Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Mom dan Ayah, Simak Cara Berhubungan Intim yang Tidak Mengakibatkan Kehamilan

cara berhubungan intim yang tidak menyebabkan kehamilan

 

Ada satu waktu dimana Mom dan Ayah mungkin ingin menunda kehamilan karena berbagai alasan. Bisa jadi karena waktu Mom dan Ayah tersita untuk karir, atau karena tengah repot mengurus si Kecil yang masih berusia balita. Apapun alasannya, kehamilan yang tidak direncanakan bisa dicegah tanpa harus mengurangi intimasi Mom dan Ayah. Lalu, bagaimana cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan? 

 

Cara Berhubungan Intim yang Tidak Mengakibatkan Kehamilan

Bagaimanapun juga, berhubungan intim adalah kebutuhan bagi setiap pasangan. Jika Mom dan Ayah ingin menghindari kehamilan yang tidak direncanakan, beberapa cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan di bawah ini bisa dicoba: 

 

Hindari Hubungan Seksual Saat Masa Subur

Termasuk cara mencegah kehamilan secara alami yaitu dengan menahan diri untuk tidak berhubungan seksual saat dalam masa subur atau ovulasi. Masa subur setidaknya berlangsung seminggu, dimana sel telur menjadi lebih mudah dibuahi sehingga potensi terjadinya kehamilan sangat tinggi. 

Menghindari seks saat masa subur dikategorikan sebagai KB alami. Tapi untuk melakukan KB alami ini dengan benar, ada dua poin yang harus diperhatikan.

 

    • Pengukuran Suhu Tubuh Basal

Suhu basal merupakan kondisi suhu tubuh normal yang biasa terjadi saat pagi hari setelah bangun tidur. Pada periode ovulasi, suhu tubuh akan meningkat 0,3 Celcius dan itu menandakan masa subur sedang berlangsung. Diperlukan alat pengukur suhu digital untuk tahu angka pastinya dan pengukuran sebaiknya dilakukan sesaat setelah bangun tidur. 

 

    • Mencatat Siklus Menstruasi pada Kalender

Tujuannya yaitu mencari tahu masa subur dan siklus menstruasi selama 28 hari. Misalnya hari ke-1 merupakan awal menstruasi dan hari ke-28 merupakan hari terakhir sebelum menstruasi, puncak ovulasi berkisar antara hari 14-15. Untuk hasil terbaik, hindari berhubungan seksual mulai hari ke-12 sampai ke-17. Namun sayangnya, metode ini kurang cocok untuk Mom dengan siklus menstruasi yang tidak teratur.

 

Pemberian ASI Eksklusif untuk Si Kecil

Metode ini masuk kategori sebagai cara mencegah kehamilan secara alami, biasa disebut amenore laktasi. Pada periode ASI eksklusif, siklus menstruasi akan berhenti beberapa bulan, begitu juga dengan masa ovulasi. Artinya, melakukan seks pada periode ASI eksklusif tak akan memicu kehamilan. ASI eksklusif berlangsung enam bulan, atau saat jeda menyusui tak lebih dari 4 jam.

 

Outercourse

Outercourse juga dinilai sebagai salah satu cara mencegah kehamilan secara alami yang tidak perlu persiapan rumit. Metode ini tidak melibatkan penetrasi layaknya hubungan seks normal sehingga efektif mencegah hamil. Aktivitas ini hanya sebatas bercumbu, masturbasi, atau seks oral.

 

Menggunakan Alat Kontrasepsi

Cara berhubungan intim yang tidak menyebabkan kehamilan yang terakhir ialah berhubungan dengan menggunakan alat kontrasepsi. Terdapat berbagai macam alat kontrasepsi yang dapat Mom dan Ayah pilih sesuai kebutuhan, seperti kondom, Intrauterine device (IUD), suntik KB, dan pil KB. Lalu bagaimana dengan tingkat efektivitas masing-masing alat kontrasepsi ini?

 

    • Kondom 

Kondom merupakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang memiliki tingkat efektivitas sebesar 98% jika digunakan dengan benar. Alat kontrasepsi ini cenderung praktis, mudah didapat dan digunakan. Selain praktis dan efektivitasnya yang tinggi, kondom juga mampu mencegah terjadinya infeksi penyakit menular seksual. 

Namun dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, kondom juga dapat menyebabkan kehamilan jika tidak digunakan dengan benar. Pastikan sudah menggunakan sesuai petunjuk dan memilih kondom dengan bahan terbaik.

 

    • IUD

IUD secara efektif mampu mencegah kehamilan dengan tingkat efektivitas 99% dan mampu berfungsi selama 5-10 tahun. Perangkat ini berbahan plastik dengan campuran tembaga yang menyerupai huruf T dan ditempatkan di dalam rahim.

IUD melepaskan tembaga untuk mengubah tingkat konsistensi lendir serviks yang membuat sperma sulit bertahan dan mencapai sel telur. Biasa dipasang setelah proses melahirkan, IUD juga masih efektif saat dipasang lima hari setelah berhubungan intim atau lima hari setelah terjadinya ovulasi.

 

    • Suntik KB

Sesuai namanya, suntik KB dilakukan dengan memasukkan cairan medroxyprogesterone acetate sebagai bahan aktif utama. Hormon progesterone kemudian dilepas ke dalam aliran darah guna mencegah produksi sel telur saat masa ovulasi. 

Metode ini juga meningkatkan massa area serviks sehingga sperma kesulitan masuk lebih dalam. Suntik KB memiliki efektivitas lebih dari 99% dan mampu bertahan sampai 13 minggu, dengan catatan dilakukan secara tepat.

 

    • Pil KB

Tak beda jauh dengan suntik KB, pil KB memiliki komposisi yang hampir serupa. Tujuannya pun sama, yaitu mencegah pelepasan sel telur saat periode ovulasi sedang berlangsung. Dengan begitu, sel telur tak akan dibuahi sperma.

Bergantung pada jenisnya, pil KB bisa diminum 72-120 jam setelah melakukan hubungan seks, atau 4-5 hari. Tapi semakin cepat digunakan, hasilnya akan jauh lebih efektif.

Terlepas dari opsi yang ada, menggunakan alat kontrasepsi dinilai sebagai cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan yang dianjurkan. Jika  Mom berencana menunda kehamilan dengan memasang alat kontrasepsi untuk jangka lama, Mom bisa melakukan pemasangan IUD di Klinik Kehamilan Sehat. Dengan fasilitas setara rumah sakit dan dokter spesialis tersertifikasi, proses pemasangan IUD akan berjalan cepat dan aman. 

 


E-Book Gratis

Dapatkan Edukasi Eksklusif & Terbaru Seputar Kehamilan, Dikirim Langsung ke Email Anda

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

01/21/2022

Kategori

Penulis

Penulis

Tanggal

01/21/2022

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares