Dapatkan Panduan Lengkap Seputar Kehamilan

Mulai Dari Sebelum Hamil, Saat Hamil & Sesudah Melahirkan

Cara Menghilangkan Kebiasaan Anak yang Suka Menghisap Jempol, Panduan Aman untuk Orang Tua di Rumah

Anak suka menghisap jempol

Kebiasaan anak menghisap jempol sering kali membuat orang tua khawatir. Terutama jika dilakukan terus-menerus hingga anak bertambah usia. Meski pada bayi dan balita kebiasaan ini masih tergolong wajar. Pada anak yang lebih besar, isap jempol dapat berdampak pada tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami cara menghilangkan kebiasaan anak yang suka menghisap jempol dengan pendekatan yang aman, lembut, dan sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak.

Melalui panduan ini, orang tua dapat menemukan langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu anak berhenti menghisap jempol. Tanpa paksaan, dan tanpa membuat anak merasa tertekan, sehingga prosesnya lebih nyaman dan efektif.

Kenapa anak suka isap jempol?

Menghisap jempol adalah kebiasaan yang cukup umum pada bayi dan balita. Kebiasaan ini merupakan reaksi alami dari si Kecil untuk menenangkan diri, terutama saat lelah, bosan, cemas atau menjelang tidur.

Perlu Mom & Dad ketahui, bayi memang memiliki refleks alami untuk mencari puting dan menghisap (sucking reflex). Refleks inilah yang membuat bayi sering memasukkan jari atau ibu jari ke dalam mulut, bahkan terkadang sudah terjadi sejak di dalam kandungan. 

Karena aktivitas ini memberi rasa aman dan nyaman, beberapa anak kemudian menjadikannya kebiasaan, terutama saat membutuhkan ketenangan atau sangat ingin tidur.

Seiring bertambahnya usia dan kemampuan anak untuk menenangkan diri dengan cara lain. Kebiasaan menghisap jempol biasanya akan berhenti secara perlahan antara usia 2-4 tahun tanpa perlu perlakuan khusus. 

Namun, meskipun tergolong normal, kebiasaan ini tetap perlu diperhatikan. Jika menghisap jempol terus berlanjut hingga gigi permanen mulai tumbuh, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gangguan susunan gigi, pertumbuhan rahang, hingga perkembangan bicara si Kecil. 

Apa akibat dari kebiasaan menghisap jempol?

Kebiasaan menghisap jempol biasanya tidak akan menjadi masalah pada usia bayi dan balita. Namun, jika kebiasaan ini terus berlanjut hingga gigi permanen mulai tumbuh, dampaknya dapat mempengaruhi kesehatan mulut si Kecil dalam jangka panjang. 

Beberapa akibat yang dapat terjadi antara lain : 

  • Maloklusi atau susunan gigi tidak normal 
  • Menyebabkan perubahan susunan gigi, seperti gigi depan tidak bertemu (open bite)
  • Mempengaruhi bentuk rahang dan pertumbuhan mulut
  • Menimbulkan luka atau kapalan pada jempol anak akibat tekanan terus menerus 
  • Mempengaruhi cara bicara anak terutama pada pengucapan huruf tertentu karena posisi lidah dan gigi berubah 

Oleh karena itu, Mom & Dad disarankan untuk mulai membantu si kecil menghentikan kebiasaan ini secara bertahap sejak dini. 

Cara menghilangkan kebiasaan anak menghisap jempol?

Jika kebiasaan menghisap jempol pada anak belum juga menghilang, Mom & Dad sebaiknya mulai memberikan pengertian dan edukasi secara perlahan. Tujuan utamanya bukan melarang secara keras, tetapi membantu si Kecil belajar menenangkan diri dengan cara lain yang lebih aman.

Beberapa cara yang bisa Mom & Dad lakukan di rumah antara lain : 

Alihkan perhatian dan beri kenyamanan si Kecil 

Perhatikan kapan si Kecil paling sering menghisap jempol. Apakah saat bosan, lelah, mengantuk atau cemas. Mom & Dad bisa mengalihkan kebiasaan ini dengan pelukan, ajakan ngobrol, membaca buku, atau aktivitas yang membuat tangan tetap sibuk, seperti menggambar atau bermain puzzle. 

Beri Pujian dan Hadiah Kecil

Jelaskan dengan bahasa sederhana kenapa kebiasaan ini perlu dihentikan. Setiap kali si Kecil berhasil tidak menghisap jempol, berikan pujian atau hadiah kecil seperti stiker, pelukan, atau waktu bermain favorit. Jika jempol kembali masuk ke mulut, cukup ingatkan dengan lembut, hindari memarahi karena bisa membuat anak justru semakin cemas.

Konsultasikan dengan Dokter Anak

Jika kebiasaan anak suka menghisap jempol masih berlangsung dan sulit dihentikan meskipun sudah dilakukan berbagai upaya di rumah, konsultasi dengan dokter anak dapat menjadi langkah yang tepat. Dokter anak akan menilai apakah kebiasaan tersebut masih sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak atau memerlukan penanganan lebih lanjut, serta memberikan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi anak.

Jadwalkan konsultasi dengan dokter anak di KS Women and Children Clinic untuk mendapatkan evaluasi menyeluruh dan panduan medis yang tepat guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Penulis

sribulogin

Tanggal

02/03/2026

Penulis

sribulogin

Tanggal

02/03/2026

0 Comments

Submit a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Bermanfaat Lainnya

Vaksin HPV untuk Apa? Ini Manfaat dan Biaya Vaksin HPV

Vaksin HPV untuk Apa? Ini Manfaat dan Biaya Vaksin HPV

Vaksin HPV biasa dikenal sebagai perlindungan untuk mencegah atau mengurangi risiko kanker serviks pada wanita dewasa. Padahal vaksin ini juga memiliki peran dan manfaat yang lebih luas dalam mencegah beberapa jenis kanker dan bisa diberikan sejak usia remaja. Oleh...

read more
Shares
Share This

Share This

Share this post with your friends!

Shares