KB IUD merupakan alat kontrasepsi yang dipasang di rahim wanita untuk mencegah kehamilan. Saat pemasangan dan setelah KB IUD biasanya akan menimbulkan efek nyeri perut. Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan benda asing di dalam rahim. Bagi sebagian wanita, rasa nyeri ini bisa terasa mengganggu dan menimbulkan kekhawatiran, terutama jika belum pernah menggunakan IUD sebelumnya. Mom wajib mengenali rasa nyeri yang dialami agar dapat penanganan yang tepat.
Apakah semua wanita mengalami nyeri setelah pasang IUD?
Setiap wanita akan mengalami rasa nyeri yang berbeda setelah pemasangan KB IUD. Ada yang merasakan kram ringan saja, sementara sebagian lainnya mengalami nyeri lebih kuat.
Perbedaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya ambang batas nyeri, hingga jenis IUD yang digunakan. Jadi keluhan nyeri tidak selalu menandakan masalah, tetapi merupakan respon alami dari tubuh.
Selain itu, kontraksi ringan pada rahim saat pemasangan KB IUD juga menimbulkan rasa tidak nyaman. Biasanya nyeri bersifat sementara dan akan membaik dalam beberapa hari. Namun jika nyeri lama atau semakin hebat perlu diperiksa oleh dokter untuk memastikan posisi IUD tetap aman.
Pengaruh jenis IUD terhadap nyeri perut
Menurut buku Pedoman Pelayanan Kontrasepsi dan Keluarga Berencana Kementerian Kesehatan RI, KB IUD hormonal biasanya akan mengurangi rasa nyeri saat haid. Sedangkan KB IUD non hormonal (KB IUD tembaga) dapat menyebabkan efek samping nyeri setelah pemasangannya. Jadi, KB IUD memang akan menimbulkan efek nyeri, namun pada KB IUD hormonal biasanya nyeri yang dirasakan lebih ringan.
Penyebab nyeri perut setelah pakai KB IUD
Setelah pemasangan KB IUD, wajar jika muncul kram atau nyeri selama beberapa hari. Rasa tidak nyaman juga muncul kembali saat haid karena rahim masih beradaptasi dengan keberadaan IUD. Biasanya, kram akan berangsur membaik dan kembali normal dalam waktu tiga bulan.
Efek samping tersebut umumnya tidak berbahaya. Tubuh memang memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri, dan setiap wanita bisa memiliki reaksi yang berbeda terhadap pemasangan IUD. Selain kram, perubahan pola menstruasi juga merupakan hal yang sering terjadi pada awal penggunaan.
Namun, jika keluhan terasa mengganggu dan tidak kunjung membaik, atau muncul nyeri hebat di bagian bawah perut, sebaiknya segera periksa ke tenaga kesehatan untuk memastikan posisi KB IUD tetap aman.
Cara mengatasi nyeri perut saat memakai KB IUD
Mengutip dari alat bantu pengambilan keputusan ber-KB, jika kram atau rasa mules muncul setelah pasang IUD, Mom bisa minum obat pereda nyeri seperti aspirin, paracetamol, atau ibuprofen. Jika siklus menstruasi terjadi lebih lama dan perdarahan lebih banyak, atau lebih nyeri dari biasanya, ibuprofen juga bisa membantu meredakannya. Agar lebih aman, untuk pemilihan obat nyeri sebaiknya sesuai dosis dan anjuran dari dokter.
Keluhan kram dan perubahan menstruasi ini umumnya akan berkurang perlahan setelah 3-6 bulan pemakaian.
Selain minum obat, Mom dapat meredakan nyeri pasca pemasangan KB IUD dengan berbagai cara berikut :
- Kompres hangat di perut bagian bawah dan punggung agar otot lebih rileks dan mengurangi rasa tidak nyaman
- Beristirahat dan kurangi aktivitas berat selama 1-2 hari setelah memakai KB IUD
- Kenakan pakaian longgar dan nyaman
- Pastikan asupan nutrisi dan hidrasi yang cukup agar tubuh kembali fit.
Cara membedakan nyeri perut normal dan tidak normal setelah pakai IUD
Mom perlu mengetahui cara membedakan nyeri perut normal akibat efek samping pemasangan KB IUD, dan yang tidak normal sehingga harus segera periksa ke dokter. Nyeri yang masih tergolong normal akan terasa kram ringan hingga sedang, munculnya hanya sesekali dan dapat membaik dalam beberapa hari. Kram yang tidak normal akan terasa sangat menusuk bahkan bisa mengganggu aktivitas dan disertai mual hebat.
Menggunakan KB IUD memang membutuhkan masa adaptasi. Dengan memahami apa saja yang normal dan tidak normal, Mom bisa lebih tenang selama proses penyesuaian.
Kapan nyeri perut akibat pemasangan IUD perlu diwaspadai ?
Meskipun kram dan nyeri setelah pemasangan KB IUD adalah hal yang normal, namun ada beberapa gejala dan tanda bahaya yang perlu diwaspadai yang dapat berisiko meningkatkan komplikasi seperti :
- Nyeri hebat yang datang tiba-tiba dan tidak berkurang setelah minum obat nyeri
- Perdarahan dengan volume yang cukup banyak lebih dari biasanya
- Keluar darah berbentuk gumpalan besar
- Mengalami keputihan yang tidak normal (gatal dan berbau)
- Demam dengan suhu tubuh di atas 37°C
Jika mom merasakan salah satu atau lebih dari gejala di atas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter kandungan atau obgyn. Pilih dokter obgyn profesional dan terpercaya yang ada di KS Women and Children Clinic.
Mom dapat datang dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Semakin cepat diperiksa maka semakin tepat keluhan yang ditangani demi keamanan dan kenyamanan selama memakai KB IUD.









0 Comments