Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Beda Air Ketuban Rembes dengan Air Kencing, Ini Ciri-Ciri dan Penjelasannya

Beda ketuban rembes dengan air kencin

 

Keluar air ketuban maupun air kencing saat hamil terkadang sulit dibedakan, apalagi saat sudah memasuki trimester tiga kehamilan. Tekanan rahim yang semakin besar dapat membuat ibu hamil sering buang air kecil bahkan terkadang keluar tidak tertahankan. Di sisi lain, air ketuban yang merembes bisa menjadi tanda pecahnya selaput ketuban yang memerlukan pemeriksaan dan tindakan secepatnya oleh dokter atau bidan. Oleh karena itu, Mommils perlu mengenali ciri-ciri  dan beda air ketuban yang rembes dan tahu cara membedakannya dengan air kencing atau buang air kecil. Sehingga dapat mencegah berbagai risiko dan komplikasi selama kehamilan sampai hari persalinan tiba. 

Apakah air ketuban sama dengan air kencing?

Air ketuban tidak sama dengan air kencing. Air ketuban adalah cairan yang mengelilingi dan melindungi bayi di dalam rahim. Sementara air kencing adalah hasil sisa metabolisme tubuh yang dikeluarkan melalui kandung kemih.  

Saat hamil, tekanan rahim yang membesar dapat menekan kandung kemih sehingga urin bisa keluar tanpa disadari, terutama saat batuk, tertawa, atau bergerak. 

Meskipun terasa samar, air ketuban memiliki ciri-ciri khusus yang dapat dikenali ketika sudah mulai merembes atau keluar dari jalan lahir. 

Ciri-ciri air ketuban yang dapat ibu hamil kenali 

Mengenali air ketuban yang rembes memang tidak selalu mudah bagi ibu hamil, terutama karena cairan ini bisa mirip dengan urin saat sudah keluar dan membasahi pakaian dalam. 

Namun, dengan mengenali beberapa ciri khasnya, Mommils dapat lebih yakin apakah cairan yang keluar merupakan air ketuban atau hanya urin. Berikut beberapa tanda yang bisa diperhatikan:

  • Keluar cairan saat bergerak atau berdiri : air ketuban sering merembes atau menetes ketika posisi tubuh berubah, sedangkan urin biasanya keluar saat mengejan, batuk, tertawa, atau melakukan aktivitas yang menekan kandung kemih.
  • Konsistensi lebih encer daripada urin : air ketuban terasa lebih cair dan cepat menyebar di celana dalam, berbeda dengan urine yang biasanya lebih terkumpul di satu titik.
  • Volume bisa banyak atau sedikit : kadang hanya menetes sedikit, tapi bisa juga keluar deras sekaligus, tergantung kondisi kantung ketuban.
  • Sering disertai tanda kontraksi ringan : keluarnya air ketuban bisa muncul bersamaan dengan kontraksi atau sensasi kencang di perut.

Bagaimana cara mengetahui beda air ketuban rembes dan air kencing?

Membedakan air kencing dan air ketuban memang bisa membingungkan. Kedua cairan ini sama-sama bisa membuat celana dalam basah, namun memiliki perbedaan yang dapat Mommils perhatikan, yaitu : 

Perbedaan  Air Ketuban  Air Kencing 
Warna  Bening, kadang ada serpihan putih atau sedikit lendir / darah  Kuning, bisa lebih pekat tergantung hidrasi 
Konsistensi  Cair, encer, mudah menyebar  Tidak begitu encer dan berkumpul di satu titik 
Aroma  Tidak berbau  Ada bau khas urine 
Cara keluar  Bisa menetes atau merembes, terutama saat bergerak atau berdiri Keluar saat mengejan, batuk, tertawa, atau menahan kandung kemih yang penuh

Selain itu, air ketuban biasanya keluar terus-menerus atau menetes perlahan, sedangkan urine biasanya lebih mudah dikontrol. Dengan mengenali perbedaan ini, Mommils bisa lebih cepat menentukan langkah yang tepat, termasuk kapan perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi kehamilan tetap aman.

Cara mengenali cairan ketuban rembes dengan kertas lakmus

Mengenali beda cairan ketuban yang rembes memang terkadang sulit, karena sering kali cairan ini mirip dengan air kencing atau cairan vagina normal, terutama pada trimester akhir kehamilan. Namun, Mommils tetap perlu waspada karena ketuban rembes dapat meningkatkan risiko infeksi dan komplikasi jika tidak segera ditangani.

Jika cairan terus keluar dari vagina, tidak berbau, dan sulit ditahan seperti saat buang air kecil, kondisi ini bisa menjadi tanda ketuban rembes. Dalam situasi seperti ini, sebaiknya Mommils segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan di fasilitas bersalin terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk memastikan apakah cairan yang keluar merupakan air ketuban, dokter atau bidan dapat melakukan pemeriksaan khusus, salah satunya menggunakan kertas nitrazine atau kertas lakmus. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menempelkan kertas lakmus pada cairan yang keluar dari vagina.

Air ketuban memiliki tingkat keasaman (pH) yang lebih tinggi dibandingkan urin atau cairan vagina normal. Jika cairan tersebut adalah air ketuban, kertas lakmus akan berubah warna menjadi biru atau biru kehijauan. Sebaliknya, jika cairan yang keluar adalah urin atau cairan vagina biasa, warna kertas lakmus tidak akan berubah secara signifikan.

Pemeriksaan ini umumnya dilakukan oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan untuk memastikan diagnosis secara akurat.

Pastikan selalu memeriksa kondisi kehamilan secara rutin, terutama jika Mommils mengalami cairan keluar terus-menerus dari vagina atau ragu apakah itu air ketuban. Segera periksa ke dokter obgyn di KS Women and Children Clinic untuk mendapatkan pemeriksaan yang akurat, penanganan yang tepat, serta pemantauan kehamilan yang aman demi kesehatan ibu dan janin.

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

01/27/2026

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

01/27/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares