Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Cara Menghangatkan ASI Beku yang Benar dan Aman agar Nutrisi Tetap Terjaga

cara menghangatkan ASI beku yang benar

ASI beku merupakan solusi praktis bagi Momsui yang ingin menyimpan atau menyetok ASIP (ASI perah) dalam jumlah banyak agar lebih awet dan tahan lama. Namun, ASI beku tentu perlu dicairkan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada si Kecil. Sayangnya, proses mencairkan dan menghangatkan ASI tidak boleh dilakukan sembarangan, karena cara yang kurang tepat dapat merusak kandungan nutrisi penting di dalamnya. Oleh karena itu, penting bagi Momsui untuk memahami teknik yang benar dalam mencairkan sekaligus menghangatkan ASI beku. Dengan cara yang tepat, kualitas ASI tetap terjaga, mulai dari kandungan antibodi hingga nutrisinya, sehingga manfaatnya bagi tumbuh kembang bayi tetap optimal. Lalu, bagaimana cara menghangatkan ASI beku yang aman dan dianjurkan? Simak panduan lengkapnya berikut ini agar Momsui tidak salah langkah dalam menyiapkan ASI untuk si Kecil.

Artikel lainnya : MPASI Boleh Disimpan di Freezer? Ini Penjelasan Lengkapnya untuk Orang Tua

Apakah asip beku boleh langsung dihangatkan?

ASI perah (ASIP) beku sebaiknya tidak langsung dihangatkan tanpa melalui proses pencairan terlebih dahulu. Menghangatkan ASI yang masih dalam kondisi beku dapat menyebabkan pemanasan yang tidak merata, sehingga berisiko merusak kandungan nutrisi penting di dalamnya. Selain itu, bagian luar ASI bisa menjadi terlalu panas sementara bagian dalamnya masih beku. Oleh karena itu, ASIP beku dianjurkan untuk dicairkan secara bertahap, agar tidak merusak tekstur kekentalan dan kandungan nutrisinya. 

Bagaimana cara mencairkan ASI beku dari freezer?

Agar ASI tetap aman dan nutrisinya terjaga, berikut langkah-langkah yang bisa Momsui lakukan:

1. Cairkan ASI beku secara bertahap

Pindahkan ASI beku dari freezer ke chiller (kulkas bagian bawah) dan biarkan mencair perlahan selama beberapa jam atau semalaman. Cara ini membantu menjaga kualitas nutrisi ASI tetap stabil.

2. Gunakan air hangat untuk mencairkan

Setelah ASI mencair, hangatkan dengan cara merendam botol atau kantong ASI dalam wadah berisi air hangat (bukan air panas). Metode ini membantu menghangatkan ASI secara merata tanpa merusak kandungannya.

3. Aduk perlahan sebelum diberikan

Setelah hangat, aduk atau putar perlahan botol ASI agar bagian lemak yang terpisah dapat tercampur kembali. Hindari mengocok terlalu kuat karena dapat merusak struktur nutrisi dan menyebabkan ASI menjadi berbusa. 

4. Cek suhu sebelum diberikan ke bayi

Teteskan sedikit ASI ke pergelangan tangan untuk memastikan suhunya tidak terlalu panas. Idealnya, ASI berada pada suhu hangat atau suam-suam kuku agar aman dan nyaman diminum oleh si Kecil.

Berapa lama ASI bertahan setelah dibekukan?

ASI perah yang disimpan dalam kondisi beku memiliki masa ketahanan yang berbeda-beda, tergantung pada suhu dan jenis penyimpanan yang digunakan. Oleh karena itu, penting untuk memahami lama penyimpanan ASI beku berdasarkan suhu freezer agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.

ASI beku dapat disimpan di dalam freezer kulkas hingga sekitar 3 bulan, dan pada deep freezer dapat bertahan hingga 12 bulan. Agar kualitasnya tetap terjaga, pastikan suhu freezer cukup dingin, yaitu sekitar 0°F atau -20°C, sehingga mampu menjaga makanan seperti es krim tetap beku sempurna.

Selain itu, simpan ASI di bagian freezer yang suhunya paling stabil dan tidak mudah berubah saat pintu dibuka-tutup. Jika menggunakan kantong khusus ASI, pastikan kantong disimpan dengan aman, misalnya dilipat rapi atau ditempatkan dalam wadah tambahan, agar tidak mudah terbentur, bocor, atau robek selama penyimpanan.

Hal yang perlu dihindari saat memanaskan ASI

Agar kualitas dan keamanan ASI tetap terjaga, penting bagi Momsui untuk menghindari beberapa kesalahan berikut saat memanaskan ASI:

  • Jangan memanaskan ASI dengan microwave. Penggunaan microwave dapat menyebabkan pemanasan tidak merata, sehingga ada bagian ASI yang terlalu panas dan berisiko melukai mulut bayi. Selain itu, suhu tinggi dari microwave juga dapat merusak kandungan nutrisi dan antibodi dalam ASI.
  • Jangan merebus atau memanaskan ASI dengan air mendidih. Suhu yang terlalu tinggi dapat merusak zat gizi penting, termasuk protein dan antibodi yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh bayi.
  • Jangan langsung memanaskan ASI dalam kondisi masih beku. ASI beku sebaiknya dicairkan terlebih dahulu secara bertahap. Memanaskan ASI yang masih beku dapat menyebabkan perubahan suhu yang drastis dan tidak merata.
  • Jangan mengocok ASI terlalu kuat. Mengocok botol ASI dengan keras dapat merusak struktur nutrisi dan membuat ASI menjadi berbusa. Sebaiknya cukup putar atau goyangkan perlahan.
  • Jangan membekukan ulang ASI yang sudah dicairkan. ASI yang sudah dicairkan tidak disarankan untuk dibekukan kembali karena berisiko terkontaminasi bakteri dan menurunkan kualitasnya.
  • Jangan menyimpan ASI terlalu lama setelah dipanaskan. ASI yang sudah dihangatkan sebaiknya segera diberikan dan dihabiskan dalam waktu maksimal 1–2 jam. Jika tidak habis, sebaiknya dibuang untuk menjaga keamanan bayi.
  • Hindari menggunakan wadah yang tidak steril. Pastikan botol atau kantong ASI dalam kondisi bersih dan steril untuk mencegah kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan si Kecil.

Penutup

Memanaskan ASI beku tidak bisa dilakukan sembarangan, karena cara yang kurang tepat dapat memengaruhi kualitas, kandungan nutrisi, hingga keamanannya untuk si Kecil. Dengan memahami langkah yang benar serta menghindari kesalahan umum, Momsui dapat memastikan ASI tetap bernutrisi dan aman dikonsumsi bayi.

Jika Momsui masih memiliki pertanyaan atau mengalami kendala seputar penyimpanan, pencairan, maupun pemberian ASI, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi. Untuk mendapatkan pendampingan yang tepat dan terpercaya, Momsui dapat melakukan konsultasi dengan dokter laktasi di KS Women and Children Clinic agar proses menyusui berjalan lebih optimal dan nyaman bagi ibu maupun bayi.

 

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

04/10/2026

Kategori

Penulis

sribulogin

Tanggal

04/10/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares