Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Waspada! Ketahui Ciri-Ciri ASI Basi

seperti apa ciri ciri asi basi di freezer

Saat mulai menyusui tetapi sibuk dengan pekerjaan rumah atau pekerjaan lainnya, memompa ASI merupakan cara terbaik yang dapat Mom lakukan untuk tetap menyediakan ASI untuk si Kecil. Stok ASI yang sudah dipompa kemudian dimasukkan ke dalam lemari pendingin untuk dapat diminum oleh si Kecil saat ASI dibutuhkan.

Asi sendiri merupakan makanan pertama yang si Kecil dapatkan setelah dilahirkan. Asi mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh si Kecil, seperti beberapa komponen imunologi dan enzim.

ASI yang sudah disimpan dalam waktu yang lama di lemari pendingin dapat berubah menjadi terasa asam, bahkan berbau tengik, hal tersebut merupakan tanda bahwa ASI menjadi basi. Akan tetapi rasa dan bau ASI yang sudah basi dapat berbeda di tiap Mom. Agar mengetahuinya dengan baik, berikut ciri-ciri ASI menjadi basi yang dapat Mom ketahui.

Ciri-ciri ASI Basi

Tampilan

Setelah disimpan dalam waktu tertentu, biasanya ASI terpisah menjadi dua bagian. Bagian atas merupakan lapisan krim karena lemak menjadi naik, sedangkan bagian bawah tetap lapisan susu, hal tersebut merupakan ciri-ciri ASI basi.

Mom dapat mengocok susu tersebut, jika dua lapisan tersebut masih bersatu, berarti ASI masih dapat dikonsumsi. Sedangkan jika saat dikocok tetapi lapisan tidak bersatu, berarti ASI sudah tidak dapat dikonsumsi.

Bau

Ciri-ciri ASI basi selanjutnya dapat dideteksi melalui bau. Bau ASI yang sudah lama disimpan di freezer oleh setiap Mom akan berbeda. Perubahan ini dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti pola makan Mom dan obat-obatan. Selain itu, bau amis atau bau seperti sabun biasanya terjadi pada Mom dengan ASI yang mengandung lipase tinggi. Jika begitu, tes sederhana bisa membantu untuk menentukan pembusukan pada ASI. 

  • Langkah pertama yaitu bekukan sedikit ASI Mom selama seminggu. Setelah seminggu, cairkan ASI dan periksa aromanya.
  • Jika Mom memiliki ASI dengan lipase tinggi, kemungkinan besar susu Mom akan berbau seperti sabun, logam, atau amis. Namun, ASI tersebut masih layak untuk dikonsumsi bayi. Mom dapat menonaktifkan aktivitas lipase dengan mendidihkan ASI.
  • Jika terdapat ciri-ciri ASI basi seperti berbau asam atau tengik, ASI tersebut telah mengalami oksidasi kimiawi. Mom disarankan untuk membuang ASI tersebut. Pola makan yang kaya akan lemak berbau tengik dan air yang mengandung ion tembaga dan besi bebas dapat menyebabkan oksidasi, memberikan bau yang khas pada ASI.

Rasa

Ciri-ciri ASI basi berikutnya yaitu rasa. Jika ASI terasa tengik atau asam, kemungkinan ASI sudah dalam kondisi yang tidak baik. Mom dapat melakukan tes yang sama seperti di atas, yaitu simpan susu selama seminggu dan evaluasi perubahan rasanya. ASI yang terasa seperti sabun, logam, atau amis kemungkinan karena aktivitas lipase yang tinggi. Selain itu, rasa asam atau tengik menunjukkan oksidasi kimia.

Umumnya, jika Mom menyimpan ASI lebih lama dari yang direkomendasikan, dapat diyakini bahwa ASI mungkin sudah tidak layak dikonsumsi. ASI yang baru dipompa yang kemudian disimpan di lemari pendingin selama lebih dari empat hari atau ASI yang sebelumnya dibekukan dan dicairkan yang disimpan lebih dari satu hari kemungkinan besar sudah tidak baik dikonsumsi.

Baca juga : Anak ASI Lebih Cerdas dari Anak Sufor? Mitos atau Fakta?

Apa Yang Terjadi Jika Bayi Mengonsumsi ASI Basi?

ini ciri ciri asi basi yang harus diketahui

Mungkin Mom tidak tahu bahwa ASI yang disimpan telah basi. Setelah itu mungkin Mom tetap memberikan ASI yang sudah sudah basi tersebut. Biasanya bayi akan menunjukkan ciri-ciri ASI basi, saat mereka menelan ASI yang basi.

  • Bayi Tidak Mau Meminum ASI

Jika si Kecil terus-menerus menolak untuk mengonsumsi ASI yang telah disimpan atau terlalu rewel saat menyusu, periksa rasa ASI Mom. Apakah ASI mengalami pembusukan atau tidak. Ketika bayi menolak untuk menyusu, mungkin hal ini merupakan ciri-ciri ASI basi di freezer.

  • Sering Gumoh atau Muntah

Si Kecil memiliki sistem pencernaan yang sensitif. Jika si Kecil mengonsumsi ASI yang sudah basi, bayi akan mengalami ganggualn saluran pencernaan seperti diare dan muntah-muntah. 

  • Demam

Meskipun jarang, beberapa bayi mungkin mengalami demam rendah hingga tinggi setelah menelan ASI basi. Ini biasanya terjadi ketika susu terkontaminasi bakteri, kemungkinan besar karena penanganan dan penyimpanan susu yang tidak tepat. Jika terjadi seperti itu, bayi akan mengalami demam beberapa jam setelah menelan susu yang disimpan.

Tips Mencegah ASI yang Dipompa Tidak Basi

Berikut merupakan cara mencegah ASI basi agar Mom tenang saat menyimpan ASI di freezer.

  1. Cuci tangan dan payudara dengan air bersih dan sabun sebelum memompa atau memeras ASI.
  2. Bersihkan dan sanitasi pompa ASI dan perlengkapan Mom secara memadai, termasuk wadah penyimpanan setelah digunakan.
  3. Buang pompa ASI dan perlengkapannya jika Mom melihat jamur pada selangnya atau peralatannya sudah terlihat usang.
  4. Tutup rapat botol penyimpanan atau penutup wadah agar ASI aman dari oksidasi kimiawi dan penyerapan bau dari sayur dan buah lain.
  5. Cairkan ASI sesuai urutan penyimpanan, artinya cairkan ASI tertua terlebih dahulu. Jangan membekukan kembali ASI yang sudah dicairkan.
  6. Periksa ASI yang disimpan untuk pembusukan sebelum memberikannya kepada bayi. Mom dapat melakukannya dengan memeriksa rasa, warna, dan konsistensi ASI.
  7. Jangan membekukan susu yang didinginkan untuk memperpanjang waktu penyimpanannya.
  8. Jauhkan ASI dari sinar matahari langsung, panas, dan udara sampai Mom menyimpannya di lemari es atau freezer.
  9. Hindari penggunaan air ledeng yang tidak diolah untuk membersihkan aksesoris penyimpanan ASI untuk mencegah oksidasi kimia susu selama penyimpanan. 

Jika Mom melihat bayi Mom muntah berulang kali, sering buang air besar setelah menyusu, atau menunjukkan gejala masalah pencernaan lainnya, periksa ASI dan konsultasikan dengan dokter anak. Klinik Kehamilan Sehat menyediakan poli anak yang dapat Mom kunjungi untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Segera kunjungi Kehamilan Sehat dan konsultasikan kesehatan Mom dan si Kecil hanya di poli anak Kehamilan Sehat.

Penulis

Penulis

Tanggal

02/26/2023

Penulis

Penulis

Tanggal

02/26/2023

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares