Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Bisakah Penderita Endometriosis Hamil? Ketahui Jawabannya!

penderita-endometriosis

 

Pernahkah Mom mendengar tentang endometriosis? Kabarnya kondisi ini memengaruhi kemampuan seorang wanita untuk hamil. Benarkah? Jangan panik, kenali terlebih dahulu penyebab endometriosis untuk mengetahui apakah penderita endometriosis bisa hamil.

Apa itu Endometriosis?

Endometriosis adalah kondisi dimana jaringan yang seharusnya membentuk lapisan dalam dinding rahim (endometrium) tumbuh/ditemukan pada bagian tubuh selain rahim. Di dalam rahim, endometrium akan menebal sebagai bentuk persiapan melekatnya sel telur. Saat sel telur tidak dibuahi, endometrium akan luruh dan keluar sebagai darah menstruasi.

Penyebab endometriosis adalah karena jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim akan ikut luruh namun tidak dapat keluar dari tubuh. Kondisi inilah yang menimbulkan rasa nyeri serta dapat memengaruhi masalah kesuburan/fertilitas pada Mom.

Selain mengenal penyebab endometriosis, kenali juga tingkatannya. Tingkatan endometriosis ini dikembangkan oleh The American Society of Reproductive Medicine, berdasarkan besarnya jaringan serta lokasi tumbuhnya.

1. Tingkat 1 – Minimal

Ukuran kecil dan dangkal, tumbuh di indung telur.

2. Tingkat 2 – Ringan

Ukuran kecil dan dangkal, tumbuh di indung telur dan dinding panggul.

3. Tingkat 3 – Sedang

Ukuran cukup besar dan dalam, tumbuh di indung telur.

4. Tingkat 4 – Parah

Ukuran cukup besar dan dalam, tumbuh di beberapa area seperti indung telur, saluran tuba falopi, dinding panggul, hingga usus.

Ciri-Ciri Endometriosis 

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri endometriosis yang perlu diwaspadai:

1. Dysmenorrhea

Dysmenorrhea atau sering disebut dismenore adalah rasa nyeri yang muncul sebelum hingga beberapa hari masa menstruasi berlangsung. Mom yang menderita endometriosis juga mungkin merasakan nyeri berlebih pada area abdominal dan punggung bawah. 

2. Rasa Sakit saat Berhubungan Seksual

Rasa sakit saat atau setelah berhubungan seksual merupakan salah satu ciri umum dari endometriosis.

3. Perdarahan Berlebihan

Mom mungkin mengalami kondisi perdarahan berlebih saat menstruasi ataupun perdarahan di antara masa menstruasi.

4. Infertilitas

Banyak Mom yang tidak menyadari bahwa dirinya terkena endometriosis. Pada awalnya, Mom mempertanyakan mengapa diri Mom tak kunjung hamil. Dengan kondisi ini, biasanya Mom memeriksakan kondisi untuk mengetahui mengapa Mom tidak kunjung hamil. Setelah dilakukan pemeriksaan, barulah diketahui bahwa Mom mengalami infertilitas karena mengidap endometriosis.

Penyebab Endometriosis

Lalu, apa yang menjadi penyebab endometriosis? Penyebab endometriosis sendiri belum diketahui dengan pasti. Namun, ada beberapa teori seputar penyebab endometriosis. Simak selengkapnya di bawah ini:

1. Menstruasi Retrograde

Menstruasi retrograde sebagai penyebab endometriosis adalah kondisi dimana jaringan endometrium yang luruh sebagai darah menstruasi berbalik arah kembali ke saluran tuba falopi dan masuk ke dalam abdomen, menempel pada dinding pelvis dan menjadi endometriosis

2. Transformasi Sel Peritoneum

Faktor penyebab endometriosis ini sering disebut juga teori induksi. Pada kondisi ini, hormon atau sistem imun tubuh mendorong perubahan sel peritoneum pada dinding abdomen menjadi sel endometrium.

3. Transformasi Sel Embrio

Beberapa hormon seperti hormon estrogen dapat merubah sel embrio menjadi sel endometrium. Hal ini dapat terjadi pada masa pubertas dan menjadi salah satu penyebab endometriosis.

4. Kelainan Sistem Imun

Penyebab endometriosis selanjutnya adalah kelainan sistem imun, dimana hal ini membuat tubuh tidak dapat menghancurkan sel endometrium yang tumbuh di luar rahim.

Faktor Risiko Endometriosis

Beberapa kondisi ternyata menjadi faktor risiko penyebab endometriosis, yaitu:

  • Periode menstruasi yang berat dan panjang
  • Jeda antara menstruasi yang sangat singkat
  • Mendapatkan menstruasi di usia yang sangat muda
  • Mulai menopause di usia lebih tua dari umumnya
  • Massa tubuh rendah
  • Belum pernah melahirkan
  • Ada anggota keluarga dekat yang juga menderita endometriosis (kakak, ibu, tante)
  • Gangguan pada sistem reproduksi

 

Apakah Endometriosis Bisa Menyebabkan Kemandulan

tanda awal kehamilan

Endometriosis dapat memengaruhi kemungkinan Mom untuk hamil. Namun, hal ini tidak berarti bahwa endometriosis itu sama dengan tidak subur. Endometriosis mungkin dapat menyebabkan kerusakan secara tidak langsung pada sel sperma maupun sel telur. Namun pada sebagian kasus, Mom yang menderita endometriosis ringan masih bisa hamil. Oleh karena itu, dokter umumnya menganjurkan agar Mom yang menderita Endometriosis tidak menunda kehamilan karena kondisinya dapat memburuk seiring berjalannya waktu.

Mitos atau Fakta Penderita Endometriosis Bisa Hamil Alami

Mom yang menderita endometriosis bisa hamil alami. Hal ini merupakan sebuah fakta. Data menunjukkan bahwa Mom yang menderita endometriosis hamil alami tanpa pengobatan tertentu. Hal ini ditemukan pada penderita endometriosis tingkat 1-3. 

Apa artinya? Artinya endometriosis hamil alami adalah hal yang sangat mungkin. Bila Mom mengetahui atau menduga jika diri Mom menderita endometriosis dan belum juga hamil, segera konsultasikan ke dokter di klinik Kehamilan Sehat untuk mendapatkan perawatan maksimal.

Diagnosis Endometriosis

Ciri-ciri atau gejala endometriosis mirip dengan berbagai kondisi lain. Untuk itu, dokter kandungan perlu melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan ini dapat berupa:

    • Pemeriksaan kondisi abdomen dan pelvis. Hal ini dilakukan bersama dengan pemeriksaan riwayat kesehatan untuk mengecek apakah Mom memiliki risiko penyebab endometriosis atau tidak.
    • Tahap selanjutnya adalah pemeriksaan ultrasound scan untuk melihat kondisi di dalam abdomen.
    • Tahap akhir adalah pemeriksaan laparoskopi. Pada tahap ini, Mom akan menjalani prosedur operasi untuk memasukkan alat ke dalam perut. Alat ini akan membantu dokter melihat pertumbuhan sel endometrium di luar rahim dan bila dibutuhkan mengambil sampel jaringan.

Komplikasi Endometriosis

Walaupun penyebab endometriosis secara pasti belum diketahui, namun komplikasi dari kondisi ini sudah diketahui dan perlu menjadi perhatian tersendiri.

1. Infertilitas

Infertilitas merupakan komplikasi utama dari endometriosis. Hal ini terjadi karena pertumbuhan jaringan endometriosis dapat merusak sel sperma atau sel telur. Di sisi lain, jaringan endometriosis menghalangi pertemuan antara sel sperma dan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan.

2. Kanker

Kondisi endometriosis ternyata menjadi salah satu faktor risiko dari kanker ovarium. Kanker ovarium yang disebabkan oleh endometriosis memiliki sel endometrioid sehingga bisa dideteksi lebih awal.

3. Plasenta Previa

Risiko terjadinya plasenta previa atau posisi plasenta yang berada di rahim bagian bawah semakin meningkat pada Mom yang menderita endometriosis.

Pengobatan Endometriosis

Penderita endometriosis bisa hamil alami ataupun dengan mendapatkan pengobatan khusus. Penderita endometriosis hamil alami bukanlah sebuah mitos, utamanya mereka dengan tingkatan endometriosis yang masih rendah.

Untuk meningkatkan kemungkinan endometriosis hamil alami ini, ada beberapa tipe pengobatan yang mungkin diberikan oleh dokter kandungan, disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

1. Pemberian Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS)

Pemberian obat anti-inflamasi non-steroid ini diberikan untuk membantu mengatasi peradangan dan meredakan rasa nyeri. Jenis obat ini tersedia dalam berbagai bentuk mulai dari tablet, gel, dan suppositoria. Dokter Mom akan merekomendasikan obat yang cocok untuk kondisi Mom, untuk tujuan selanjutnya agar penderita endometriosis bisa hamil.

2. Pengobatan Hormonal

Pengobatan hormonal dapat membawa beberapa manfaat. Pengobatan ini dapat membantu meredakan rasa nyeri, menghambat pertumbuhan jaringan endometriosis, dan mencegah munculnya jaringan endometriosis di tempat lain.

Jenis pengobatan hormonal ini sendiri cukup beragam, meliputi:

    • Alat kontrasepsi yang bersifat hormonal seperti pil KB
    • Terapi Progestin
    • Aromatase inhibitors¸ untuk mengurangi produksi hormon estrogen dalam tubuh
    • Analog hormon pelepas gonadotropin

3. Operasi Pengangkatan Jaringan Endometriosis

Jenis pengobatan selanjutnya adalah pengangkatan jaringan endometriosis melalui operasi. Dokter di klinik Kehamilan Sehat akan mendiskusikan pilihan ini dengan Mom, untuk menentukan jalan keluar terbaik.

Untuk mengenali lebih dalam perihal penyebab endometriosis atau untuk menjawab pertanyaan apakah penderita endometriosis bisa hamil alami atau tidak, Mom perlu berkonsultasi dengan ahlinya di klinik Kehamilan Sehat. Dokter Sp.OG di sana akan melakukan pemeriksaan dan memberikan perawatan yang paling tepat untuk Mom. Setelah itu, Mom juga bisa berkonsultasi tentang program hamil yang tepat dalam kondisi seperti ini. Lengkap bukan? Layanan klinik Kehamilan Sehat hadir untuk Mom semua dengan jaminan profesionalitas yang tidak kalah dengan RS bergengsi lainnya.

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

12/24/2021

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

12/24/2021

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares