Saat melahirkan, teknik dan cara mengejan memiliki peran penting dalam membantu kelancaran proses kelahiran bayi. Teknik mengejan yang tepat tentunya dapat membantu bayi keluar lebih efektif, mengurangi kelelahan, serta meminimalkan risiko cedera. Sebaliknya, teknik yang kurang tepat justru dapat memperlambat proses persalinan dan meningkatkan risiko komplikasi, seperti robekan jalan lahir atau pembuluh darah pecah. Oleh karena itu, Mommils perlu memahami teknik mengejan yang benar untuk mencegah akibat dari teknik mengejan yang salah. Sehingga proses persalinan berjalan lebih aman dan optimal.
Artikel lainnya : Cara Mengejan yang Benar Saat Melahirkan untuk Mencegah Robekan Jalan Lahir
Teknik mengejan yang salah saat melahirkan
Mengejan saat melahirkan bukan hanya soal mengeluarkan tenaga. Kesalahan kecil yang sering tidak disadari justru dapat menghambat proses persalinan dan meningkatkan risiko komplikasi saat melahirkan. Berikut beberapa hal yang sebaiknya Mommils hindari saat mengejan :
Mengejan sambil berteriak
Berteriak saat mengejan memang sering terjadi karena rasa nyeri, tetapi justru membuat tenaga terbuang dan dorongan menjadi tidak efektif. Selain itu, berteriak dapat mengganggu pengaturan napas. Sebaiknya, arahkan tenaga ke bawah dengan napas yang terkontrol agar mengejan lebih optimal.
Menutup mata saat mengejan
Tanpa disadari, sebagian ibu cenderung menutup mata saat mengejan, padahal kebiasaan ini dapat mengurangi fokus dan membuat dorongan tenaga menjadi kurang terarah. Mengejan saat melahirkan berisiko meningkatkan tekanan yang dapat memicu pecahnya pembuluh darah, terutama di area mata. Sebaiknya, Mommils tetap membuka mata dan memusatkan fokus ke arah perut agar dorongan tenaga saat mengejan lebih terarah dan efektif.
Mengangkat bokong atau panggul
Mengangkat bokong atau panggul saat mengejan merupakan kesalahan yang cukup sering terjadi. Posisi ini justru membuat tekanan tidak terarah ke jalan lahir, sehingga dorongan menjadi kurang efektif. Selain itu, posisi ini dapat meningkatkan risiko robekan pada jalan lahir karena distribusi tekanan tidak merata. Posisi yang stabil dan mengikuti arahan tenaga medis akan membantu bayi lebih mudah keluar.
Teknik pernapasan yang tidak teratur
Pernapasan yang tidak teratur membuat tubuh cepat lelah dan mengurangi efektivitas mengejan. Napas yang terlalu cepat, terlalu pendek, atau tidak terkontrol dapat menyebabkan tenaga cepat habis sebelum bayi lahir. Padahal, teknik pernapasan yang tepat justru membantu mengurangi rasa nyeri sekaligus menjadi sumber tenaga saat mengejan. Oleh karena itu, penting untuk melatih teknik napas sejak masa kehamilan, misalnya melalui kelas persiapan persalinan.
Mengejan tidak pada waktunya dan tanpa instruksi dokter dan bidan
Mengejan sebelum waktunya, misalnya saat pembukaan belum lengkap, dapat menyebabkan pembengkakan pada jalan lahir dan membuat proses persalinan menjadi lebih sulit. Selain itu, tenaga yang dikeluarkan menjadi tidak efektif karena belum selaras dengan kontraksi yang optimal. Dalam kondisi ini, Mommils dianjurkan untuk mengikuti instruksi dokter dan bidan. Gunakan teknik napas pendek untuk menahan dorongan mengejan hingga waktunya tepat.
Menahan dorongan mengejan
Menahan dorongan mengejan juga merupakan kesalahan yang dapat menghambat proses persalinan. Beberapa ibu menahan mengejan karena khawatir akan buang air besar saat melahirkan. Padahal, hal tersebut adalah kondisi yang normal dan sudah diantisipasi oleh dokter dan bidan.
Jika dokter dan bidan sudah mempersilahkan Mommils untuk mengejan sebaiknya jangan ditahan. Karena, menahan dorongan mengejan justru dapat memperlambat turunnya bayi dan membuat Mommils lebih cepat kelelahan. Mengikuti dorongan alami tubuh dan arahan tenaga medis adalah kunci agar persalinan berjalan lebih lancar.
Risiko dan akibat dari teknik mengejan yang salah saat melahirkan
Kesalahan dalam mengatur napas, waktu, maupun arah dorongan bisa membuat proses persalinan menjadi lebih berat dan berisiko, seperti :
1. Proses persalinan menjadi lebih lama
Dorongan yang tidak efektif membuat bayi lebih sulit turun ke jalan lahir, sehingga persalinan berlangsung lebih lama dari seharusnya.
2. Kelelahan berlebih pada ibu
Tenaga yang tidak terarah saat mengejan membuat Mommils cepat lelah, bahkan sebelum proses persalinan selesai.
3. Risiko robekan jalan lahir meningkat
Tekanan yang tidak tepat saat mengejan dapat menyebabkan jaringan jalan lahir lebih mudah mengalami robekan atau trauma, termasuk pada area perineum (jaringan antara vagina dan anus) dan sekitarnya. Kondisi ini bisa menimbulkan nyeri lebih hebat setelah persalinan serta memerlukan penanganan seperti penjahitan.
4. Pembengkakan pada jalan lahir (vulva vagina)
Mengejan sebelum waktunya dapat memicu pembengkakan, yang justru menyulitkan proses persalinan dan penjahitan setelah melahirkan.
5. Pecahnya pembuluh darah di mata atau wajah
Mata memiliki banyak pembuluh darah halus yang mudah pecah saat terjadi tekanan. Saat mengejan, kebiasaan menutup mata dapat meningkatkan tekanan tersebut sehingga berisiko menyebabkan perdarahan subkonjungtiva (mata merah). Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan nyeri atau gangguan penglihatan, tetapi bisa terasa tidak nyaman. Namun, kondisi ini biasanya dapat sembuh sendiri dalam 5–10 hari.
Memahami berbagai risiko di atas membantu Mommils lebih waspada dalam menjalani proses persalinan. Untuk mencegah berbagai risiko tersebut, Mommils dapat mempelajari berbagai teknik mengejan yang benar dan tepat.
Cara mengejan yang benar
Teknik yang benar melibatkan koordinasi antara napas, kontraksi, dan posisi tubuh agar tenaga yang dikeluarkan lebih efektif dan tidak terbuang percuma. Dengan cara yang tepat, proses kelahiran bisa berjalan lebih lancar dan minim risiko.
- Ikuti instruksi dokter atau bidan
Mengejan sebaiknya dilakukan saat pembukaan sudah lengkap dan sesuai arahan tenaga medis. Hal ini penting agar dorongan selaras dengan kontraksi, sehingga membantu bayi turun lebih efektif.
- Atur napas dengan baik
Tarik napas dalam saat kontraksi datang, lalu tahan sejenak dan arahkan dorongan ke bawah seperti saat ingin BAB. Hindari berteriak agar tenaga tidak terbuang dan napas tetap terkontrol.
- Fokuskan tenaga ke arah bawah
Saat mengejan, bayangkan mendorong ke arah perut bawah atau panggul, bukan ke wajah atau kepala. Ini membantu tekanan lebih terarah ke jalan lahir.
- Posisi tubuh yang tepat
Pastikan posisi tubuh stabil dan nyaman, biasanya dengan dagu menunduk ke dada dan kaki terbuka. Hindari mengangkat bokong agar dorongan tetap optimal.
- Gunakan jeda untuk istirahat
Di sela kontraksi, manfaatkan waktu untuk bernapas setelah itu minum agar lebih bertenaga. Hal ini membantu mencegah kelelahan berlebih.
- Tetap tenang dan fokus
Menjaga ketenangan membantu Mommils mengontrol napas dan tenaga saat mengejan. Fokus pada instruksi dokter dan bidan serta sinyal dari tubuh.
Memahami teknik mengejan yang benar adalah salah satu langkah penting untuk membantu proses persalinan berjalan lebih lancar, aman, dan minim risiko. Agar persiapan semakin matang, Mommils bisa mulai berkonsultasi dengan dokter spesialis obgyn di KS Women and Children Clinic. Di sini, Mommils akan mendapatkan pendampingan menyeluruh, mulai dari edukasi persalinan hingga dukungan saat proses melahirkan berlangsung. Didukung fasilitas yang lengkap serta tenaga kesehatan profesional dan berpengalaman, Mommils bisa menjalani persalinan normal yang lebih nyaman, minim trauma, dan penuh rasa aman hingga si Kecil hadir ke dunia.









0 Comments