KB IUD menjadi salah satu pilihan kontrasepsi yang cukup populer di kalangan Mom yang ingin menjaga jarak kehamilan atau mencegah kehamilan dalam jangka panjang. Tahukah Mom, bahwa IUD memiliki dua jenis yaitu IUD hormonal dan IUD non-hormonal? Keduanya sama-sama efektif, tetapi bekerja dengan cara yang berbeda. Untuk membantu Mom memilih jenis yang paling sesuai dengan kebutuhan, dan kondisi kesehatan, berikut penjelasan lengkapnya!
Apa bedanya KB IUD hormonal dan non-hormonal
KB IUD hormonal dan non-hormonal merupakan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) yang sama-sama dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Bedanya, IUD hormonal bekerja dengan melepaskan hormon progestin, sedangkan IUD non-hormonal menggunakan tembaga tanpa hormon.
KB IUD hormonal

contoh IUD non hormonal, sumber shvic
KB IUD hormonal atau biasa disebut AKDR Levonorgestrel (AKDR-LNG) merupakan alat kontrasepsi berbahan plastik berbentuk T yang secara terus-menerus melepaskan sejumlah kecil hormon progestin (levonorgestrel) setiap hari.
Cara kerja KB IUD hormonal menyebabkan lendir serviks mengental dan membuat sperma kesulitan berenang di dalam rahim. KB IUD hormonal juga dapat menipiskan dinding rahim dan mencegah pembuahan terjadi. Sehingga, pelepasan sel telur (ovulasi) terhenti dan mencegah sel sperma membuahi sel telur. KB IUD hormonal biasanya dapat digunakan hingga 5 tahun untuk mencegah kehamilan.
Jenis KB IUD hormonal
Beberapa contoh jenis KB IUD hormonal yaitu Mirena, Liletta, Kyleena, dan Skyla.
Kelebihan KB IUD hormonal
Mengutip dari buku pedoman pelayanan kontrasepsi dan keluarga berencana, KB IUD hormonal efektif mencegah kehamilan. Dari 100 perempuan, kurang dari 1 terjadi kehamilan selama tahun pertama.
Kelebihan KB IUD hormonal lainnya yaitu :
- Mencegah kehamilan berjangka panjang
- Dari hasil studi efektif hingga 7 tahun, namun ijin edar berlaku untuk 5 tahun penggunaan
- Tidak mempengaruhi hubungan seksual
- Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
- Kesuburan segera kembali setelah IUD dilepas
- Mengurangi nyeri haid
- Mengurangi jumlah darah haid sehingga mencegah anemia dan defisiensi besi
- Sebagai alternatif pengobatan tanpa operasi untuk mengatasi perdarahan rahim yang tidak normal dan adenomiosis (jaringan dinding rahim yang tumbuh ke dalam otot rahim)
Kekurangan KB IUD hormonal
KB IUD hormonal masih jarang ditemukan di Indonesia. Karena, di fasilitas kesehatan biasanya menyediakan jenis KB non-hormonal. Selain itu kekurangan KB IUD hormonal yaitu :
- Pemasangan KB dan pelepasan KB harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih
- Harga KB IUD hormonal biasanya mahal
- Mempengaruhi hormon menyebabkan jerawat, nyeri payudara dan mood swing
- Beberapa Mom mungkin merasa takut dengan prosedur pemasangan IUD
- Tidak melindungi dari IMS dan tidak bisa digunakan untuk penderita IMS (Infeksi Menular Seksual)
- Tidak bisa dipasang sendiri dan perlu dicek posisinya secara berkala
KB IUD non-hormonal

contoh KB IUD non hormonal, sumber BKKBN 2021
KB IUD non-hormonal dikenal juga sebagai IUD tembaga (Copper IUD) atau KB Spiral. Alat kontrasepsi ini terbuat dari rangka plastik kecil yang lentur, dengan lilitan tembaga pada bagian batangnya sebagai komponen aktif untuk mencegah kehamilan.
Cara kerja Copper IUD adalah dengan mencegah sperma mencapai sel telur karena tembaga pada IUD menimbulkan reaksi alami dalam rahim yang membuat sperma sulit bergerak dan akhirnya mati sebelum bisa membuahi sel telur. KB IUD Copper T memiliki jangka waktu pemakaian hingga 10 tahun.
Jenis KB IUD non-hormonal
Jenis KB IUD non-hormonal yaitu AKDR Cu T 380 A yang biasanya disediakan oleh program pemerintah. Ada juga KB IUD merk Nova T yang biasanya tersedia di fasilitas kesehatan swasta.
Kelebihan KB IUD non-hormonal
KB IUD tembaga memiliki efektivitas yang tinggi sekitar 0,6-0,8 kehamilan dari 100 perempuan dalam 1 tahun pertama. Selain itu, KB IUD non-hormonal ini juga memiliki beberapa kelebihan seperti :
- Mencegah kehamilan dengan sangat efektif
- KB langsung bekerja dengan efektif segera setelah pemasangan
- Berjangka panjang, studi menunjukkan KB IUD Copper T efektif hingga 12 tahun, namun ijin edar berlaku untuk 10 tahun penggunaan
- Tidak mempengaruhi hubungan seksual
- Tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI
- Dapat digunakan segera setelah melahirkan atau sesudah keguguran
- Dapat digunakan sampai menopause
- Kesuburan segera kembali setelah dilepas
Kekurangan KB IUD non hormonal
KB IUD non-hormonal juga memiliki keterbatasan yang perlu Mom pertimbangkan seperti :
- Pemasangan hanya bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan
- Seringkali Mom takut selama pemasangan IUD
- Tidak melindungi dari Infeksi Menular Seksual (IMS)
- Tidak bisa digunakan pada perempuan dengan IMS
- Ada kemungkinan IUD bisa lepas sendiri
- Tidak bisa dilepas sendiri
- Mom harus memeriksa posisi benang IUD untuk memastikan IUD terpasang dengan benar
Lebih bagus KB IUD hormonal atau non-hormonal ?
KB IUD hormonal dan IUD non-hormonal (IUD Tembaga) keduanya sama-sama efektif dalam mencegah kehamilan dalam jangka panjang yaitu antara 5 hingga 10 tahun. Keduanya bekerja dengan menghambat pertemuan sel sperma dan sel telur namun dengan mekanisme yang berbeda.
KB IUD hormonal melepaskan hormon untuk mengentalkan lendir serviks dan menipiskan dinding rahim sehingga sel sperma tidak bisa masuk dan membuahi sel telur. KB IUD non-hormonal atau IUD Tembaga alias Copper T mencegah masuknya sel sperma ke dalam rahim karena memiliki tembaga yang dapat membunuh sel sperma.
Mengutip dari BKKBN, KB IUD hormonal dapat mengurangi nyeri haid dan volume darah saat menstruasi. Namun, sayangnya KB hormonal ketersediaannya sangat jarang di Indonesia. Harga KB hormonal juga cenderung lebih mahal dan masa pakainya lebih singkat dari KB IUD non-hormonal.
KB IUD non-hormonal lebih mudah dijangkau dan harganya lebih ekonomis. Copper T atau IUD tembaga mudah ditemukan di fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta. Masa pakai KB IUD tembaga lebih lama dan tidak memberikan efek samping karena tidak mengandung hormon. Namun, pada beberapa kasus KB IUD tembaga bisa menimbulkan perdarahan karena dinding rahim lebih sensitif terhadap tembaga.
Oleh karena itu, untuk mempertimbangkan jenis KB IUD yang paling cocok dengan kondisi Mom, perlu melibatkan anjuran dokter yang terpercaya. Mom dapat berkonsultasi dengan dokter Obgyn profesional di KS Women and Children Clinic untuk memilih jenis KB IUD yang sesuai dengan kebutuhan Mom.









0 Comments