Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Bahaya! Ini Dampak Bagi Anak yang Menyaksikan KDRT

Dampak KDRT bagi anak

Dalam kehidupan rumah tangga, kadangkala perdebatan menjadi sesuatu yang lumrah. Namun, bagaimana jika perdebatan yang terjadi memicu kekerasan verbal maupun non verbal bahkan KDRT. Hal ini menjadi salah satu yang perlu dicermati. 

Dampak dari adanya KDRT tidak hanya dirasakan oleh Ayah & Mom yang terlibat, terlebih berdampak buruk juga terhadap perkembangan anak hingga masa mendatang.

Sebelum membahas tentang dampak KDRT, baiknya kita mengetahui terlebih dahulu bentuk-bentuk KDRT seperti apa yang bisa mengganggu tumbuh kembang anak.

1. Kekerasan Fisik

Rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat menjadi bentuk KDRT yang biasanya dilakukan dengan “main tangan” seperti menampar, memukul atau menendang. 

2. Kekerasan Psikis

Perbuatan yang dapat membuat korban menjadi hilangnya beberapa aspek seperti rasa percaya diri, kemampuan untuk bertindak dan timbul rasa takut. Biasanya kekerasan ini terjadi karena Mom dan Ayah yang biasanya pencemburu. 

3. Kekerasan Seksual

Ketika melakukan hubungan seksual secara terpaksa bisa menjadi kekerasan seksual. Selain dengan berhubungan secara terpaksa, kekerasan ini bisa juga berupa verbal dan non verbal. Misalnya seperti ucapan yang mendiskriminasi seseorang juga termasuk kekerasan seksual. 

4. Kekerasan Penelantaran Rumah Tangga

Kekerasan menelantarkan rumah tangga terjadi saat kepala rumah tangga tidak memberi nafkah atau memberi nafkah yang terlalu sedikit kepada Mom bahkan terkadang semua penghasilan dikuasai oleh pelaku. 

Dari beberapa studi terdahulu, ada juga membahas dampak bagi anak yang melihat KDRT di dalam rumahnya bisa mengalami gangguan fisik, mental dan emosional. Berikut dampak dari adanya KDRT di kehidupan rumah tangga yang memengaruhi tumbuh kembang anak.

1. Gangguan Makan dan Tidur

Saat si Kecil di usia batita sudah melihat KDRT yang dilakukan Mom dan Ayah, biasanya mereka akan menangis dengan kencang. Karena itu, umumnya batita akan mengalami masalah makan dan tidur yang sulit untuk diubah. Sehingga, penting bagi orang tua untuk memberikan proteksi dan stabilitas kepada Si Kecil.

2. Trauma Emosional

Dengan menyaksikan KDRT memberikan dampak buruk pada perilaku anak akibat trauma, si anak melakukan hal yang agresif, selalu murung, hingga perubahan suasana hati. Jika kejadian di atas berhasil merubah si anak, maka yang akan terjadi adalah prestasi anak di sekolah akan menurun, kemampuan problem solving menjadi terbatas, dan juga ada potensi si anak melakukan tindak kekerasan.

3. Depresi atau Stres

Ternyata jika si Kecil menjadi saksi mata KDRT yang dilakukan antara Mom dan Ayahnya, bisa saja dia akan tumbuh besar menjadi anak yang bermasalah karena ingatan masa lalunya. Kekerasan tersebut berdampak permanen pada anak. Sehingga, ketika sudah memasuki umur remaja atau cukup umur, ia akan tumbuh menjadi seorang psikopat.

4. Perilaku yang Tidak Wajar

Risiko yang akan diterima oleh Mom dan Ayah saat membiarkan si Kecil melihat KDRT dalam rumah ia akan menjadi pribadi yang sering berbohong, mencuri, berkelahi dan tindakan kekerasan lainnya. Sehingga si Kecil bisa berbuat kekerasan lain kepada teman di kelasnya. 

5. Risiko Luka Fisik

Si Kecil yang melihat KDRT juga dapat membuat si Kecil mendapati luka memar, luka terbuka, terkilir, gemetar tanpa sadar, ketegangan otot, dan sebagainya. Karena tinggal di ruang lingkup yang memang biasa adanya kekerasan, maka akan membuat si Kecil melakukan kekerasan kepada dirinya sendiri.

6. Perasaan Rendah Diri dan Malu

Anak yang mengalami KDRT dalam bentuk kekerasan seksual dapat mengakibatkan masalah seksual. Di satu sisi, perlakuan yang diterima anak dapat membuatnya kesulitan untuk melakukan hubungan seksual saat ia dewasa karena terbayang perasaan negatif ketika kecil. Di sisi lain, anak mungkin justru merasakan bahwa kekerasan tersebut adalah bentuk pemuasan diri karena belum memahami apa yang sebenarnya terjadi. Anak juga dapat merasa dirinya tidak memiliki harga diri dan kehormatan lagi sehingga orang lain bebas memperlakukan dirinya.

Beberapa hal yang terjadi di atas bisa Mom dan Ayah atasi dengan cara jangan berdebat di depan si Kecil, karena akan berdampak ketika sudah dewasa. Si Kecil akan aktif merekam itu semua di dalam kepalanya akan terjadi hal-hal negatif seperti di atas. Jadi, Mom dan Ayah diharapkan untuk tidak menunjukkan perdebatan di depan si Kecil ya!


E-Book Gratis

Dapatkan Edukasi Eksklusif & Terbaru Seputar Kehamilan, Dikirim Langsung ke Email Anda

Penulis

Penulis

Tanggal

10/12/2022

Penulis

Penulis

Tanggal

10/12/2022

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Pakai Korset Setelah Melahirkan? Emang Boleh?

Pakai Korset Setelah Melahirkan? Emang Boleh?

Setelah melahirkan, mungkin banyak Mom yang mendambakan badan kembali seperti bentuk semula. Perut buncit pasca melahirkan tidak dapat dihindari Mom, karena otot perut mengendur setelah menahan janin dalam kandungan.  Referensi dari jurnal mengatakan sekitar 66%...

read more
Penyebab Pembukaan Tidak Bertambah Saat Akan Melahirkan

Penyebab Pembukaan Tidak Bertambah Saat Akan Melahirkan

Melahirkan dengan cepat dan lancar menjadi dambaan semua Mommil, namun berapa lama pembukaan persalinan bisa berbeda-beda pada setiap Mommil. Tanda persalinan sudah dekat tidak hanya sekadar Mom mengalami kontraksi hebat yang teratur, tapi juga diiringi serviks...

read more
Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares