Salah satu cara paling efektif untuk merencanakan kehamilan adalah dengan mengetahui kapan masa subur. Masa subur periode yang terjadi setelah siklus menstruasi pada wanita. Dalam rentang waktu tersebut, terjadi proses ovulasi atau pelepasan sel telur yang merupakan momen paling ideal untuk terjadi pembuahan.
Kapan tepatnya masa subur pada wanita terjadi? Pastinya setiap wanita memiliki masa subur yang berbeda. Mom dapat mengetahui kapan masa subur terjadi setelah haid dengan tips dan panduan di bawah ini.
Hitung masa subur dari siklus menstruasi
Mengetahui masa subur melalui perhitungan siklus menstruasi akan lebih akurat jika siklus haid yang Mom alami berlangsung selama 28 hari dan terjadi secara teratur setiap bulannya. Hari pertama haid dihitung sebagai hari ke-1, maka masa suburnya adalah hari ke-12 dan hari ke-16 dalam siklus tersebut.
Misalnya Mom mengalami haid tanggal 1 Januari, maka tanggal 12 sampai 16 Januari adalah periode masa suburnya. Dalam rentang waktu tersebut, terjadi ovulasi yang menjadi waktu paling efektif untuk terjadinya pembuahan.
Bagaimana menghitung masa subur jika siklus menstruasi tidak teratur?
Menentukan masa subur pada siklus haid yang tidak teratur dapat dilakukan dengan mencatat periode haid selama enam bulan terakhir. Setelah itu, Mom bisa membagi dua periode menjadi periode terpendek dan terpanjang. Dari siklus terpanjang jumlah periode dikurangi 11, dan siklus terpendek dikurangi 18.
Misalnya siklus haid Mom selama enam bulan terakhir :
- Januari : 27 hari
- Februari : 28 hari
- Maret : 30 hari
- April : 29 hari
- Mei : 32 hari
- Juni : 30 hari
Dari siklus di atas diketahui periode terpendek adalah 27 hari dan terpanjang adalah 32 hari. Maka masa subur yang Mom alami adalah :
- Siklus terpendek : 27 – 18 = 9 (masa subur hari pertama terjadi pada hari ke-9)
- Siklus terpanjang : 32 – 11 = 21 (masa subur hari terakhir terjadi pada hari ke-21)
Jadi perkiraan masa subur yang terjadi pada hari ke-9 sampai hari ke-20 yang dihitung dari pertama haid.
Menghitung masa subur dengan aplikasi atau kalender masa subur
Mom dapat mengetahui kapan masa subur setelah haid dengan kalender atau aplikasi khusus. Dengan memasukkan data hari pertama haid, durasi atau jumlah hari dan hari terakhir haid.
Aplikasi dan kalender masa subur dapat digunakan siapa saja, baik Mom yang haid yang teratur bahkan yang tidak teratur. Selain masa subur, kalender khusus tersebut juga dapat menandakan kapan masa ovulasi terjadi.
Menggunakan alat tes ovulasi
Masa ovulasi termasuk ke dalam masa subur yang biasa terjadi setelah hari terakhir haid. Ovulasi adalah masa pelepasan sel telur yang sudah matang, dari ovarium (indung telur) ke saluran tuba fallopi (saluran telur) untuk menunggu dibuahi sperma.
Jadi, masa ovulasi adalah waktu terbaik untuk merencanakan kehamilan karena sel telur yang sudah matang dan siap dibuahi memberikan peluang lebih besar untuk hamil.
Mom dapat menggunakan alat tes ovulasi untuk mengetahui lebih akurat kapan terjadinya ovulasi. Alat ini bisa berupa strip yang dicelupkan langsung pada urine dan langsung menampakkan hasil. Ovulasi ditandai dengan munculnya garis dua pada strip alat tes tersebut.
Menilai perubahan lendir serviks
Menjelang ovulasi pada masa subur, lendir yang keluar dari area kewanitaan akan lebih kental, elastis, bening seperti putih telur mentah. Volume lendir serviks pada masa ovulasi biasanya juga lebih banyak dan lebih licin.
Jika Mom merasa adanya perubahan lendir serviks seperti itu, maka besar kemungkinan Mom sedang mengalami masa ovulasi.
Memeriksa kondisi suhu basal tubuh
Suhu basal tubuh biasanya dapat diperiksa saat pagi hari atau saat baru bangun tidur. Mengutip jurnal “Basal Body Temperature Assessment: Is It Useful to Couples Seeking Pregnancy?” setelah ovulasi wanita akan mengalami kenaikan suhu basal antara 0,3°C hingga 0,6°C. Mom dapat menghitung suhu tubuh saat pagi hari setelah selesai haid. Catat suhu tubuh setiap hari, jika suhu tubuh menunjukkan kenaikan maka bisa menjadi tanda bahwa Mom sedang mengalami ovulasi atau masa subur.
Kapan harus ke dokter?
Merencanakan program kehamilan dengan mengetahui masa subur secara mandiri juga memerlukan pemeriksaan yang akurat. Karena kondisi tubuh setiap wanita berbeda. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaan masa subur seperti :
- Siklus haid
- Kondisi hormon
- Kondisi kesehatan
- Faktor usia
Oleh karena itu, Mom juga perlu pengawasan dan pemeriksaan dokter untuk merencanakan program hamil yang lebih terarah.
Konsultasikan program perencanaan kehamilan dengan dokter kandungan yang profesional dan berpengalaman di KS Women and Children Clinic. Selain menentukan masa subur yang lebih akurat, Mom juga dapat melakukan pemeriksaan pada Ayah untuk program hamil yang lebih optimal.









0 Comments