Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Tanda Diare Bayi yang Jadi Indikasi Gawat Darurat!

Tubuh bayi sangat sensitif terhadap virus yang ada di barang-barang sekitarnya. Tugas orang tua tentu saja menjaga bayi mereka agar tetap sehat. Salah satu penyakit yang sering terjadi pada bayi yaitu diare. 

Diare dapat menjadi bahaya bagi bayi ketika ia sudah mengalami komplikasi dan tidak segera ditangani dengan cepat. Penyebab dari diare datang dari virus, bakteri, alergi, atau obat-obatan tertentu. Dehidrasi menjadi tanda bayi terkena diare ya Mom. 

Lalu, apa saja yang harus Mom lakukan agar tidak terjadi diare pada bayi? Yuk baca artikel ini untuk menemukan jawabannya. 

Bagaimana Kondisi Diare pada Bayi? 

Tugas Mom sebagai seorang ibu adalah memahami cara komunikasi bayi agar mengetahui dari tangisnya. Jadi, Mom juga harus mengerti pola tangis bayi dari suaranya apakah ia lapar atau mengantuk atau bahkan sedang kesakitan. 

Tangis bayi yang sedang kesakitan, terlebih karena diare, tangisannya akan terdengar lirih dengan suara melemah. Beginilah kondisi bayi saat terserang diare. 

  • Lebih banyak dan sering buang air dari biasanya

Tanda yang paling sering terjadi saat terkena diare adalah lebih banyak dan sering buang air. Untuk BAB normal pada bayi yang konsumsi ASI sebanyak 6 kali dalam sehari. 

Sedangkan, untuk bayi dengan susu formula biasanya buang air sebanyak 8 kali dalam sehari. Saat bayi sudah diketahui buang air dengan lebih sering, maka bisa jadi itu masuk sebagai tanda atau ciri bayi terkena diare. 

  • Perut berbunyi nyaring

Tanda bayi yang paling mudah Mom kenali ialah bunyi perut pada bayi. Saat dalam kondisi normal, perut bayi terkadang terdengar suara gemuruh. Namun, ketika mulai terdengar suara tak beraturan dan lebih kencang, itu menjadi tanda bayi terkena diare. 

Selain terdengar dari bunyi perutnya yang lebih nyaring, perut bayi yang terkena diare biasanya akan lebih keras akibat kekembungan hingga mual muntah. Bisa jadi juga, bayi tidak ingin mengonsumsi ASI. 

  • Demam

Kondisi bayi yang terkena diare bisa terjadi demam. Infeksi yang terjadi biasanya karena bayi memasuki tangan ataupun mainan yang kotor ke mulut. Setelah tangan mulai masuk ke mulut, kuman akan masuk ke saluran pencernaan. 

Risiko bayi memasukkan tangan ke mulut dapat membuat bayi terserang demam karena sistem imun tubuhnya sedang melawan infeksi diare. Jadi Mom harus memperhatikan suhu tubuh bayi agar tidak lebih dari 38,9-40 C

Penyebab Bayi Diare

Ketika bertanya tentang penyebab bayi diare, banyak penyebabnya Mom. Sering ditemui diluar sana penyebabnya karena susu yang diminum dan terinfeksi pada usus. Untuk penyebab lainnya adalah: 

  • Infeksi virus 

Sistem imun pada bayi belum terbentuk sempurna. Itulah yang memudahkan bayi terkena infeksi dari parasit, bakteri, dan virus. Saat mulai melakukan kebiasaan bayi yaitu memasukkan tangan ke mulut, dapat langsung terpapar virus dan menjadi penyebab diare pada bayi. 

  • Pola makan

Pola makan yang tidak sesuai menjadi penyebab terjadinya diare pada bayi. Biasanya hal ini terjadi pada bayi yang mengonsumsi susu formula dan memiliki intoleransi kandungan laktosa. 

  • Akibat penyakit tertentu

Selain dua penyebab diatas, ternyata diare pada bayi dapat terjadi dari masalah medis tertentu. Seperti penyakit celiac yang menyebabkan tubuh tidak mencerna gluten. Lalu sindrom iritasi usus besar yang artinya usus bayi tidak bekerja seperti biasanya. Alergi pada zat tertentu juga menjadi penyebab terjadinya diare pada bayi.

Cara Mengatasi Diare pada Bayi

Cara untuk mengobati diare pada bayi yang dapat Mom terapkan di rumah seperti memberi ASI atau susu formula biasa yang biasa dikonsumsi sesuai takaran normal, lalu boleh Mom beri oralit sesuai rekomendasi dokter untuk mencegah dehidrasi, jika bayi sudah memasuki masa MPASI, baiknya Mom berikan air putih lebih banyak. 

Tanda Bahaya Diare pada Bayi

Dehidrasi pada bayi ternyata tidak bisa disepelekan ya Mom. Karena jika bayi sudah mulai dehidrasi saat sedang diare, bisa saja urine nya berkurang dan berubah warna. Karena sering buang air dan demam itu yang membuat bayi kehilangan banyak cairan. 

Kulit pada bayi kemungkinan akan lebih kering karena cairan dalam tubuhnya berkurang. Mom dapat lakukan mencubit pelan kulit perut dan tahan hingga 30 detik. Biasanya, kulit bayi sehat harusnya lebih kenyal dan bisa kembali lagi setelah dicubit. 

Jika Mom menemukan tanda-tanda seperti diatas, Mom dapat konsultasikan bayi ke dokter spesialis anak di Kehamilan Sehat terdekat dari rumah Mom ya! Karena jika diabaikan diare ini dapat mengakibatkan kematian pada bayi.


E-Book Gratis

Dapatkan Edukasi Eksklusif & Terbaru Seputar Kehamilan, Dikirim Langsung ke Email Anda

Penulis

Penulis

Tanggal

11/22/2022

Penulis

Penulis

Tanggal

11/22/2022

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Pakai Korset Setelah Melahirkan? Emang Boleh?

Pakai Korset Setelah Melahirkan? Emang Boleh?

Setelah melahirkan, mungkin banyak Mom yang mendambakan badan kembali seperti bentuk semula. Perut buncit pasca melahirkan tidak dapat dihindari Mom, karena otot perut mengendur setelah menahan janin dalam kandungan.  Referensi dari jurnal mengatakan sekitar 66%...

read more
Penyebab Pembukaan Tidak Bertambah Saat Akan Melahirkan

Penyebab Pembukaan Tidak Bertambah Saat Akan Melahirkan

Melahirkan dengan cepat dan lancar menjadi dambaan semua Mommil, namun berapa lama pembukaan persalinan bisa berbeda-beda pada setiap Mommil. Tanda persalinan sudah dekat tidak hanya sekadar Mom mengalami kontraksi hebat yang teratur, tapi juga diiringi serviks...

read more
Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares