Vitamin D merupakan salah satu jenis asupan nutrisi yang berperan penting untuk tumbuh kembang anak. Vitamin D terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah vitamin D2 dan D3. Meskipun sama-sama termasuk vitamin D, kedua jenis vitamin ini memiliki perbedaan dari sumber, cara kerja, dan efektivitasnya di dalam tubuh si Kecil. Perbedaan inilah yang penting untuk Mom & Dad pelajari agar dapat memilih jenis vitamin yang paling sesuai dengan kebutuhan anak.
Artikel lainnya : Rekomendasi Vitamin untuk Anak yang Sering Sakit, Ketahui Di Sini!
Apa itu vitamin D?
Vitamin D adalah jenis vitamin yang larut dalam lemak dan berperan membantu penyerapan kalsium, mendukung pertumbuhan tulang dan sistem imun dalam tubuh.
Vitamin D dapat diproduksi dari kulit ketika terpapar sinar matahari. Namun, jika si Kecil tinggal di daerah yang minim sinar matahari, biasanya juga membutuhkan vitamin D dari asupan makanan.
Vitamin D juga berperan penting dalam menjaga kekuatan otot, mendukung fungsi saraf, serta membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko tulang rapuh, pertumbuhan terhambat, dan daya tahan tubuh yang menurun. Oleh karena itu, pemenuhan vitamin D sejak dini sangat penting untuk kesehatan jangka panjang si Kecil.
Jenis vitamin D
Ada beberapa jenis vitamin D, namun yang paling umum ditemukan dari sumber makanan yaitu Vitamin D2 (ergokalsiferol) dan vitamin D3 (kolekalsiferol).
Apakah vitamin D2 dan D3 sama?
Vitamin D2 dan D3 sama-sama termasuk dalam jenis vitamin D. Kedua jenis vitamin ini banyak ditemukan dari sumber makanan. Bedanya, vitamin D2 umumnya berasal dari sumber nabati dan vitamin D3 bisa ditemukan pada makanan yang berasal dari hewan.
Sumber vitamin D2
Vitamin D2 umumnya berasal dari sumber nabati dan makanan yang telah diperkaya melalui proses fortifikasi. Jenis ini juga dapat diperoleh melalui paparan sinar ultraviolet pada bahan tertentu. Berikut beberapa sumber utama vitamin D2 yang perlu Mom & Dad ketahui :
- Jamur shiitake
- Makanan yang difortifikasi (margarin, susu dan produk olahannya)
- Suplemen
Dengan mengetahui berbagai sumber vitamin D2, Mom & Dad dapat lebih mudah menyesuaikan pilihan asupan nutrisi sesuai kebutuhan anak dan keluarga. Meski berasal dari sumber nabati dan fortifikasi, pemenuhan vitamin D tetap perlu diperhatikan jumlah dan keteraturannya agar manfaatnya bagi kesehatan tulang dan daya tahan tubuh anak dapat diperoleh secara optimal.
Sumber vitamin D3
Jenis vitamin D3 banyak ditemukan pada bahan makanan tertentu serta dalam bentuk suplemen. Berikut beberapa sumber vitamin D3 :
- Ikan berlemak dan minyak ikan
- Hati
- Kuning telur
- Mentega
- Suplemen makanan
Memenuhi kebutuhan vitamin D3 dari berbagai sumber makanan tersebut dapat memberikan manfaat untuk kesehatan tulang, gigi dan meningkatkan daya tahan tubuh untuk si Kecil. Mom & Dad dapat menyesuaikan pilihan sumber vitamin D3 sesuai dengan pola makan dan kebutuhan nutrisi si Kecil agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal.
Lebih bagus vitamin D2 atau D3?
Beberapa penelitian menjelaskan bahwa vitamin D3 memiliki efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan vitamin D2. Saat diproses di dalam tubuh, vitamin D3 menghasilkan lebih banyak bentuk aktif (25-hydroxyvitamin D) sehingga dapat diserap dan dimanfaatkan secara lebih optimal oleh tubuh. Selain itu, vitamin D3 juga cenderung bertahan lebih lama dalam aliran darah dibandingkan vitamin D2, sehingga mampu menjaga kadar vitamin D tetap stabil lebih lama.
Oleh karena itu, vitamin D3 sering direkomendasikan sebagai pilihan utama, terutama untuk anak-anak, ibu hamil, dan orang dewasa yang berisiko mengalami kekurangan vitamin D. Meski demikian, baik vitamin D2 maupun D3 tetap bermanfaat dalam membantu meningkatkan kadar vitamin D, asalkan diberikan dengan dosis yang sesuai kebutuhan dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
Cara mendapatkan vitamin D2 dan D3 secara alami
Vitamin D memiliki peran penting dalam membantu penyerapan kalsium, menjaga kekuatan tulang dan gigi, serta mendukung daya tahan tubuh anak maupun orang dewasa. Secara alami, vitamin D2 umumnya diperoleh dari sumber nabati seperti jamur yang terpapar sinar matahari, sedangkan vitamin D3 bisa didapatkan dari paparan sinar matahari pagi serta makanan hewani seperti ikan berlemak (salmon, sarden), hati, dan kuning telur.
Meski begitu, tidak semua orang dapat memenuhi kebutuhan vitamin D hanya dari makanan dan sinar matahari. Terutama bayi, anak-anak, ibu hamil, dan individu dengan aktivitas lebih banyak di dalam ruangan. Oleh karena itu, pemeriksaan kadar vitamin D dapat membantu mengetahui apakah tubuh memerlukan tambahan suplemen dengan dosis yang tepat.
Mom & Dad, ingin memastikan kebutuhan vitamin D si Kecil terpenuhi dengan optimal? Segera konsultasikan dan lakukan pemeriksaan di KS Women and Children Clinic. Tim dokter dan tenaga kesehatan profesional siap membantu memberikan rekomendasi suplemen vitamin D berkualitas. Sesuai kondisi dan kebutuhan si Kecil. Jadwalkan kunjungan sekarang untuk mendukung tumbuh kembang dan kesehatan keluarga secara menyeluruh.









0 Comments