Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Penyebab Bayi Gumoh yang Harus Mom Ketahui

penyebab bayi gumoh

Sebagai orangtua baru, Mom dan Ayah mungkin bertanya-tanya apakah tumbuh kembang si Kecil yang baru lahir ini normal atau tidak. Terlebih jika ada reaksi-reaksi atau kondisi yang terjadi pada bayi yang mungkin mengkhawatirkan, misalnya bayi sering gumoh. Mungkin banyak juga pertanyaan “apa sih penyebab bayi gumoh?”

Pasalnya, gumoh mungkin bisa terjadi pada bayi dengan frekuensi yang sering, sehingga membuat Mom atau Ayah khawatir apakah kondisi ini dapat mengganggu perkembangan bayi atau tidak?

Oleh karenanya, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Mom dan Ayah, yuk ketahui mengenai apa itu gumoh, penyebab bayi gumoh hingga cara mengatasi supaya bayi tidak sering gumoh setelah menyusu. Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Gumoh?

Gumoh terjadi ketika isi perut bayi keluar kembali melalui mulutnya, seringkali disertai dengan sendawa. Gumoh termasuk kondisi normal terjadi pada bayi yang disebabkan kerongkongan bayi belum berkembang sepenuhnya, dan ukuran lambungnya yang masih sangat kecil.

Kondisi gumoh yang tergolong normal dapat dilihat dari beberapa hal seperti bayi tetap tumbuh dan berkembang dengan baik, bayi tidak rewel dan tetap terlihat nyaman, dan tidak ada masalah pada sistem pernapasan bayi.

Gumoh umum terjadi pada bayi baru lahir dan seiring bertambahnya usia, intensitas gumoh akan berkurang hingga berhenti dengan sendirinya ketika usia bayi menginjak 4−5 bulan.

Mom dan Ayah perlu tahu gumoh berbeda dengan muntah, saat muntah bayi tampak berusaha untuk mengeluarkan isi lambung yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada gumoh. Hal ini dapat membuat bayi tidak nyaman akibat kontraksi yang kuat dari otot perut si Kecil sehingga ia akan rewel. 

Sehingga Mom dan Ayah perlu waspada jika bayi gumoh banyak seperti muntah dan disertai dengan gejala lain seperti diare, demam, perut kembung, dan tidak adanya peningkatan berat badan yang seharusnya. Jika Mom dan Ayah menemukan gejala ini pada bayi, segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak.

Penyebab Bayi Gumoh

Gumoh terjadi karena ASI atau susu yang sudah tertelan oleh bayi kembali naik ke kerongkongan. Bayi biasanya gumoh karena berbagai alasan, yang sebagian besar normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Salah satu penyebab bayi gumoh adalah karena pencernaan bayi belum berkembang sempurna. Selain itu, beberapa penyebab umum gumoh pada bayi antara lain :

  1. Kekenyangan : Perut bayi berukuran kecil, dan mereka hanya dapat menampung sedikit susu dalam satu waktu. Kekenyangan menjadi salah satu penyebab bayi gumoh yang paling umum. Karena jika bayi kekenyangan, mereka akan memuntahkan kembali yang disebut gumoh.
  2. Refluks: Kondisi refluks yang menjadi penyebab bayi gumoh ini terjadi ketika isi perut mengalir kembali ke kerongkongan yang disebabkan karena ia terlalu banyak menelan udara saat menyusu atau terlalu banyak minum susu. Hal ini normal terjadi pada bayi karena sistem pencernaan mereka yang belum berkembang sempurna. Gumoh pada bayi.
  3. Sistem Pencernaan Belum Sempurna : Katup lambung bayi juga belum dapat menutup dengan erat sehingga susu yang sudah berada dalam lambung dapat mengalir kembali ke mulut jika volume susu terlalu besar atau jika bayi langsung berbaring setelah minum.

Cara Mengatasi Bayi Sering Gumoh

Meskipun gumoh pada bayi termasuk kondisi yang normal terjadi dan umumnya tidak mengganggu perkembangan dan pertumbuhan si Kecil, namun kondisi ini bisa diatasi dan dicegah loh Mom.

Ada beberapa hal yang dapat Mom lakukan mencegah bayi sering gumoh setelah menyusu :

  1. Jangan memberi terlalu banyak susu sekaligus. Mom dapat menyusui si Kecil sedikit namun lebih sering
  2. Sendawakan bayi setelah menyusu dengan cara memastikan tubuh bayi tetap tegak. Posisi ini membantunya membuang gas yang dapat menyebabkan bayi sering gumoh
  3. Saat menyusu, usahakan kepala bayi berada lebih tinggi daripada tubuhnya.
  4. Pastikan bayi bersendawa terlebih dahulu sebelum ibu merebahkan atau menidurkannya.
  5. Setelah selesai menyusu, jangan menggoyang tubuh bayi atau membuatnya terlalu aktif.
  6. Jika ingin membaringkan bayi, Mom dapat meninggikan posisi kepalanya beberapa inci agar kepalanya lebih tinggi dari perutnya.

Penting untuk membedakan antara gumoh normal dan masalah yang lebih serius seperti muntah, yang dipaksakan dan biasanya melibatkan jumlah susu yang keluar lebih banyak. Jika Mom khawatir tentang gumoh bayi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan saran dan panduan khusus.

Penulis

Penulis

Tanggal

02/11/2024

Penulis

Penulis

Tanggal

02/11/2024

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Catat! Berikut Pantangan Makanan untuk Penderita PCOS

Catat! Berikut Pantangan Makanan untuk Penderita PCOS

PCOS atau polycystic ovary syndrome dapat menyerang wanita yang berada di usia reproduksi. Menderita PCOS tentu membuat penderitanya khawatir, terlebih pada wanita yang ingin merencanakan kehamilan.  Pasalnya, penyakit PCOS termasuk gangguan hormonal yang dapat...

read more
Ibu Hamil Makan Durian? Apakah Ada Dampaknya?

Ibu Hamil Makan Durian? Apakah Ada Dampaknya?

Ada beberapa makanan yang dipercaya menjadi pantangan bagi ibu hamil. Pasalnya, kandungan dalam makanan bisa jadi memengaruhi janin dalam kandungan. Salah satu makanan yang disebut-sebut menjadi pantangan bagi ibu hamil yaitu buah durian. Banyak yang beranggapan ibu...

read more
Ketahui Bolehkah Ibu Hamil Makan Tape Singkong

Ketahui Bolehkah Ibu Hamil Makan Tape Singkong

Kondisi kesehatan tubuh seseorang akan lebih rentan ketika ia sedang hamil. Bahkan ada beberapa pantangan makanan yang perlu dihindari oleh Mommil demi menjaga kehamilan tetap sehat. Salah satunya adalah makanan tape. Banyak Mommil yang bertanya-tanya “bolehkah ibu...

read more
Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares