
Merencanakan kehamilan kedua setelah sebelumnya melahirkan anak pertama terkadang tidak berjalan lancar. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan susah hamil anak kedua. Meskipun sebelumnya tidak mengalami masalah saat hamil atau melahirkan anak pertama. Kondisi sulit hamil anak kedua bisa disebabkan oleh infertilitas sekunder yaitu kondisi ketika pasangan mengalami kesulitan untuk hamil kembali setelah sebelumnya pernah memiliki anak.
Kondisi ini sering kali tidak disadari sejak awal. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab serta ciri-ciri infertilitas sekunder agar Mom & Dad dapat menentukan langkah yang tepat dalam merencanakan kehamilan selanjutnya.
Kenapa susah hamil anak kedua setelah punya anak pertama?
Banyak Mom mengira bahwa setelah melahirkan anak pertama, proses program hamil berikutnya bisa berjalan dengan mudah. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Sulit hamil kembali setelah punya anak bisa terjadi akibat berbagai faktor. Meskipun sebelumnya tidak mengalami kendala saat hamil anak pertama, kondisi tubuh dan sistem reproduksi dapat berubah karena faktor usia, perubahan hormon setelah kehamilan dan persalinan, hingga kondisi kesehatan tertentu sehingga dapat mempengaruhi kesuburan.
Karena penyebabnya bisa beragam dan berbeda pada setiap orang, penting bagi Mom untuk memahami faktor-faktor yang dapat membuat kehamilan kedua terasa lebih sulit. Dengan mengetahui penyebabnya, Mom & Dad dapat mengambil langkah yang tepat sebelum merencanakan program hamil selanjutnya.
Apa itu infertilitas sekunder ?
Infertilitas sekunder adalah kondisi ketika Mom mengalami kesulitan untuk hamil atau mempertahankan kehamilan hingga cukup bulan setelah sebelumnya pernah melahirkan secara alami, tanpa bantuan obat atau program hamil seperti IVF (bayi tabung). Diagnosa infertilitas sekunder biasanya ditegakkan oleh dokter berdasarkan pemeriksaan dari Mom & Dad yang sudah mencoba program hamil selama enam bulan hingga satu tahun.
Ciri-ciri infertilitas sekunder
Tanda dan gejala utama infertilitas sekunder adalah ketidakmampuan untuk hamil setelah memiliki satu atau lebih anak. Jika Mom berusia kurang dari 35 tahun, dokter biasanya akan mencurigai infertilitas sekunder jika sudah mencoba hamil selama satu tahun meskipun sudah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Namun, jika Mom berusia lebih dari 35 tahun, dokter akan mulai memeriksa kemungkinan infertilitas sekunder setelah enam bulan mencoba hamil dengan cara yang sama.
Penyebab infertilitas sekunder
Infertilitas sekunder bisa terjadi pada wanita, pria atau bahkan keduanya. Seringkali, tidak disebabkan oleh penyebab tunggal, karena banyak faktor yang mempengaruhi kondisi infertilitas sekunder.
Apa saja penyebab infertilitas sekunder pada wanita ?
Infertilitas sekunder pada wanita bisa terjadi karena beberapa faktor seperti kondisi tubuh dan kesehatan, termasuk perubahan setelah kehamilan sebelumnya dan gaya hidup sehari-hari. Penyebab infertilitas sekunder pada wanita yaitu :
- Ada masalah pada kuantitas dan kualitas sel telur, karena faktor usia jumlah sel telur bisa semakin berkurang dan kualitasnya cenderung menurun terutama memasuki usia 40 tahun. Selain itu, riwayat operasi dan paparan radiasi karena terapi pengobatan juga dapat mempengaruhi kualitas sel telur pada wanita.
- Gangguan tuba falopi (saluran telur) karena mengalami infeksi atau pernah menjalani operasi sebelumnya. Tuba falopi berfungsi untuk membawa sel telur ke rahim, jika tersumbat maka proses pembuahan terganggu dan bisa menggagalkan kehamilan. Infeksi akibat klamidia, gonore, atau penyakit radang panggul bisa menyebabkan penyumbatan ini.
- Ada masalah pada rahim misalnya karena ada fibroid atau polip di rahim dapat mempersulit terjadinya kehamilan.
- Mengalami PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) yaitu kondisi gangguan hormon yang menyebabkan periode menstruasi tidak teratur dan jarang, sehingga tidak berovulasi dengan teratur dan mempengaruhi program kehamilan.
- Endometriosis yaitu kondisi tumbuhnya jaringan di dalam rahim, beberapa kasusnya menyebabkan infertilitas.
- Penambahan berat badan berlebihan pada beberapa orang dapat memengaruhi fungsi ovarium. Selain itu, obat-obatan atau perawatan untuk kondisi tertentu juga bisa berkontribusi terhadap infertilitas. Kebiasaan seperti merokok atau minum alkohol juga dapat mengganggu proses ovulasi dan pembuahan.
Apa saja yang menyebabkan infertilitas sekunder pada pria?
Penyebab infertilitas sekunder pada pria seringkali terkait dengan kadar hormon yang tidak seimbang, kondisi medis tertentu, serta faktor gaya hidup. Berikut beberapa penyebab infertilitas sekunder pada pria :
- Penurunan kadar testosteron. Kadar hormon ini bisa menurun akibat penuaan, cedera pada testis, atau beberapa kondisi medis tertentu, sehingga mempengaruhi kesuburan pria.
- Varikokel testis adalah kondisi di mana pembuluh darah di skrotum (kantung kulit yang membungkus testis) mengalami pembesaran. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab umum produksi sperma rendah dan infertilitas pada pria, diperkirakan terjadi pada sekitar 30% kasus.
- Kualitas sperma yang buruk, karena bertambahnya usia terutama setelah 40 tahun. Kualitas sperma cenderung menurun dan mempengaruhi kesuburan pria.
- Jumlah sperma yang sedikit atau kurang dari 15 juta per mililiter atau biasa disebut oligospermia
- Pembesaran kelenjar prostat dapat menurunkan jumlah sperma dan ejakulasi yang tidak normal, sehingga mempengaruhi kesuburan
- Menjalani pengobatan jangka panjang karena kondisi medis tertentu seperti kanker prostat, infeksi jamur, infeksi saluran kemih, dll.
- Faktor gaya hidup dan paparan zat berbahaya yang dapat menurunkan kualitas sperma. Misalnya penggunaan pelumas beracun, paparan bahan kimia industri, hingga penambahan berat badan berlebih yang mengganggu hormon pada pria
Setelah mengetahui penyebab susah hamil anak kedua, Mom & Dad tentunya jadi memahami bahwa kondisi ini bisa disebabkan karena kondisi dari salah satu atau kedua pihak. Setiap pasangan memiliki kondisi kesuburan yang berbeda.
Oleh karena itu, Mom & Dad disarankan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter kandungan berpengalaman di KS Women and Children Clinic untuk perencanaan kehamilan yang tepat dan terarah.
Dokter obgyn dapat membantu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk menentukan penyebab dan penanganan sesuai kondisi Mom & Dad. Sehingga, Mom & Dad bisa menjalani program hamil dengan peluang kehamilan yang lebih optimal dan aman.









0 Comments