Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Panduan Lengkap Mengatasi Anak GTM: Penyebab, Solusi, dan Tips Makan

Anak GTM (Gerakan Tutup Mulut) tentunya membuat Mom & Dad cemas karena si Kecil tiba-tiba menolak makan atau hanya mau makanan tertentu. Padahal, fase ini sebenarnya umum terjadi, terutama pada masa awal MPASI dan balita. Artikel ini akan memandu Mom & Dad menemukan penyebab anak GTM serta solusi dan tips makan yang praktis untuk mengatasinya. 

Kenapa anak GTM?

GTM alias Gerakan Tutup Mulut merupakan perilaku anak yang menolak makan dengan menutup mulut. Biasanya GTM terjadi ketika masa pengenalan MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang dapat mempengaruhi status gizi. 

Menurut penelitian Ikatan Dokter Anak Indonesia, penyebab GTM pada anak adalah inappropriate feeding practice, yaitu perilaku makan yang tidak benar atau pemberian makan yang tidak sesuai usia.

Pemberian makan yang benar harus memperhatikan beberapa hal seperti kualitas dan kuantitas makanan, kebersihan dan penyajian makanan serta tekstur yang harus sesuai dengan tahapan perkembangan anak. 

Penyebab anak GTM 

Ada berbagai faktor yang menyebabkan anak GTM baik secara fisiologis, psikososial dan perilaku. 

Faktor fisiologis 

Penyebab anak GTM dari faktor fisiologis biasanya berkaitan dengan kondisi tubuh atau perubahan alami yang mempengaruhi nafsu makan anak. Berikut faktor fisiologis yang menyebabkan anak GTM : 

  • Tumbuh gigi, sariawan, gangguan pencernaan (GERD, Konstipasi, alergi), infeksi saluran pernapasan atas dapat menyebabkan rasa nyeri dan tidak nyaman saat makan. 
  • Adanya masalah pada otot mulut sehingga anak sulit mengunyah dan menelan makanan (gangguan oromotor). 

Faktor psikososial dan lingkungan 

Kondisi emosional dan perilaku serta faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi anak GTM, misalnya : 

  • Anak terpaksa atau dipaksa makan oleh orangtua sehingga menimbulkan trauma dan menolak makan 
  • Bosan dengan menu makanan yang monoton atau kurang menarik karena rasa, tekstur dan warna makanan yang tidak variatif dapat mempengaruhi nafsu makan 
  • Lingkungan makan yang tidak kondusif dan terlalu banyak distraksi membuat anak tidak bisa fokus belajar makan (makan sambil menonton / sambil bermain)

Praktik pemberian makan (feeding practice) yang tidak sesuai 

Pemberian makan saat MPASI dengan cara yang kurang tepat juga dapat menyebabkan anak menjadi GTM, seperti : 

  • Jadwal makan yang tidak teratur atau bukan di jam yang sama setiap harinya 
  • Terlalu sering diberikan susu atau cemilan menjelang waktu makan. Ini membuat anak jadi kenyang dan tidak tertarik dengan makanan
  • Tekstur dan jenis makanan yang tidak sesuai usia 
  • Anak tidak mendapat stimulasi makan sejak usia dini 

Pilih-pilih makanan (picky eating) dan takut mencoba makanan yang baru (food neophobia

Beberapa anak biasanya akan menjadi lebih selektif dan takut mencoba makanan yang baru. Food neophobia ditandai dengan ketakutan terhadap makanan yang belum pernah dicoba, hal ini wajar dan bisa berlangsung hingga berminggu-minggu.

Picky eating biasanya hanya mau makan makanan tertentu. Fase ini merupakan bagian dari perkembangan pada anak usia 2-6 tahun tapi bisa menjadi berkepanjangan bila tidak ditangani dengan tepat. 

Solusi mengatasi anak GTM

Buat jadwal makan makanan utama dan cemilan yang teratur 

Mengatasi anak GTM, perlu perlakuan yang konsisten terutama pada waktu pemberian makan. Mom & Dad dapat mengatur jam makan utama sehari tiga kali, dan makan cemilan dua kali sehari. Jarak pemberian makan utama dengan cemilan atau susu setidaknya dua jam. 

Batas waktu pemberian makan maksimal 30 menit

Sebaiknya anak makan dengan tertib dan fokus, dengan durasi maksimal 30 menit. Mom & Dad dapat mengajak si Kecil untuk makan bersama di meja makan. Latih anak untuk belajar makan sendiri. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, maka sebaiknya proses makan diakhiri saja. Latih anak untuk mengenal rasa kenyang dan lapar secara mandiri. 

Sajikan menu makanan yang menarik dan tekstur yang sesuai usia 

Mom & Dad dapat menyiapkan menu makanan yang lebih bervariasi atau berbeda setiap harinya. Sajikan dengan tampilan yang menarik agar si Kecil tertarik untuk mencoba makanan. Pastikan tekstur makanan sesuai dengan tahapan usia si Kecil agar dapat melatih kemampuan oromotor anak saat belajar makan. 

Hal-hal yang perlu dihindari orang tua saat mengatasi GTM pada anak 

Mengatasi GTM pada anak juga perlu memperhatikan hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan oleh Mom & Dad. 

  • Jangan memaksa jika si Kecil belum mau makan 
  • Sebaiknya hindari memberi makan sambil beraktivitas yang lain seperti bermain, menonton atau sambil jalan-jalan
  • Jangan memberi minuman lain selain air putih saat makan 
  • Jangan terlalu cepat menaikkan tekstur MPASI anak 

Beberapa hal di atas dapat membuat anak semakin menolak makan tanpa disadari. Sehingga penting untuk memperhatikan agar proses makan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan bagi anak. 

Anak GTM apakah harus ke dokter? 

GTM merupakan fase normal, biasanya terjadi hanya sementara terutama saat awal pemberian MPASI. Mom & Dad dapat menetapkan feeding rules yang sesuai, suasana makan yang gembira, dan menu makanan yang bervariasi. 

Mom & Dad dapat memantau dan mengevaluasi kondisi si Kecil dengan dokter spesialis anak di KS Women and Children Clinic untuk memastikan apakah pola makan, tumbuh kembang, serta kondisi kesehatannya sesuai dengan tahap usia. 

Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala, Mom & Dad bisa mendapatkan saran yang tepat, dukungan profesional, dan penanganan dini jika ditemukan masalah. Jangan ragu untuk membuat janji konsultasi agar si Kecil mendapat pemantauan dan dukungan yang optimal. 

Penulis

Penulis

Tanggal

01/25/2026

Penulis

Penulis

Tanggal

01/25/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares