Nyeri persalinan adalah bagian alami dari proses melahirkan yang bahkan bisa terjadi pada 90% ibu melahirkan. Tingkat nyeri yang dirasakan bisa berbeda-beda, tergantung kondisi tubuh, tahap persalinan, serta kesiapan fisik dan mental Mommils. Meski sering terdengar menakutkan, nyeri persalinan sebenarnya memiliki penyebab dan bisa dikelola dengan berbagai cara. Dengan memahami penyebab nyeri persalinan yang umum terjadi serta mengetahui strategi untuk mengatasinya, Mommils dapat mempersiapkan diri lebih matang dan menjalani proses melahirkan dengan lebih tenang.
Apa penyebab nyeri saat melahirkan?
Rasa nyeri saat melahirkan biasanya muncul pada fase pertama, atau yang disebut kala I persalinan. Pada tahap ini, nyeri disebabkan oleh peregangan serviks (mulut rahim) dan bagian bawah rahim. Peregangan ini terjadi bersamaan dengan kontraksi rahim, sehingga semakin terasa nyeri atau tidak nyaman di perut dan panggul, semakin menunjukkan bahwa proses pembukaan jalan lahir sedang berlangsung.
Sementara itu, pada tahap kedua persalinan, rasa nyeri lebih banyak muncul akibat peregangan dan tekanan pada area panggul, termasuk kemungkinan robekan pada perineum saat bayi melewati jalan lahir. Nyeri pada tahap ini biasanya lebih terasa tajam karena melibatkan jaringan kulit, otot, dan struktur panggul yang sensitif.
Ada beberapa faktor penyebab lain yang menimbulkan rasa nyeri selama persalinan seperti rasa cemas, kelaparan atau kurang energi, dan kelelahan karena aktivitas fisik.
Nyeri persalinan bukanlah hal yang bisa dihindari namun dapat dikelola dan diminimalisir dengan berbagai cara. Mulai dari diri sendiri dengan mengatur atau manajemen rasa sakit. Selain itu, kehadiran pendamping persalinan yang suportif dan pengawasan dokter serta bidan akan sangat membantu Mommils untuk mengurangi rasa nyeri selama proses persalinan.
Bagaimana cara mencegah nyeri saat melahirkan?
Meski nyeri persalinan tidak sepenuhnya bisa dihilangkan, ada beberapa metode alami yang bisa membantu Mommils mengelola dan meredakan rasa tidak nyaman saat melahirkan. Berikut beberapa contoh teknik pereda nyeri tanpa obat-obatan yang bisa dicoba:
- Berlatih teknik pernapasan dalam untuk mengontrol respons tubuh terhadap nyeri. Teknik ini bisa Mommils pelajari sejak kehamilan trimester tiga hingga menjelang persalinan.
- Aktif bergerak atau olahraga ringan seperti berjalan kaki, senam hamil, atau prenatal yoga. Aktivitas ini dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot sehingga nyeri selama persalinan terasa lebih terkendali. Setiap aktivitas atau olahraga yang dilakukan sebaiknya berdasarkan saran dan pengawasan dari dokter obgyn.
- Pelajari teknik relaksasi sejak dini. Selain pernapasan dalam, teknik seperti meditasi, afirmasi positif dan visualisasi dapat melatih tubuh tetap rileks, sehingga nyeri persalinan dapat dicegah atau lebih terkendali.
- Perbanyak literasi seputar persalinan. Memahami tahapan persalinan, mekanisme kontraksi, dan posisi melahirkan dapat mengurangi rasa cemas, yang pada gilirannya menurunkan intensitas nyeri saat persalinan.
- Asupan nutrisi yang seimbang dan cukup cairan. Tubuh yang terhidrasi dan mendapatkan energi cukup akan lebih siap menghadapi persalinan, mencegah kelelahan dan nyeri berlebihan.
Selain teknik-teknik tersebut, kehadiran pasangan atau pendamping persalinan juga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan emosional dan rasa aman selama persalinan. Pendekatan ini dikenal sebagai continuous labor support atau dukungan persalinan berkelanjutan. Sehingga dapat membantu Mommils lebih tenang, rileks, dan siap menghadapi proses persalinan.
Cara mengatasi nyeri selama persalinan
Nyeri saat persalinan adalah hal yang fisiologis dan hampir selalu dialami oleh setiap ibu melahirkan. Namun intensitasnya bisa berbeda-beda. Untungnya, ada berbagai cara yang dapat membantu Mommils mengelola dan meredakan rasa nyeri saat melahirkan, seperti :
- Melakukan teknik pernapasan dan relaksasi untuk mengontrol respons tubuh terhadap nyeri dan menjaga tubuh tetap rileks saat kontraksi.
- Mengubah posisi, seperti berdiri, berjalan, atau menggunakan birthing ball alias bola persalinan, dapat mengurangi tekanan dan membantu proses persalinan.
- Pijat dan sentuhan lembut di bagian punggung dan pinggang dapat membantu meredakan ketegangan otot serta memberikan rasa nyaman.
- Mandi air hangat atau kompres hangat. Berfungsi untuk melemaskan otot dan mengurangi rasa nyeri.
- Dukungan emosional dan kehadiran pasangan atau pendamping persalinan dapat meningkatkan rasa aman dan kepercayaan diri ibu.
Beberapa cara di atas dapat Mommils lakukan tentunya dengan dampingan dan pengawasan dokter serta bidan. Hal ini penting agar setiap metode yang digunakan aman dan sesuai dengan kondisi kehamilan serta tahap persalinan. Selain itu, dukungan dari tenaga medis juga membantu Mommils menyesuaikan teknik sesuai kebutuhan, mengurangi kecemasan, dan menjaga kenyamanan selama proses melahirkan.
Agar proses persalinan berjalan optimal, penting bagi Mommils untuk memilih fasilitas atau klinik bersalin yang terpercaya. Mommils dapat berkonsultasi langsung dengan dokter obgyn di KS Women and Children Clinic untuk mendapatkan pendampingan persalinan yang sesuai kebutuhan, didukung fasilitas lengkap dan tenaga kesehatan yang berpengalaman. Dengan persiapan yang tepat, Mommils dapat menjalani kehamilan yang sehat menuju hari persalinan yang lancar.









0 Comments