Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan besar dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Saat memasuki masa MPASI, makanan yang mengandung protein sudah dapat mulai diberikan secara bertahap sesuai usia dan kemampuan cerna bayi. Asupan protein dibutuhkan untuk membantu pembentukan sel dan jaringan tubuh, mendukung perkembangan otot, serta menjaga daya tahan tubuh anak.
Makanan tinggi protein memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang bayi dan kabar baiknya, sumbernya mudah didapatkan di rumah. Mom & Dad dapat memanfaatkan berbagai bahan pangan sederhana, baik dari sumber protein hewani maupun nabati, yang aman diolah sebagai MPASI. Pemilihan sumber protein yang tepat akan membantu memenuhi kebutuhan gizi si Kecil secara optimal sejak dini.
Artikel lainnya : Menu MPASI 6 Bulan Simple, Sehat, dan Bergizi Bagi si Kecil
Berapa kebutuhan protein harian bayi saat MPASI?
Kebutuhan protein harian bayi tergantung pada usia dan berat badan. Saat memasuki masa MPASI (6-12 bulan), bayi umumnya membutuhkan sekitar 9-13,5 gram protein per hari dari makanan pendamping ASI.
Angka ini belum termasuk protein yang diperoleh dari ASI, yang tetap menjadi sumber nutrisi. Memberikan variasi sumber protein, baik hewani maupun nabati. Dalam porsi yang sesuai dapat membantu bayi memenuhi kebutuhan gizinya tanpa berlebihan, mendukung pertumbuhan otot, perkembangan otak, dan daya tahan tubuh secara optimal.
Sumber protein hewani untuk MPASI
Protein hewani merupakan sumber nutrisi yang berasal dari hewan, yang mengandung semua asam amino esensial, tinggi protein, serta kaya zat besi, vitamin B12 dan kalsium. Semua kandungan nutrisi tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Memperkenalkan sumber makanan yang mengandung protein hewani secara bertahap pada MPASI dapat membantu pembentukan otot, perkembangan otak dan daya tahan tubuh si Kecil.
Berikut adalah beberapa pilihan sumber protein hewani sebagai referensi untuk Mom & Dad untuk menu MPASI yang tinggi protein :
| Jenis makanan | Jumlah gram protein |
| Dada ayam | 4.7-7 (per 20-30 g) |
| Daging sapi fillet | 4.1-6.2 (per 20-30 g) |
| Daging ayam utuh tanpa kulit | 3.9-5.8 (per 20-30 g) |
| Ikan segar | 19 (per 100g) |
| Telur ayam | 6 (per 50g) |
| Susu sapi | 3.3 (per 100ml) |
Angka protein di atas disesuaikan untuk porsi aman bagi bayi saat MPASI. Saat mengolah, pastikan sumber makanan tersebut dimasak sampai matang sempurna. Setelah itu bisa dihaluskan atau teksturnya disesuaikan dengan kemampuan bayi.
Mom & Dad dapat memperkenalkan berbagai sumber protein hewani secara bervariasi. Sehingga ketika si Kecil sedang belajar makan bisa mendapatkan nutrisi yang lengkap, sekaligus terbiasa dengan berbagai rasa dan tekstur makanan. Hal ini dapat mempermudah si Kecil membangun kebiasaan pola makan yang sehat sejak dini.
Sumber protein nabati untuk MPASI
Protein nabati juga penting dalam MPASI karena mengandung berbagai nutrisi pendamping seperti serat, vitamin, dan mineral. Meski tidak selalu mengandung semua asam amino esensial secara lengkap seperti protein hewani, kombinasi beberapa sumber protein nabati dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi dengan optimal.
Berikut beberapa sumber protein nabati yang mudah didapat di rumah beserta kandungan protein per porsi yang aman untuk MPASI:
| Jenis makanan | Jumlah gram protein |
| Tahu | 6–7 g (per 100 g) |
| Tempe | 20–21 g (per 100 g) |
| Kacang hijau | 22–23 g (per 100 g) |
| Kacang merah | 21–22 g (per 100 g) |
| Kacang polong | 5–6 g (per 100 g, matang) |
Angka protein di atas dihitung per 100 g bahan mentah atau matang sesuai catatan, sehingga porsi bayi biasanya lebih kecil (misalnya 1–3 sdm), dan protein yang masuk tetap cukup jika dikombinasikan dengan sumber lain. Untuk bayi, bahan nabati sebaiknya dihaluskan atau dicampur dengan MPASI lain agar mudah dikonsumsi dan cerna.
Dengan memadukan berbagai sumber protein nabati, si Kecil tidak hanya mendapatkan asupan protein yang cukup tetapi juga beragam nutrisi lain yang mendukung pertumbuhan dan kesehatan secara menyeluruh. Kombinasi protein nabati dan hewani dapat menjadi strategi terbaik untuk MPASI bergizi lengkap.
Cara Mengkombinasikan Protein dalam MPASI agar Lebih Optimal
Agar kebutuhan protein harian bayi terpenuhi dengan baik, Mom & Dad dapat mengkombinasikan sumber protein hewani dan nabati dalam satu kali makan. Kombinasi ini tidak hanya membantu melengkapi asam amino esensial, tetapi juga membuat rasa dan tekstur makanan lebih bervariasi sehingga si Kecil tidak mudah bosan.
Beberapa contoh kombinasi yang bisa dicoba antara lain:
- Ayam cincang dengan tahu halus
- Ikan kukus dengan kacang polong tumbuk
- Telur orak-arik lembut dengan tempe kukus
- Daging sapi cincang dengan kacang merah halus
Dengan variasi yang tepat, si Kecil akan mendapatkan protein yang cukup sekaligus nutrisi pendukung lain seperti zat besi, serat, dan vitamin. Pemberian protein yang beragam juga membantu membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini.
Setiap anak memiliki kebutuhan gizi yang berbeda. Untuk memastikan MPASI yang diberikan sudah sesuai dan seimbang, Mom & Dad dapat berkonsultasi langsung dengan ahli gizi di KS Women and Children Clinic.
Ahli gizi dapat membantu Mom & Dad menentukan porsi protein yang sesuai, memilih kombinasi makanan yang paling pas untuk usia dan selera bayi, serta merancang menu MPASI bergizi seimbang yang mendukung tumbuh kembang optimal.









0 Comments