Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Perut Tebal VS Perut Tipis saat Hamil, Mana yang Normal?

Salah satu perubahan fisik yang dialami oleh ibu hamil adalah pada bagian perut.  Namun, tidak semua ibu hamil memiliki bentuk maupun ukuran yang sama. Beberapa ibu hamil memiliki perut yang tebal dan beberapa lagi memiliki perut yang tipis.

Banyak Mommil yang merasa khawatir, pasalnya ada pernyataan bahwa perut tebal dan tipis saat hamil dapat dijadikan tolak ukur untuk mengetahui ukuran janin dalam kandungan.  

Lantas, bagaimanakah normalnya ukuran perut pada ibu hamil?

Simak tulisan di bawah ini untuk mengetahui secara jelas mengenai perbedaan perut tebal dan tipis saat hamil.

Perut Tebal dan Perut Tipis saat Hamil?

Bentuk perut setiap orang pasti berbeda-beda. Ada yang perut tebal dan perut tipis, ada yang besar dan kecil. Kondisi perut tipis cenderung mengkilap dengan kerutan seperti urat atau stretch marks, patut diwaspadai jika Mommil mengidap penyakit seperti diabetes atau kondisi janin berada pada posisi yang tidak biasa. 

Mommil penting untuk mengetahui faktor yang memengaruhi bentuk perut itu sendiri. Lantas, apa yang memengaruhi perbedaan perut tebal dan tipis saat hamil? Mari bersama kita bahas faktor penyebab perut tebal dan tipis di bawah ini : 

Faktor Penyebab Perut Tebal saat Hamil

Perlu diketahui bahwa mayoritas ibu hamil dapat melahirkan bayi sesuai ukuran panggul pada proses melahirkan secara normal. Perbedaan perut tebal dan tipis saat hamil tidak menjadi faktor penentu lancar tidaknya suatu persalinan. Bahkan secara kasat mata tenaga medis profesional tidak bisa mendeteksi kondisi kesehatan janin hanya dengan melihat tebal tipisnya perut ibu hamil. Lantas, apa penyebab ibu hamil memiliki perut yang tebal?

  • Posisi Janin Dalam Kandungan

    Adanya pergerakan dan perubahan posisi janin menjadi salah satu faktor perut terlebih lebih tebal. Tetapi Mom tidak perlu khawatir, kondisi ini lazim dapat berubah sewaktu-waktu.

  • Postur Tubuh Pendek

Mommil dengan postur tubuh yang pendek juga memengaruhi bentuk atau ukuran perut. Perut akan terlihat lebih tebal saat Mommil memiliki postur tubuh lebih kurus atau tidak terlalu tinggi karena ruang bagi janin terbatas. 

  • Pergerakan Usus Karena Rahim

Rahim yang membesar biasanya akan mendorong usus bergerak ke atas atau ke belakang. Tetapi, pada beberapa situasi, usus bergeser lebih ke atas dan keluar ke sisi rahim. Ini salah satu alasan yang membuat perut terlihat lebih tebal bahkan ukurannya menjadi lebih besar. 

  • Bukan Kehamilan yang Pertama

Biasanya ibu hamil di kehamilan selanjutnya memiliki otot perut yang tetap fleksibel. Kondisi ini membuat perut ibu hamil terlihat lebih tebal dibanding kehamilan sebelumnya. 

Faktor Penyebab Perut Tipis saat Hamil

Ibu hamil identik dengan perut membesar dua kali lebih besar dari badan biasanya. Tapi kemungkinan perut tipis juga bisa terjadi pada Mommil. Bagaimana cara mengetahui penyebab dari perut tipis tersebut? Berikut penjelasannya : 

  • Kehamilan Pertama

Jika ini adalah kehamilan pertama Mommil, jangan khawatir saat perut terlihat lebih tipis dan cenderung kecil. Hal ini terjadi karena otot-otot perut Mommil masih sangat kencang dan belum pernah melebar sebelumnya.

  • Tinggi Badan Mommil

Untuk Mommil yang memiliki postur tubuh lebih tinggi biasanya lebih sering memiliki perut yang tipis dan cenderung kecil saat hamil. Hal ini bisa terjadi karena memiliki banyak ruang di area perut untuk bayi berkembang dan memanjang.

  • Posisi Bayi

Ternyata posisi bayi dalam rahim dapat memengaruhi tebal dan tipisnya perut Mommil. Bahkan pergerakan bayi dalam rahim dapat mengubah bentuk perut Mommil sehingga terlihat besar atau kecil. 

Apakah Tebal atau Tipisnya Perut saat Hamil Dapat Memengaruhi Janin?

Banyak mitos yang beredar tentang kehamilan tipis atau tebal memengaruhi ukuran si Janin. Seperti bentuk perut saat hamil bisa menjadi penanda jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan

Ternyata faktor yang memengaruhi tebal tipis perut Mom saat hamil ialah tinggi badan, elastisitas otot perut, posisi janin, usia kehamilan, urutan kehamilan, hingga pergerakan usus pada rahim. 

Kapan Ibu Hamil Konsultasi ke Dokter Kandungan?

Mom kondisi perut tipis dan perut tebal tidak menjadi patokan terhadap kondisi janin. Tetapi jika Mom mengalami kondisi tertentu seperti diabetes atau gejala yang tidak biasa lainnya, sebaiknya Mom melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter kandungan. 

Mom juga dapat melacak perkembangan janin serta mengetahui tips kehamilan lainnya melalui aplikasi Ruangmom dengan klik tautan berikut ini. 

Bagaimana Ukuran Perut yang Normal untuk Ibu Hamil?

Selain tebal dan tipisnya perut, ukuran besar kecil perut semasa kehamilan juga perlu Mom perhatikan ya. Setiap ibu hamil tentu akan memiliki ukuran yang berbeda, selain ditentukan berdasarkan usia kehamilan, dapat dilihat dari Mommilnya sendiri, tinggi atau postur Mommil, dan juga lewat berat badan Mommil.

Untuk mengetahui ukuran perut normal semasa hamil, bisa Mom lihat di sini. 

1. Trimester 1 : 0-11 cm
Pada trimester 1, janin belum berkembang sempurna. Jadi tak heran jika pada trimester 1 Mom belum merasakan baby bumps.

2. Trimester 2 : 11-25 cm
Perut membesar mulai terlihat di trimester ke-2, Saat sudah di trimester ke-2, otot dan ligamen di daerah perut yang sudah lebih elastis membuat bentuk perut Mommil lebih cepat terlihat, sehingga pada usia kehamilan 16-20 minggu umumnya sebagian besar Mom sudah mulai menggunakan pakaian yang cocok untuk ibu hamil.

3. Trimester 3 : 25-38 cm
Pada trimester 3, perut akan lebih membesar karena janin yang sudah berkembang dengan lebih sempurna dengan organ yang sudah lengkap.

Untuk mengetahui ukuran perut Mom bisa menggunakan pita pengukur perut, Mom juga dapat menghitung BMI (Body Mash Index). Jika Mommil merasa ukuran perut tidak sesuai seperti di atas, Mom bisa konsultasi ke dokter kandungan terdekat.


E-Book Gratis

Dapatkan Edukasi Eksklusif & Terbaru Seputar Kehamilan, Dikirim Langsung ke Email Anda

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

10/19/2022

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

10/19/2022

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Pakai Korset Setelah Melahirkan? Emang Boleh?

Pakai Korset Setelah Melahirkan? Emang Boleh?

Setelah melahirkan, mungkin banyak Mom yang mendambakan badan kembali seperti bentuk semula. Perut buncit pasca melahirkan tidak dapat dihindari Mom, karena otot perut mengendur setelah menahan janin dalam kandungan.  Referensi dari jurnal mengatakan sekitar 66%...

read more
Penyebab Pembukaan Tidak Bertambah Saat Akan Melahirkan

Penyebab Pembukaan Tidak Bertambah Saat Akan Melahirkan

Melahirkan dengan cepat dan lancar menjadi dambaan semua Mommil, namun berapa lama pembukaan persalinan bisa berbeda-beda pada setiap Mommil. Tanda persalinan sudah dekat tidak hanya sekadar Mom mengalami kontraksi hebat yang teratur, tapi juga diiringi serviks...

read more
Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares