Selama proses meng-ASI-hi, tidak jarang Momsui mengalami berbagai kendala atau masalah saat menyusui yang membuat tidak nyaman. Mulai dari puting lecet, payudara bengkak, produksi ASI yang menurun, dan masih banyak lagi. Keluhan ini umumnya biasa terjadi terutama pada masa awal menyusui. Momsui juga dapat mengatasi keluhan tersebut dengan berbagai cara sehingga proses menyusui terasa lebih nyaman. Berikut 10 masalah saat menyusui yang sering terjadi dan solusi untuk mengatasinya.
Artikel lainnya : Ciri-Ciri ASI Tersumbat: Benjolan di Payudara dan Cara Atasinya
1. ASI yang dirasa tidak cukup
Jika Momsui merasa ASI yang diproduksi kurang atau tidak cukup, segera evaluasi pola menyusu bayi. Semakin jarang bayi disusui, maka produksi ASI bisa semakin berkurang. Oleh karena itu, ketika Momsui mengalami penurunan produksi ASI sebaiknya segera perbaiki pola menyusui si Kecil. Menyusui secara on-demand atau sesuai kemauan bayi, maka produksi ASI akan menyesuaikan kebutuhannya.
Selain itu, pastikan kebutuhan cairan Momsui terpenuhi dengan baik, pola makan dengan gizi seimbang, istirahat yang cukup, hindari stress dan tetap meng-ASI-hi dengan tenang untuk menjaga produksi ASI tetap ideal.
2. Nyeri puting payudara
Nyeri puting payudara bisa disebabkan karena pelekatan yang kurang tepat baik saat menyusui langsung (DBF) maupun saat memompa ASI. Sehingga, Momsui perlu memastikan posisi pelekatan sudah sesuai.
Posisi pelekatan menyusu yang tepat yaitu :
- Saat DBF pastikan puting dan areola masuk ke dalam mulut bayi. Posisi areola setidaknya berada 3-4 cm di dalam mulut. Selain itu, posisi dagu si Kecil menempel pada payudara ibu.
- Saat memompa ASI, pastikan ukuran flensa atau corong pompa sesuai dengan ukuran puting. Dengan ukuran yang tepat, puting dapat bergerak lebih bebas di dalam corong sehingga proses memompa ASI terasa lebih nyaman dan tidak menimbulkan nyeri.
3. Benjolan pada payudara
Benjolan pada payudara sering terjadi akibat sumbatan saluran ASI. Kondisi ini dapat diatasi dengan memperbaiki posisi dan pelekatan saat menyusui agar ASI dapat keluar lebih optimal. Sebelum menyusui, Momsui juga dapat mengompres payudara dengan handuk hangat untuk membantu melancarkan aliran ASI. Setelah selesai menyusui, kompres dingin dapat dilakukan untuk membantu mengurangi bengkak dan rasa tidak nyaman pada payudara.
4. ASI tersumbat
ASI tersumbat terjadi ketika saluran ASI di payudara terhalang sehingga aliran ASI tidak keluar dengan lancar. Kondisi ini biasanya ditandai dengan payudara terasa keras, nyeri, atau muncul benjolan kecil. Untuk mengatasinya, Momsui dianjurkan tetap menyusui secara rutin, memastikan pelekatan bayi sudah tepat, serta memijat lembut area payudara yang terasa tersumbat agar aliran ASI kembali lancar.
5. Infeksi pada puting
Infeksi jamur saat menyusui dapat muncul di mulut bayi maupun pada payudara ibu, terutama di area puting. Kondisi ini memang tidak selalu terjadi pada semua ibu menyusui, kondisi ini termasuk masalah pada ibu menyusui yang perlu diwaspadai. Infeksi jamur biasanya ditandai dengan puting yang terasa nyeri, tampak kering dan pecah-pecah, terkelupas, atau bahkan melepuh.
Untuk mengatasinya, penting menjaga kebersihan payudara dan mulut bayi serta memastikan area puting tetap kering setelah menyusui. Jika keluhan tidak membaik atau rasa nyeri semakin bertambah, sebaiknya Momsui berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
6. ASI terlalu banyak
Hiperlaktasi atau produksi ASI yang terlalu banyak dapat menyebabkan sumbatan pada saluran ASI, pembengkakan payudara, hingga mastitis. Kondisi ini juga dapat membuat bayi tersedak atau menelan ASI terlalu cepat saat menyusu. Untuk membantu mengatasinya, Momsui dapat menyusui secara teratur, mengosongkan satu payudara terlebih dahulu sebelum berpindah ke sisi lainnya, serta memompa ASI secukupnya untuk mengurangi tekanan pada payudara.
7. Payudara bengkak
Payudara bengkak sering terjadi pada awal masa menyusui ketika produksi ASI mulai meningkat. Kondisi ini dapat membuat payudara terasa penuh, keras, dan nyeri. Untuk membantu meredakannya, Momsui dianjurkan menyusui secara teratur, memastikan pelekatan bayi sudah tepat, serta mengompres hangat sebelum menyusui dan kompres dingin setelahnya.
8. Puting payudara datar
Sebagian ibu memiliki puting yang datar atau tidak terlalu menonjol sehingga bayi mungkin lebih sulit melekat saat menyusu. Namun kondisi ini umumnya masih bisa diatasi dengan teknik pelekatan yang tepat. Momsui juga dapat merangsang puting terlebih dahulu sebelum menyusui atau menggunakan pompa ASI sebentar agar puting lebih menonjol.
9. Payudara besar sebelah
Perbedaan ukuran payudara saat menyusui cukup sering terjadi. Hal ini biasanya disebabkan karena bayi lebih sering menyusu pada salah satu sisi atau produksi ASI yang berbeda di setiap payudara. Untuk membantu menyeimbangkannya, Momsui dapat mulai menyusui dari payudara yang jarang digunakan atau memompa ASI pada sisi tersebut secara rutin.
10. Mastitis
Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang biasanya disebabkan oleh sumbatan ASI atau infeksi bakteri. Kondisi ini dapat ditandai dengan payudara terasa nyeri, kemerahan, bengkak, serta disertai demam. Jika mengalami gejala mastitis, sebaiknya Momsui segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Penutup
Jika Momsui mengalami berbagai masalah saat menyusui, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter konselor laktasi dapat membantu Momsui menemukan solusi yang sesuai sehingga proses menyusui tetap nyaman dan kebutuhan ASI si Kecil tetap terpenuhi.
Momsui dapat melakukan konsultasi laktasi di KS Women and Children Clinic untuk mendapatkan pendampingan langsung terkait teknik menyusui, pelekatan yang tepat, hingga mengatasi berbagai kendala selama masa menyusui. Dengan dukungan yang tepat, perjalanan meng-ASI-hi dapat menjadi lebih lancar dan menyenangkan bagi ibu maupun si Kecil.









0 Comments