sedang saat menstruasi adalah hal yang cukup umum, terutama pada beberapa bulan pertama. Namun, jika Mom mengalami kram yang sangat hebat hingga mengganggu aktivitas atau terasa lebih parah dari biasanya, hal ini bisa saja menjadi tanda iritasi atau pergeseran posisi IUD.

Sebaiknya, Mom segera periksa ke dokter jika rasa nyerinya tidak kunjung membaik. 

Terlambat haid

Kondisi terlambat haid dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti stres, perubahan berat badan, kelelahan, gangguan hormon hingga kemungkinan kehamilan. Sebaiknya Mom segera pastikan dengan melakukan test pack untuk memastikan kondisi telat haid apakah karena kehamilan atau faktor lainnya. Jika hasil testpack positif, Mom segera hubungi dokter untuk konsultasi kembali. 

Mengalami IMS

Jika mengalami IMS alias infeksi menular seksual, segera periksa kondisi IUD dengan dokter. IMS dapat menyebabkan peradangan pada area panggul, meningkatkan risiko komplikasi seperti infeksi yang menjalar ke organ reproduksi.

Jika Mom mengalami gejala seperti keputihan yang tidak normal, nyeri saat berhubungan dan terasa perih saat buang air kecil, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Semakin cepat penangannya sangat penting untuk mencegah kondisi yang buruk dan memastikan keamanan penggunaan IUD. 

Benang IUD terasa panjang 

Jika Mom merasakan benang IUD terasa lebih panjang dari biasanya, hal ini bisa menandakan adanya pergeseran posisi IUD di dalam rahim. Perubahan posisi ini dapat membuat efektivitas IUD menurun dan meningkatkan risiko terjadinya kehamilan.

Selain itu, IUD yang bergeser dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau nyeri. Jika Mom mendapati benang terasa lebih panjang atau pendek bahkan tidak teraba sama sekali, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan posisi IUD tetap aman dan berfungsi dengan baik. 

Sangat nyeri di bawah perut 

Kondisi nyeri hebat di bagian bawah perut setelah pemasangan IUD, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Karena, normalnya nyeri perut akan semakin berkurang. Namun, jika intensitas kram tidak hilang dalam beberapa minggu, maka sebaiknya Mom segera konsultasikan dengan dokter. 

Mom dapat berkonsultasi dengan dokter Obgyn berpengalaman di KS Women and Children Clinic untuk memastikan pemilihan KB yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

01/24/2026

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

01/24/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares