Saat hamil, tubuh Mom membutuhkan setidaknya 1,5 hingga 2x lipat kebutuhan nutrisi harian dibanding saat sedang tidak hamil. Meningkatnya kebutuhan ini terjadi karena di dalam kandungan Mom terdapat janin yang juga membutuhkan nutrisi untuk bertumbuh, sehingga asupan nutrisi lengkap dan seimbang sangat Mom butuhkan.
Meningkatnya kebutuhan nutrisi membuat banyak Mom berpikir apakah saat ada momen puasa, ibu hamil boleh puasa atau tidak. Jika diperbolehkan, apa saja syaratnya dan apa saja ciri-ciri ibu hamil tidak boleh puasa. Mom dapat mencari jawabannya berikut ini.
Apakah Ibu Hamil Boleh Puasa?
Tidak ada anjuran khusus mengenai ibu hamil boleh puasa ya Mom, hanya jika ingin, ibu hamil boleh puasa dengan beberapa syarat tertentu ya Mom. Beberapa dokter tidak menganjurkan ibu hamil untuk berpuasa sama sekali, sedangkan beberapa yang lainnya membolehkan dengan aturan khusus. Mom dapat berkonsultasi dengan dokter obgyn Mom apakah Mom diperbolehkan berpuasa, terutama saat sudah berada di trimester tengah dan akhir.
Ibu hamil boleh puasa jika memiliki berat badan yang sehat dan memiliki gaya hidup sehat, karena Mom akan memiliki daya tahan yang lebih baik. Janin dalam kandungan membutuhkan nutrisi yang berasal dari asupan Mom, jika tubuh Mom memiliki simpanan energi yang cukup, puasa saat hamil mungkin akan memiliki dampak yang lebih kecil.
Bagaimana tubuh Mom akan menghadapi puasa juga akan bergantung pada:
- Kesehatan umum Mom sebelum hamil
- Mom berada di tahap kehamilan trimester berapa
- Berapa lama Mom berpuasa di siang hari
Berpuasa di bulan-bulan musim panas kemungkinan akan menjadi hal yang lebih sulit bagi Mommil daripada di musim hujan karena hari yang lebih panjang dan suhu yang lebih tinggi.
Lantas, Apa Ciri-ciri Ibu Hamil Tidak Boleh Puasa?
Mom yang sangat ingin melanjutkan berpuasa hingga waktu berbuka pasti ingin puasanya berjalan dengan baik. Namun, Mom tetap harus memerhatikan sinyal yang diberikan oleh tubuh saat Mom berpuasa. Mom harus memerhatikan saat sudah terlihat ciri-ciri ibu hamil tidak boleh puasa agar puasa tidak dilanjutkan.
1. Pusing
Ciri-ciri ibu hamil tidak boleh puasa yang pertama yaitu saat Mom merasa pusing. Pusing merupakan tanda bahwa otak kekurangan glukosa. Sehingga, jika sudah merasakan pusing, berarti Mom harus menghentikan puasa agar pusing tidak berlanjut.
2. Muntah
Setelah Mom merasakan pusing dan mual, Mom mungkin akan mengalami muntah. Hal tersebut menunjukkan ada iritasi lambung atau ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
3. Diare
Ciri-ciri ibu hamil tidak boleh puasa selanjutnya yaitu jika Mom mengalami diare. Diare merupakan kondisi yang disebabkan oleh makanan atau minuman yang Mom konsumsi mungkin kurang baik. Jika Mom melanjutkan berpuasa, kemungkinan besar Mom akan mengalami dehidrasi, oleh karena itu Mom harus segera berbuka puasa.
4. Diabetes Melitus
Ciri-ciri ibu hamil tidak boleh puasa yaitu jika ibu hamil mengidap diabetes melitus. Dengan keadaan memiliki diabetes melitus, akan meningkatkan risiko jika Mom melanjutkan puasa.
5. Maag
Kondisi lambung yang tidak optimal akibat maag akan bertambah parah jika tidak sering diisi oleh asupan. Oleh karena itu, jika Mommil mengalami maag tidak dianjurkan untuk melakukan puasa.
6. Gastritis
Ciri-ciri ibu hamil tidak boleh puasa selanjutnya yaitu gastritis. Mengalami gastritis merupakan kondisi di mana terjadi sensasi terbakar di area perut. Mom harus waspada jika mengalami ciri tersebut.
7. Memburuknya Gejala Penyakit
Ciri-ciri ibu hamil tidak boleh puasa yang harus Mom perhatikan yaitu jika gejala penyakit tidak kunjung hilang. Segera berbuka untuk meringankan gejala penyakit.
8. Aktivitas Berlebih
Saat puasa, mungkin Mom akan melakukan aktivitas berlebih seperti bepergian. Jika akan melakukan hal yang membutuhkan tenaga lebih banyak, Mom dapat melewatkan puasa.
9. Dehidrasi
Ciri-ciri ibu hamil tidak boleh puasa yang paling berpengaruh yaitu saat Mom mengalami dehidrasi. Mom akan merasa sangat haus, lebih jarang buang air kecil, atau jika air seni Mom berwarna gelap. Jika tetap berpuasa, hal ini akan membahayakan kesehatan Mom.
10. Flek atau Pendarahan
Mengalami flek atau pendarahan saat kehamilan umumnya terjadi, jika hal ini dialami oleh Mom, ini merupakan tanda bahwa Mom tidak boleh melanjutkan puasa. Segera kunjungi dokter jika mengalami hal ini ya Mom.
Berpuasa tidak dianjurkan selama Mom dalam kondisi hamil. Mom harus memerhatikan asupan nutrisi tidak hanya untuk diri Mom sendiri, tetapi juga untuk janin dalam kandungan. Jika kekurangan nutrisi, kondisi bayi yang dilahirkan akan berisiko.
11. Mimisan
Mimisan sering terjadi pada ibu hamil, sehingga tidak wajib bagi ibu hamil untuk berpuasa jika kondisinya tidak memungkinkan. Selain mimisan, gejala lain yang bisa muncul adalah sulit bernapas, nyeri dada, dan kulit pucat. Jika Mom mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya batalkan puasa untuk menjaga kesehatan dan menghindari risiko yang tidak diinginkan.
12. Gerakan Janin yang Berkurang
Jika Mom merasa gerakan janin berkurang, sebaiknya segera hentikan puasa untuk mencegah risiko yang lebih serius. Gerakan janin adalah tanda bahwa bayi dalam kandungan sehat, terutama saat kehamilan memasuki usia 18-20 minggu.
Jika gerakan janin terasa lemah atau berkurang, segera istirahat, makan, dan minum. Jika tetap tidak ada perubahan, segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kondisi janin baik-baik saja.
Kini Mom telah mengetahui ciri ciri Ibu hamil tidak puasa maka dari itu jaga selalu kesehatan dengan konsultasi ke dokter kandungan di KS Women and Children Clinic.
0 Comments